Progres Pembangunan Stadion Untia di Makassar
Pembangunan Stadion Untia di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kini berada pada tahap penyusunan dokumen tender dan basic design. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir April 2026, dengan proses lelang dimulai awal Mei 2026. Dengan estimasi waktu lelang selama 30 hingga 45 hari, penandatanganan kontrak diharapkan rampung pada akhir Juni 2026.
Fase Penyusunan Dokumen Tender
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa saat ini proyek sedang dalam tahap penyusunan dokumen tender yang melibatkan Manajemen Konstruksi (MK) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Keduanya berperan penting dalam merancang dokumen teknis hingga administrasi pengadaan.
“Saat ini MK lagi dalam tahap penyusunan dokumen PPK, termasuk dokumen pemilihan tender fisik,” ujarnya. Selain itu, tim juga tengah menyusun basic design stadion yang akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan pembangunan nantinya.
Keterlibatan MK tidak hanya terbatas pada aspek desain, tetapi juga pada penyusunan dokumen pengadaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
“MK juga terlibat dalam penyusunan basic design bersama PPK dan menyiapkan rancangan dokumen pengadaan,” tambah Zuhaelsi.
Ditargetkan, seluruh dokumen tersebut rampung pada akhir April 2026. Penyelesaian dokumen menjadi kunci agar proses tender bisa segera dimulai. Jika sesuai jadwal, proses tender fisik stadion akan dimulai pada awal Mei 2026. Tahapan ini akan menentukan kontraktor pelaksana proyek.
“InsyaAllah akhir bulan ini selesai dokumennya, dan awal Mei kita mulai proses tender fisik stadion,” jelas Zuhaelsi.
Proses Tender dan Kriteria Peserta Lelang
Proses tender diperkirakan memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan. Hal ini mengacu pada ketentuan yang berlaku dalam pengadaan barang dan jasa. “Secara aturan proses pemilihan itu 30 sampai 45 hari, apalagi ini ada dokumen teknis, jadi bisa sampai 45 hari,” katanya.
Dengan estimasi tersebut, penandatanganan kontrak ditargetkan berlangsung akhir Juni 2026. Setelah itu, pekerjaan fisik bisa segera dimulai. Namun, jadwal tersebut tetap bergantung pada kelancaran proses tender. Jika tidak ada hambatan, proyek akan berjalan sesuai target.
Dalam proses tender, sejumlah kriteria akan diterapkan kepada peserta lelang. Salah satu yang utama adalah kemampuan memenuhi standar stadion internasional. Standar FIFA menjadi acuan penting agar stadion yang dibangun memiliki kualitas dan kelayakan tinggi.
“Yang pertama harus memenuhi standar FIFA, karena ini stadion,” kata Zuhaelsi. Selain itu, nilai proyek yang berada di atas Rp100 miliar membuka peluang bagi perusahaan besar, termasuk BUMN, untuk ikut serta. Meski demikian, peluang bagi kontraktor lokal tetap terbuka. Mereka tetap bisa berpartisipasi sepanjang memenuhi persyaratan.
“Tidak menutup peluang perusahaan lokal, tetap terbuka, tapi karena nilainya besar biasanya BUMN juga masuk,” jelasnya.
Anggaran dan Skema Pembiayaan
Dari sisi anggaran, pembangunan fisik Stadion Untia tahun ini dialokasikan sebesar Rp124 miliar. Nilai tersebut sudah termasuk pekerjaan penimbunan lahan. Pemerintah Kota Makassar untuk sementara menggunakan APBD murni untuk pembangunan stadion.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, menyampaikan bahwa seluruh kebutuhan dana akan dipetakan untuk tiga tahun berturut-turut (2025-2027). “Hasil rapat (alokasi anggaran) murni APBD, kita biayai dengan skema multiyears,” kata Zulkifli. Pemkot juga akan berkoordinasi dengan DPRD Makassar terkait rencana tersebut. Harapannya proyek prioritas stadion bisa dibahas dalam KUA PPAS APBD mendatang.
Hitungan awal, konstruksi stadion butuh Rp500 miliar. “Kami sudah konsultasi ke BPKAD, semoga kekuatan finansial kita sampai 3 tahun kedepan bisa biayai stadion,” harapnya. Kendati begitu, Pemkot tidak menutup kesempatan bagi calon investor yang ingin bekerjasama menyukseskan proyek ini.











