Stadion Teladan Masih Menyisakan Pekerjaan Rumah Jelang Piala AFF U-19 2026
Stadion Teladan, yang akan menjadi salah satu venue utama dalam penyelenggaraan Piala AFF U-19 2026, masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan. Acara ini direncanakan berlangsung pada 1 hingga 14 Juni 2026 dan akan dihadiri oleh tim-tim nasional dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.
Pengawasan terhadap kesiapan Sumatera Utara sebagai tuan rumah dilakukan oleh ASEAN Football Federation (AFF) melalui peninjauan langsung yang berlangsung tertutup pada 4–5 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, tim AFF mengevaluasi berbagai aspek, mulai dari stadion utama hingga fasilitas pendukung seperti lapangan latihan dan infrastruktur lainnya.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengonfirmasi adanya kunjungan tersebut. Ia menyatakan bahwa secara administratif, Sumatera Utara sudah memenuhi persyaratan sebagai tuan rumah, meskipun masih ada beberapa catatan teknis yang perlu segera diperbaiki.
“Secara administrasi sudah oke. Tinggal kekurangan-kekurangan kecil di lapangan yang bukan menjadi kendala besar, tapi tetap menjadi pekerjaan rumah. Kemarin saat dicek, memang ada beberapa PR yang harus diselesaikan, paling banyak di Stadion Teladan, tapi itu terus kita kejar,” ujar Bobby kepada awak media.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara, M. Mafullah Daulay, juga menyampaikan hal serupa. Ia menjelaskan bahwa secara umum kesiapan infrastruktur sudah hampir rampung, hanya menyisakan beberapa penyempurnaan teknis di sejumlah titik.
Salah satu catatan penting dari AFF adalah kebutuhan penambahan tangga darurat di stadion utama. Fasilitas ini dinilai krusial untuk mendukung kelancaran acara, terutama dalam situasi tertentu seperti penyerahan trofi saat kondisi cuaca tidak mendukung.
“Contohnya di stadion utama, perlu tangga darurat. Jadi kalau nanti ada kondisi seperti hujan lebat saat penyerahan hadiah, kegiatan bisa dialihkan ke tribun corporate box. Dengan adanya tangga darurat, akses ke atas tidak perlu memutar. Selain itu ada beberapa hal kecil lain yang kami optimistis bisa segera diselesaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh hasil evaluasi dari AFF telah dilaporkan kepada Gubernur Sumut, dan pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan seluruh kekurangan dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ipung tersebut menegaskan bahwa Sumatera Utara sangat siap menjadi tuan rumah dan berharap dukungan penuh dari masyarakat. Menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan turnamen ini tidak hanya berdampak pada olahraga, tetapi juga sektor ekonomi dan pariwisata daerah.
“Prinsipnya Sumatera Utara sudah siap. Kami mohon dukungan masyarakat. Kalau kita sukses di U-19 ini, tidak menutup kemungkinan ke depan kita bisa menjadi tuan rumah level senior. Ini menjadi catatan penting bagi kita,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti potensi dampak ekonomi yang akan muncul dari gelaran internasional tersebut. Dengan kedatangan tim dan suporter dari berbagai negara Asia Tenggara, sektor perhotelan, kuliner, hingga UMKM diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan.
“Ini satu-satunya penyelenggaraan di luar Pulau Jawa, jadi orang datang ke Sumatera Utara bukan hanya untuk berwisata, tetapi juga melalui olahraga. Hotel-hotel akan penuh, UMKM bergerak, dan ini menjadi momentum positif,” katanya.
Selain itu, ajang ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga, khususnya sepak bola. Apalagi, saat ini Indonesia tengah berada dalam euforia berbagai event olahraga internasional.
“Dengan adanya event seperti ini, mudah-mudahan masyarakat semakin mencintai olahraga. Mungkin sekarang sepak bola, ke depan bisa cabang olahraga lain. Yang penting budaya olahraga tumbuh dan masyarakat menjadi lebih sehat,” pungkasnya.











