Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

AI sebagai Tantangan, SDM Jateng Diminta Tingkatkan Kompetensi dan Sertifikasi

Iaspro Jateng Dorong Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi SDM

Ikatan Asesor Profesional Indonesia (Iaspro) Jawa Tengah mengajak pencari kerja untuk meningkatkan kompetensi dan sertifikasi sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (AI). Perkembangan dunia kerja yang kini melibatkan teknologi canggih menuntut perubahan strategis dalam pengembangan SDM.

Agus Sururi, Ketua DPD Iaspro Jawa Tengah, menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menjawab masalah mismatch antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. “SDM di Jawa Tengah memiliki tantangan besar, salah satunya angka pengangguran yang masih tinggi,” ujarnya seusai diskusi seputar kompetensi bertema Penguatan Ekosistem Kompetensi yang Kolaboratif Terstandar dan Berkelanjutan yang digelar DPD Iaspro Jawa Tengah di BBPVP Semarang, Sabtu (11/4/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Tengah pada 2025 berada di kisaran 4,32–4,66 persen. Secara jumlah, angka ini setara dengan sekitar 1,04 juta orang yang belum terserap di dunia kerja. Menurut Agus, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan kompetensi di pasar tenaga kerja. Industri tetap membutuhkan tenaga kerja, namun seringkali kompetensi yang dimiliki pencari kerja tidak sesuai dengan kebutuhan.

Pentingnya Penguatan Pendidikan Berbasis Kompetensi

Penguatan pendidikan berbasis kompetensi, pelatihan, pemagangan, hingga upskilling menjadi kunci utama. Agus menyoroti tantangan utama dalam pengembangan SDM, yakni relevansi kurikulum pendidikan yang belum mampu mengimbangi kecepatan perkembangan industri. “Di industri, teknologi sudah sangat maju, misalnya di sektor manufaktur. Tapi, di sekolah, banyak siswa bahkan belum pernah menggunakan mesin terbaru. Ini yang menyebabkan ketertinggalan,” jelasnya.

Perubahan pola pikir juga dinilai penting. Lulusan tidak hanya harus siap bekerja, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha dan beradaptasi. Di tengah transformasi tersebut, kehadiran AI menjadi faktor yang turut mengubah cara kerja, pendidikan, hingga proses asesmen kompetensi. “AI membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah, tetapi tetap membutuhkan kontrol manusia. Validasi, etika, dan integritas tetap harus dijaga oleh SDM yang kompeten,” tegas Agus.

Sertifikasi sebagai Nilai Tambah di Era Digital

Senada dengan itu, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari, menilai sertifikasi menjadi nilai tambah penting bagi tenaga kerja di era digital. “Pendidikan dan pelatihan saja tidak cukup. Harus ada sertifikasi agar kompetensi itu terstandar dan diakui industri,” katanya.

Dia menyebut, saat ini, terdapat lebih dari 2.400 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) di Indonesia yang memfasilitasi uji kompetensi di berbagai sektor. Bahkan, seiring perkembangan teknologi, kini telah hadir skema sertifikasi khusus di bidang AI. “Profesi terus bertambah, termasuk di sektor digital dan AI. Maka, skema sertifikasi juga ikut berkembang untuk menyesuaikan kebutuhan industri,” ujarnya.

Syamsi menambahkan, sertifikasi umumnya memiliki masa berlaku tiga tahun agar kompetensi tenaga kerja tetap relevan dengan perkembangan zaman. Adapun sektor yang paling membutuhkan sertifikasi antara lain manufaktur, permesinan, hingga sektor berbasis keselamatan kerja. Namun, sektor jasa seperti perbankan, pariwisata, dan hospitality juga semakin menuntut standar kompetensi, termasuk soft skills seperti komunikasi dan kepemimpinan.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Potensi SDM Jawa Tengah

“Kalau semua pihak bergerak bersama, maka potensi besar SDM Jawa Tengah bisa dioptimalkan, dan pengangguran dapat ditekan,” katanya.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *