Semarang, Kota yang Menyimpan Kenikmatan Kuliner Legendaris
Mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung. Bagi banyak orang, mudik juga menjadi kesempatan untuk menikmati rasa-rasa yang jarang ditemui di kota perantauan. Jika perjalanan Anda melewati Semarang melalui Tol Trans Jawa, jangan hanya berhenti di rest area. Kota ini memiliki banyak kuliner legendaris yang telah bertahan puluhan bahkan ratusan tahun. Setiap hidangan tidak hanya menawarkan rasa yang khas, tetapi juga menyimpan cerita sejarah panjang tentang budaya Jawa, Tionghoa, dan tradisi kuliner lokal yang berpadu dalam satu piring.
Berikut beberapa kuliner legendaris Semarang yang wajib dicoba pemudik saat mudik Lebaran 2026:
1. Lumpia Gang Lombok – Ikon Kuliner Semarang
Alamat: Gang Lombok No.11, Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Saat menyebut kuliner Semarang, hampir semua orang langsung teringat lumpia. Salah satu yang paling terkenal adalah Lumpia Gang Lombok, yang sudah ada sejak lebih dari satu abad. Kuliner ini merupakan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa yang unik. Isi lumpianya terdiri dari rebung, telur, udang, dan daging ayam. Biasanya disajikan dengan saus manis kental, acar mentimun, dan cabai rawit. Bagi pemudik, lumpia juga cocok dijadikan oleh-oleh khas Semarang sebelum melanjutkan perjalanan.
2. Tahu Gimbal Pak Edi – Kuliner Malam Favorit
Alamat: Jl. Menteri Supeno, Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kuliner legendaris berikutnya yang wajib dicoba adalah tahu gimbal. Hidangan ini terdiri dari tahu goreng, lontong, kol dan tauge, telur serta bakwan udang (gimbal). Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan saus kacang kental bercampur petis yang gurih dan sedikit manis. Tahu gimbal sering menjadi pilihan kuliner malam di Semarang karena porsinya besar dan rasanya kaya.
3. Soto Bangkong – Legendaris Sejak 1950-an
Alamat: Jl. Brigjen Katamso No.1, Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Jika Anda tiba di Semarang pada pagi hari saat perjalanan mudik, Soto Bangkong adalah menu sarapan yang pas. Warung ini sudah berdiri sejak 1950-an dan masih mempertahankan resep tradisionalnya hingga sekarang. Ciri khas soto ini adalah kuah bening gurih, suwiran ayam kampung, bawang goreng melimpah, dan sambal pedas segar. Satu mangkuk soto hangat sering menjadi penyegar setelah perjalanan panjang di jalan tol.
4. Es Puter Cong Lik – Penutup Manis Legendaris
Alamat: Jl. KH Ahmad Dahlan No.11, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang.
Setelah menikmati makanan berat, saatnya mencoba dessert legendaris Semarang. Es Puter Cong Lik sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan tetap menjadi favorit hingga sekarang. Yang membuat es ini berbeda adalah bahan dasarnya menggunakan santan, bukan susu seperti es krim modern. Varian rasanya cukup beragam seperti durian, alpukat, kopyor, cokelat, dan kelengkeng. Rasanya lembut, segar, dan membawa nuansa nostalgia kuliner tempo dulu.
5. Leker Paimo – Street Food Legendaris Semarang
Alamat: Depan SMA Kolese Loyola, Jl. Karanganyar, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Bagi pencinta jajanan kaki lima, Leker Paimo adalah kuliner yang wajib dicoba. Leker ini sudah populer sejak 1970-an dan dikenal dengan adonan tipis renyah serta topping yang beragam. Beberapa topping favorit antara lain, pisang cokelat, keju, telur sosis, dan jagung manis. Meski sederhana, antrean di gerobak ini hampir selalu panjang.
Semarang bukan sekadar kota transit saat mudik Lebaran 2026. Kota ini juga menyimpan banyak kuliner legendaris yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang masyarakatnya. Dari lumpia yang sudah berusia lebih dari satu abad hingga tahu gimbal yang kaya rasa, setiap makanan menawarkan pengalaman kuliner yang sulit dilupakan. Di tengah perjalanan pulang kampung yang melelahkan, berhenti sejenak di Semarang untuk menikmati kuliner legendarisnya bisa menjadi momen sederhana yang membuat perjalanan mudik terasa lebih hangat.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











