Kiprah Heroik Omid Popalzay dalam Dua Pertandingan Berbeda
Omid Popalzay menunjukkan performa luar biasa saat tampil untuk Persiraja Banda Aceh, meskipun baru saja tiba dari Myanmar beberapa jam sebelum pertandingan melawan Sriwijaya FC. Ia masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-25 dan mencetak gol penentu kemenangan 2-1 lewat tendangan penalti di menit ke-90. Sebelumnya, ia juga memberikan assist penting untuk gol Ariel Kurung.
Kemenangan ini memastikan Persiraja tetap berada di posisi kelima klasemen Grup Barat Liga Pegadaian Championship dengan 34 poin. Performa Omid menjadi bukti bahwa ia mampu berkontribusi besar meski dalam kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya.
Perjalanan Panjang dan Kesibukan yang Padat
Kelelahan tidak menjadi hambatan bagi Omid Popalzay untuk tampil maksimal. Dalam rentang kurang dari 48 jam, ia menjalani dua pertandingan di dua level berbeda, dan sama-sama meninggalkan jejak penting.
Pada Kamis (26/3/2026), Omid masih bermain bersama Timnas Afghanistan dalam laga Kualifikasi Piala Asia melawan Myanmar. Ia tampil penuh selama 90 menit dan bahkan mencetak satu gol. Namun, hasil akhir tidak berpihak setelah Afghanistan kalah 1-2 dari lawan.
Setelah pertandingan tersebut, Omid langsung bertolak kembali ke Indonesia. Perjalanan panjang itu membawanya tiba di Banda Aceh pada Sabtu (28/3/2026) sore pukul 17.40 WIB. Hanya tiga jam sebelum pertandingan Persiraja melawan Sriwijaya FC yang dimulai pada pukul 20.30 WIB.
“Seharusnya saya tiba di Banda Aceh jam 8 pagi, tapi karena penerbangan pertama dari Myanmar tertunda, saya ketinggalan flight lanjutan,” kata Omid usai laga. “Semua penerbangan lainnya penuh, jadi total perjalananku sampai 20 jam. Transit 8 jam di Bangkok dan 6 jam di Kuala Lumpur.”
Masuk sebagai Pengganti dan Mencetak Gol Penting
Situasi tersebut membuat Omid tidak langsung masuk dalam susunan pemain utama. Namun, keadaan berubah cepat. Pada menit ke-25, ia diturunkan menggantikan Juan Mera yang cedera. Meski dalam kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya, Omid tetap memberikan kontribusi nyata.
Di tengah kesulitan Persiraja menembus pertahanan rapat Sriwijaya FC, kehadiran Omid membawa energi baru dalam permainan. Puncaknya terjadi di momen krusial jelang akhir laga. Ia dipercaya sebagai eksekutor penalti. Meski gagal pada percobaan pertama setelah ditepis kiper lawan, Omid memanfaatkan bola rebound dan mengonversinya menjadi gol pada menit ke-90.
Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 bagi Persiraja di Stadion H Dimurthala. Persiraja sempat unggul lebih dulu 2-0 atas Sriwijaya FC sebelum dibalas pada masa injury time.
Kontribusi Lain dan Rasa Percaya Diri
Gol pertama Persiraja di laga ini dicetak oleh Ariel Kurung berkat assist tendangan bebas Omid Popalzay di menit ke-60. “Saya senang dengan kemenangan ini, tapi saya rasa saya sebenarnya bisa tampil lebih baik,” ujar Omid. “Karena saya bermain dengan kram sejak awal babak kedua dan mungkin hanya tidur sekitar 10 jam dalam dua hari.”
Dalam dua hari, Omid mencatatkan dua gol dari dua pertandingan berbeda. Satu untuk tim nasional, satu untuk klub. Dari Myanmar hingga Banda Aceh, ia menunjukkan konsistensi dan profesionalisme di tengah keterbatasan waktu pemulihan.
“Sejujurnya, saya punya kepercayaan diri yang cukup baik karena saya baru saja mencetak gol bersama tim nasional dan ditunjuk sebagai kapten,” katanya. “Jadi energi positifnya terasa dan saya merasa akan punya peran penting dalam pertandingan Sriwijaya FC.”
Bukti Konsistensi dan Profesionalisme
Kisah ini menjadi bukti bahwa di balik padatnya jadwal dan kelelahan perjalanan, seorang pemain tetap bisa menjadi pembeda. Di Lampineung malam itu, Omid Popalzay sekali lagi membuktikan dirinya sebagai sosok penting bagi Persiraja.
Hasil kemenangan tersebut juga memastikan Laskar Rencong tetap kukuh di posisi kelima klasemen sementara Grup Barat Pegadaian Championship 2025/26 dengan 34 poin. Selisih empat poin dari PSMS Medan di posisi keenam usai tertahan dari tamunya PSPS Pekanbaru.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











