Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Budaya  

Generasi berkumpul di buka puasa Walhi Sulsel, diskusi masa depan lingkungan

Pertemuan Lintas Generasi Aktivis Lingkungan di Sulawesi Selatan

Aktivis lingkungan dari berbagai kalangan berkumpul dalam acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan. Acara ini digelar di Sekretariat WALHI Sulsel, Kompleks Permata Hijau Lestari, Jl Hertasning, Makassar, pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk konsolidasi jaringan para pegiat lingkungan di daerah.

Buka puasa menjadi ruang penting bagi para aktivis dan alumni WALHI untuk memperkuat hubungan serta mendiskusikan isu-isu lingkungan yang relevan. Hadir dalam acara ini antara lain Direktur pertama Walhi Sulsel Asmin Amin, Mantan Komisioner KPU Pangkep Burhan A, Direktur YLK, Ambo Masse, Senior Mapala Korpala Unhas Andi Sudirman, Ketua Aman Sulsel Tenri Itti, Akademisi UIN Zul Ashari, Senior Walhi Sulsel/YPMP Sulsel Nina Basira, serta Direktur YPL, Rais.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, menjelaskan bahwa acara buka puasa ini merupakan agenda rutin tahunan yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk merajut kembali jaringan gerakan lingkungan di Sulawesi Selatan.

“Pesannya sebenarnya bukan pada buka puasanya, tetapi bagaimana merajut, mengonsolidasikan kembali komponen-komponen WALHI, alumni-alumni WALHI, orang-orang yang selama ini berkontribusi besar terhadap gerakan lingkungan di Sulsel,” ujarnya.

Selain para aktivis dan alumni WALHI, acara ini juga melibatkan komunitas pencinta alam dan mahasiswa pencinta alam untuk berdiskusi mengenai isu-isu lingkungan sambil menunggu waktu berbuka. WALHI Sulsel juga mengundang komunitas warga dari wilayah Tallo yang selama ini berjuang bersama memperjuangkan akses air bersih kepada Pemerintah Kota Makassar.

“Setahu saya tahun lalu mereka sudah berhasil mendapatkan air bersih, tetapi fasilitas air bersihnya belum dapat. Kita undang kembali, kita diskusi-diskusi kembali,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran para alumni dan tokoh senior gerakan lingkungan, termasuk Direktur pertama WALHI Sulsel. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa hubungan silaturahmi dan kekeluargaan WALHI tetap terjalin secara harmonis hingga saat ini.

Menurut Al Amin, pertemuan lintas generasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan masyarakat sipil di tengah meningkatnya konflik lingkungan di Indonesia. Ia menilai Sulsel, khususnya Kota Makassar, memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk aktivitas ekstraksi sumber daya alam di kawasan Indonesia Timur.

“Nah harus dipahami oleh semua orang, terutama para aktivis NGO di Sulawesi Selatan, bahwa Makassar atau Sulawesi Selatan itu pintu masuknya ekstraksi di Indonesia Timur,” jelasnya.

Ia menilai penting bagi organisasi masyarakat sipil untuk terus melakukan regenerasi aktivis serta memperkuat konsolidasi gerakan lingkungan agar mampu mengawal berbagai ancaman kerusakan lingkungan di wilayah timur Indonesia.

“Tahun ini kita akan lebih banyak melakukan konsolidasi. Fokus kita masih soal perlindungan ekosistem esensial, hutan, karst, dan pesisir. Kemudian kita juga sedang mendorong keadilan urban, dekarbonisasi, serta transisi mineral dan energi,” katanya.

Selain itu, WALHI Sulsel juga menyoroti pentingnya menjaga ruang sipil agar gerakan lingkungan dapat berjalan secara bebas dan kritis. Di sisi lain, organisasi tersebut juga masih fokus mengawal perlindungan bentang alam hutan terakhir di wilayah Utara Sulsel yang dinilai terancam oleh ekspansi industri pertambangan.

Tak hanya itu, WALHI Sulsel juga menyampaikan penolakan terhadap rencana eksploitasi proyek geotermal di wilayah tersebut karena dikhawatirkan berpotensi merusak lingkungan. WALHI Sulsel juga berencana menggelar konferensi internasional di Makassar pada Juni mendatang bertajuk Eastern Indonesia International Conference on Critical Mineral and Energy Transition. Konferensi ini akan melibatkan berbagai organisasi lingkungan internasional untuk membahas isu transisi energi dan mineral kritis.


Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *