Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Sejarah Barcode: Inovasi Penting yang Mengubah Banyak Sektor

Sejarah Singkat Barcode dan Perkembangannya

Barcode, yang sering kali dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Dari awalnya digunakan untuk pelabelan gerbong kereta api hingga menjadi alat penting dalam berbagai industri, barcode telah mengalami banyak perubahan dan peningkatan teknologi. Berikut adalah beberapa tahap perkembangan dan sejarah singkat dari barcode.

1. Barcode Pertama Berbentuk Lingkaran

Pada akhir tahun 1940-an, dua siswa bernama Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland sedang mencari solusi untuk membaca informasi produk secara otomatis. Ide mereka dimulai dengan menggunakan pola tinta yang bersinar di bawah sinar UV. Namun, karena masalah kualitas dan biaya, mereka memutuskan untuk mengubah pendekatan.

Pada tahun 1949, Woodland mengajukan paten untuk desain barcode modern. Desain ini tidak terlalu mirip dengan yang kita kenal saat ini, karena bentuknya berupa lingkaran konsentris, mirip dengan bullseye. Polanya didasarkan pada kode Morse, dengan empat garis putih pada latar belakang gelap. Informasi produk dikodekan berdasarkan ada atau tidaknya garis putih, menghasilkan 7 kategori produk yang dapat diidentifikasi.

2. Tujuan Awal Barcode: Pelabelan Gerbong Kereta Api

Awalnya, barcode digunakan untuk memberi label pada gerbong kereta api. Namun, sistem ini tidak diterima secara universal sampai pengembangan sistem checkout belanjaan. Saat ini, barcode digunakan untuk menciptakan efisiensi baru di berbagai bisnis, termasuk saat sedang checkout barang belanjaan di supermarket.

3. Penggunaan Universal Product Code (UPC) di Supermarket

Pada musim panas 1974, universal product code (UPC) atau barcode seperti saat ini dipindai untuk pertama kalinya di pasar grosir di Ohio. Di supermarket Marsh, 10 bungkus permen meluncur ke bawah ban berjalan dan menjadi barang belanjaan pertama yang dipindai.

Saat ini, barcode menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas berbelanja di swalayan. Bahkan, barcode digunakan lebih dari sekadar mengidentifikasi barang di dalam toko. Misalnya, mendukung berbagai alur kerja pengiriman barang dan mengecek keaslian suatu produk.

4. Kode 39 dan Kode 128

Barcode kode 39 digunakan untuk memberi label barang di banyak industri. Kode 39 dikembangkan oleh Intermec Corporation pada tahun 1975 dan memungkinkan penggunaan angka dan karakter. Nama kode ini berasal dari fakta bahwa pada awalnya hanya dapat mengkodekan 39 karakter. Dalam versi terbarunya, set karakter telah ditingkatkan menjadi 43, termasuk angka, huruf, dan beberapa simbol.

Pada tahun 1981, spesialis barcode AS Computer Identics merancang kode 128, yang menampilkan kepadatan data yang lebih tinggi daripada kode 39. Kode 128 digunakan di seluruh dunia dan umum di sektor-sektor seperti pergudangan, transportasi dan logistik, manufaktur, dan perawatan kesehatan.

5. Smartphone sebagai Pemindai Barcode

Saat ini, kemampuan smartphone memindai barcode dengan kecepatan kilat sudah dianggap biasa. Namun, kemampuan ini tidak mungkin didapat tanpa adanya fitur rekaman video di HP. Fitur rekaman video baru ada di HP pada awal tahun 2000-an. Kala itu, fitur kamera HP canggih memiliki resolusi VGA yang dapat merekam video hingga 95kb antara 9 dan 27 detik.

Smartphone saat ini merekam video pada resolusi 4k, dan memungkinkan pemindaian barcode apa pun secepat kilat. Hal ini memungkinkan untuk mengganti pemindai genggam khusus dengan smartphone yang lebih hemat biaya.

6. Barcode pada Obat

Pada Februari 2004, U.S. Food and Drug Administration (FDA) memutuskan bahwa barcode harus diaplikasikan pada obat-obatan tertentu. Sejak saat itu, pada kemasan obat-obatan telah dicantumkan barcode yang membuat proses identifikasi dan pendistribusian obat kepada pasien menjadi lebih mudah.

Teknologi barcode telah berkembang untuk membantu penyedia layanan kesehatan mengatasi banyak tantangan lain di seluruh lingkungan perawatan. Ini mendorong efisiensi fasilitas dan hasil perawatan yang unggul dalam prosesnya.

7. Barcode Saat Ini

Bisnis barcode berkembang pesat sepanjang tahun 1980-an, dan saat ini hampir semua perusahaan besar sudah menggunakan barcode untuk produknya. Bukan hanya untuk produk konsumen, banyak biobank, laboratorium penelitian, fasilitas klinis, dan rumah sakit telah mengadopsi label barcode sebagai sarana untuk menyederhanakan pelacakan sampel dan inventaris, manajemen alur kerja, dan untuk mengurangi potensi kesalahan yang berakibat fatal.

Teknologi barcode telah berkembang pesat sejak awal mula penciptaannya. Bahkan saat ini telah ada printer barcode dan pelabel otomatis. Ini semua telah mengubah cara sampel dan inventaris dikelola, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas berbagai bidang bisnis secara keseluruhan.

Demikianlah sejarah barcode sejak awal diciptakan hingga saat ini. Siapa sangka, sesuatu yang tampak sederhana ini butuh langkah yang panjang dalam pembuatannya dan memiliki peran penting dalam berbagai bidang industri.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *