Tradisi Padusan di Klaten Menjelang Ramadhan 2026
Menjelang Ramadhan 2026, tradisi padusan kembali ramai di Kabupaten Klaten. Sejumlah umbul (mata air alami) menjadi favorit warga untuk bersuci sebelum memasuki bulan suci. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi ajang wisata dan kegiatan tahunan yang menarik minat pengunjung dari berbagai daerah.
Berikut adalah daftar umbul di Klaten yang cocok untuk melakukan aktivitas padusan:
-
Umbul Manten
Lokasi Umbul Manten berada di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Kedalaman umbul ini sekitar 1,5 meter. Lingkungan sekitar umbul masih terlihat asri dengan adanya pohon besar di sekitar kolam. Tiket masuk ke Umbul Manten dikenakan biaya Rp 6.000 per orang. -
Umbul Pelem
Umbul Pelem Waterpark merupakan wahana permainan air yang sumbernya dari mata air alami. Lokasi Umbul Pelem berada di Jalan Tegalgondo-Janti, Dukuh Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten. Baru-baru ini, Umbul Pelem menarik perhatian publik karena pengelolaan yang baik mampu membuat warga desa bisa mendapatkan THR Rp 200.000 per orang. Umbul Pelem menawarkan wahana air seru seperti seluncuran, flying fox, dan kolam terapi. Tiket masuk Umbul Pelem berkisar Rp 10.000. -
Umbul Ponggok

Umbul Ponggok berlokasi di Jalan Delanggu-Polanharjo, Ponggok, Klaten. Kelebihan Umbul Ponggok yakni adanya spot foto Instagramable di dalam kolam. Pengunjung bisa foto ala-ala menyelam di dalam lautan. Meski dipenuhi ikan, air di Umbul Ponggok tidak berbau amis karena terus mengalir. -
Umbul Nilo
Lokasi Umbul Nilo berada di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten. Umbul Nilo memiliki luas sekitar 700 meter persegi dengan kedalaman 1,6 meter. Air di Umbul Nilo sangat jernih hingga dasar kolam terlihat dari pinggiran. Saat datang kemari, sebaiknya pengunjung berhati-hati karena dasar kolam terdiri dari pasir dan bebatuan. -
Umbul Sigedang

Lokasi Umbul Sigedang berada di Umbulsari, Ponggok, Polanharjo, Klaten. Awalnya, Umbul Sigedang hanya dipakai masyarakat sekitar untuk mandi dan cuci baju. Namun, Umbul Sigedang kini dikembangkan sebagai obyek wisata yang menghadirkan kolam air yang jernih. -
Umbul Cokro
Umbul Cokro awalnya dikenal dengan nama Umbul Ingas karena letaknya di antara pohon ingas yang besar. Pengunjung bisa menikmati beragam wahana seperti snorkeling, river tubing, dan ATV. Kolam Umbul Cokro memiliki luas kisaran 15.000 meter persegi. Masuk ke Umbul Cokro dikenakan biaya sebesar Rp 10.500 per orang. -
Umbul Jolotundo
Umbul Jolotundo berlokasi di Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Klaten. Wisata Umbul Jolotundo memiliki luas sekitar 500 meter persegi. Umbul Jolotundo memiliki tiga kolam renang dengan ukuran berbeda. -
Umbul Gedaren

Umbul Gedaren berlokasi di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Klaten. Umbul ini selain untuk obyek wisata, penting untuk kehidupan masyarakat sehari-hari. Masyarakat memanfaatkan air untuk mandi, mencuci, hingga mengairi sawah seluas 20 hektar. Umbul Gedaren terdiri dari dua sumber mata air yakni umbul lanang (bagian barat) dan umbul wadon (bagian timur). -
Umbul Besuki
Umbul Besuki berada di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. Asrinya pepohonan, semakin membuat umbul ini menarik. Umbul Besuki memiliki tiga kolam yakni untuk dewasa, anak-anak dan kolam terapi ikan. Umbul Besuki dilengkapi dengan gazebo, warung makan, dan area outbound. Harga tiket masuk Umbul Besuki yakni Rp 5.000 per orang. -
Umbul Kroman

Umbul Kroman berada di Kecamatan Jatinom, Klaten. Umbul ini masih sangat asri dan belum banyak bangunan yang dibangun di sekitar lokasi. Umbul Kroman memiliki luas sekitar 50 meter persegi. -
Umbul Susuhan
Umbul Susuhan berada di Manjungan, Ngawen, Klaten. Umbul ini berada di bawah pohon beringin besar yang rindang dan sudah berumur ratusan tahun. Air sumber Umbul Susuhan memasok empat kolam air yang dibangun terpisah. Tiket masuk Umbul Susuhan skitar Rp 8.000.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











