Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Aksi Heroik Bojan Hodak Tenangkan Bobotoh Usai Persib Gagal ke Perempat Final ACL

Persib Bandung Gagal Melangkah ke Babak Perempat Final AFC Champions League Two

Pada pertandingan leg kedua antara Persib Bandung melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026) malam, tim Maung Bandung gagal melangkah ke babak perempat final AFC Champions League Two (ACL 2). Meskipun berhasil menang 1-0 di leg kedua, Persib kalah agregat 1-3 setelah kalah 0-3 di leg pertama pada 11 Februari 2026 lalu.

Aksi bobotoh yang merangsek masuk ke area lapangan terjadi setelah hasil pertandingan tersebut. Kekecewaan langsung muncul dari para pendukung Persib, terutama dari tribun selatan. Awalnya hanya sejumlah kecil oknum yang turun, namun lambat laun, bobotoh lain juga ikut bergabung.

Di tengah situasi yang memanas, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, langsung turun tangan untuk menenangkan massa. Ia beberapa kali mengangkat tangan dan memperagakan gerakan meminta bobotoh kembali ke tribun. Para pemain Persib juga ikut membantu dalam upaya meredam emosi suporter.

Namun, imbauan Bojan dan para pemain tidak sepenuhnya diindahkan. Bobotoh tetap bertahan di lapangan meski situasi semakin memburuk dengan ledakan petasan dan lemparan plastik serta kertas dari arah tribun. Akhirnya, Bojan dan para pemain memilih untuk masuk ke ruang ganti setelah upaya mereka tidak membuahkan hasil.

Seketika itu juga, sejumlah oknum bobotoh sempat mengikuti rombongan pemain hingga mendekati lorong masuk stadion. Namun, upaya tersebut langsung dihalau oleh petugas keamanan yang berjaga. Di situ pun terlihat terjadinya pertikaian.

Penjelasan Bojan Hodak Mengenai Kegagalan Tim

Bojan Hodak mengaku bahwa selama 45 menit pertama, timnya bermain cukup baik. “Mereka bertahan dengan sepuluh pemain, kami bisa mencetak satu gol, ada satu gol juga yang dianulir dan memiliki beberapa peluang,” ujarnya setelah pertandingan.

Menurut Bojan, jika timnya bermain tidak dengan sepuluh pemain, mungkin bisa lolos ke babak selanjutnya. “Mengenai kartu merah, saya tidak bisa bicara apapun, tapi ada daftar panjang hal perlu dibahas, bukan hanya kartu merah. Kami akan mengirim (surat keberatan) dan kita akan lihat, mereka pasti akan menjawabnya, tapi itu tak akan mengubah apapun, kami tersingkir,” katanya.

Bojan menyatakan bahwa masalah utamanya ada di pertandingan leg pertama karena saat itu tidak berada pada level yang seharusnya. “Tapi tidak apa-apa, sekarang kami akan fokus ke liga. Dalam empat hari kami sudah harus bertanding lagi dan ke laga berikutnya kembali hanya ada jeda empat hari. Tapi jika seandainya kami bisa bermain terus seperti di babak pertama, saya merasa yakin kami bisa mendapat hasil yang positif,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah suporter yang hadir mencapai sekitar 30 ribu orang. “Tidak mudah bermain di sini, jika kalian ingat laga melawan Bangkok United, di babak pertama kesulitan. Bisa dilihat juga tadi Ratchaburi tidak mudah bermain di sini dan itu keuntungan bagi kami,” kata Bojan.

Namun, ia juga menyebut bahwa ada sekitar seratus orang yang merusak suasana. “Mereka datang untuk kepentingan pribadinya karena timnya bisa saja didenda karena seratus orang. Atau bahkan itu kurang dari seratus orang, mereka meneror semuanya. Saya bisa katakan 99 persen suporter fantastis dan bagi setiap lawan yang datang ke sini itu tidak akan mudah, itu keuntungan ketika kami bermain di kandang sendiri,” ucapnya.

Tanggapan Pelatih Ratchaburi FC

Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, mengatakan bahwa timnya tidak bisa bermain dengan permainan yang biasa dimainkannya. “Karena itulah, ketika kita mendapat kesempatan untuk bermain set piece atau throw-in, mungkin terlihat seperti kita sedang mengecewakan, tapi kita harus menambahkan detail,” ujarnya.

Worrawoot menambahkan bahwa ketika timnya memiliki kesempatan seperti itu, mungkin terlihat sedikit lambat, tapi mereka harus menambahkan detail dengan posisi. “Itulah sebabnya kita harus seperti itu,” ujarnya.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *