Perayaan 30 Tahun Pengabdian Alouisia Choir dengan Kunjungan ke Pulau Madura
Alouisia Choir, paduan suara alumni St. Louis 1 Surabaya, merayakan 30 tahun pengabdian dengan mengunjungi tiga paroki di Pulau Madura, Jawa Timur: Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka ulang tahun tiga dekade sekaligus sebagai bentuk syukur dan misi pelayanan kepada umat Katolik di luar Surabaya.
Kunjungan tersebut berlangsung pada tanggal 10 Januari 2026 di Paroki Maria Fatima di Bangkalan, 24 Januari 2026 di Paroki Maria Ratu Para Rasul di Pamekasan, dan 25 Januari 2026 di Paroki Maria Gunung Karmel di Sumenep. Manager Alouisia Choir, Jeffri Hendrawan, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk melayani umat dan berbagi berkat bersama mereka.
Pelayanan dan Edukasi Melalui Paduan Suara
Jeffri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang dikemas dengan konsep pelayanan dan edukasi. Fokus utamanya adalah mengisi dan mengiringi ibadah Misa melalui pelayanan paduan suara. Selain itu, momen kebersamaan juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarumat melalui kegiatan kuliner dan wisata lokal.
Selama Misa, Alouisia Choir membawakan total 10 lagu, mulai dari lagu pembuka hingga lagu penutup. Bagian paling menarik dalam kunjungan tersebut adalah saat Alouisia Choir membawakan lagu rohani berbahasa daerah Madura berjudul Odhi’ Neka Menangka Kasempaden (Hidup Ini Adalah Kesempatan). Lagu tersebut menjadi kejutan tersendiri bagi umat di tiga paroki yang dikunjungi.
Persiapan dan Tantangan
Umat terlihat sangat senang dan antusias, apalagi saat mereka menyanyikan lagu rohani berbahasa Madura. Menurut Jeffri, pemilihan lagu daerah ini merupakan upaya untuk mendekatkan diri dengan umat setempat sekaligus menghargai kearifan lokal.
Meski persiapan tergolong singkat, Alouisia Choir tetap berupaya maksimal menyajikan pelayanan terbaik. Tantangan utama adalah menyelaraskan jadwal latihan di tengah kesibukan masing-masing anggota. Latihan rutin dilakukan setiap minggu demi memantapkan aransemen dan kekompakan tim.
Dari total 30 anggota aktif, sebanyak 10 personel dilibatkan dalam kunjungan pelayanan ke Madura. Jeffri menjelaskan bahwa dipilihnya Madura bukan tanpa alasan. Selain jaraknya relatif dekat dari Surabaya, sejumlah anggota juga memiliki latar belakang keluarga dari Madura.
Rencana Ke Depan dan Visi Alouisia Choir
Ke depan, Alouisia Choir berencana memperluas pelayanan ke sejumlah paroki lain di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Kediri, dan Probolinggo. Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan ulang tahun, tetapi juga memperluas kolaborasi dan pelayanan lintas paroki.
Jeffri menegaskan bahwa semangat pelayanan tersebut sejalan dengan visi almarhum F.X. Aryono Soeprapto agar paduan suara terus hadir untuk melayani dan berbagi kasih. Selain itu, Alouisia Choir juga tengah menyiapkan konser syukur 30 tahun yang rencananya melibatkan angkatan pertama dan kedua.
“Kalau Tuhan berkenan, kami juga ingin membawa pelayanan ini sampai ke Bali, untuk terus memberkati dan membawa misi pelayanan ke tempat yang lebih luas,” tutup Jeffri.
Berbagai Aktivitas dan Kegiatan yang Dilakukan
- Pelayanan paduan suara selama Misa
Alouisia Choir memberikan pelayanan dengan menyanyikan berbagai lagu rohani selama prosesi ibadah. - Membawakan lagu daerah Madura
Salah satu lagu yang dinyanyikan adalah Odhi’ Neka Menangka Kasempaden, yang sangat disukai oleh umat setempat. - Kegiatan kuliner dan wisata lokal
Momen kebersamaan digunakan untuk mempererat hubungan antarumat melalui aktivitas budaya lokal. - Latihan rutin setiap minggu
Anggota paduan suara melakukan latihan secara berkala untuk memastikan kualitas penyajian yang optimal. - Rencana ekspansi ke wilayah lain
Alouisia Choir berencana memperluas pelayanan ke paroki-paroki lain di Jawa Timur dan bahkan Bali.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











