Kesetiaan Ultras Palembang Terhadap Sriwijaya FC
Ultras Palembang, sebagai kelompok suporter yang dikenal paling militan di kawasan Sumatera Selatan, tetap menunjukkan kesetiaannya terhadap Sriwijaya FC meskipun tim tersebut telah dipastikan terdegradasi ke Liga 3 musim depan. Dalam beberapa laga terakhir, mereka terus memberikan dukungan penuh kepada Laskar Wong Kito, bahkan dalam situasi yang tidak menguntungkan.
Harapan untuk Laga Terakhir
Salah satu harapan utama dari para suporter adalah agar laga penutup Liga 2 bisa digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Mereka berharap dapat menyaksikan pertandingan terakhir tim kesayangan mereka di kasta kedua dengan hadirnya penonton. Hal ini menjadi penting karena musim depan, Sriwijaya FC akan berlaga di Liga 3, dan penggemarnya ingin tetap mendukung dari dekat.
Agenda Away Days
Meski harus menghadapi masa depan yang tidak pasti, Ultras Palembang tetap merencanakan aktivitas seperti Away Days. Salah satu rencana yang disampaikan oleh Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH, adalah melakukan perjalanan ke Tegal untuk mendukung Sriwijaya FC saat melawan Persekat. Rencana ini menunjukkan bahwa semangat suporter tidak pernah padam, bahkan ketika tim sedang menghadapi tantangan besar.
Konsolidasi Suporter
Setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H, Ultras Palembang menggelar acara halal bihalal bersama seluruh sezione, pengurus, dan sayap wanita mereka, yaitu Sriwijaya Donna Dura (SDD). Acara ini diadakan di Gedung Kesenian Palembang, sebagai bentuk konsolidasi untuk memperkuat ikatan antar anggota. Dengan adanya pertemuan ini, mereka berharap dapat menjaga komitmen dan semangat yang sama dalam mendukung Sriwijaya FC.
Buka Puasa Bersama di Tengah Ramadan
Di tengah bulan suci Ramadan, Ultras Palembang juga menggelar acara Buka Puasa Bersama (Bukber) lintas sezione di Kafe Warkop King Agam, tepian dermaga Pasar 16 Ilir Palembang, pada hari Minggu (8/3/2026). Momen ini dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan antar anggota dan memastikan bahwa semangat mendukung Sriwijaya FC tetap hidup meski tim tidak lagi berlaga di kasta utama atau kedua.
Komitmen Tanpa Batas
Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi, menegaskan bahwa degradasi bukanlah alasan bagi anggotanya untuk beralih ke klub lain. Menurutnya, komitmen suporter harus diuji saat klub dalam kondisi terpuruk. Ia menekankan bahwa jargon “Sriwijaya FC Selamanya” tetap menjadi pedoman bagi seluruh anggota.
Tantangan di Liga 3
Qusoi juga menyampaikan kekhawatiran terkait tantangan di Liga 3 musim depan, terutama terkait regulasi penonton. Jika laga-laga di Liga 3 dilakukan tanpa penonton, maka akan sulit bagi suporter untuk berkumpul dan saling mendukung. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi awal dari persiapan untuk menyambut Sriwijaya FC di kasta terendah.
Catatan Kelam di Pegadaian Championship 2025/26
Kepastian degradasi ini menjadi pil pahit bagi skuat asuhan head coach Iwan Setiawan. Kekalahan telak 3-0 dari Sumsel United pada laga ke-21 menjadi titik nadir yang menutup peluang Elang Andalas untuk bertahan. Hingga saat ini, Sriwijaya FC hanya mampu mengantongi 2 poin dari 21 pertandingan. Mirisnya, dari puluhan laga yang telah dilakoni, SFC belum pernah sekalipun mencicipi manisnya kemenangan (2 kali seri, sisanya kalah).
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











