Perombakan Besar-Besaran di Lini Serang AC Milan
AC Milan sedang bersiap melakukan perombakan besar-besaran di lini serang untuk menyambut musim depan. Performa lini serang yang selama ini mengandalkan pemain sayap dinilai tidak bisa terus menerus dipertahankan. Oleh karena itu, klub berencana mendatangkan striker kelas kakap untuk memastikan ketajaman lini depan.
Beberapa nama telah masuk dalam daftar pertimbangan manajemen Rossoneri. Dengan kegagalan mendatangkan Jean-Philippe Mateta pada bursa transfer Januari, manajemen AC Milan akan kembali menyusun rencana untuk memperkuat lini depan. Pilihan yang tersedia cukup banyak, termasuk opsi untuk memperpanjang masa tinggal Niclas Fullkrug atau memberi kesempatan kepada Santiago Giménez untuk membuktikan kualitasnya setelah kembali bermain.
Namun, besar kemungkinan satu opsi dari luar juga akan direkrut dalam beberapa bulan ke depan. Menurut laporan Tuttomercatoweb, ada dua jalur yang sedang dipertimbangkan. Jalur pertama mengarah pada calon pemain bebas transfer Robert Lewandowski, yang kini sudah bisa menandatangani pra-kontrak dengan klub lain. Ia diperkirakan akan segera mengambil keputusan terkait masa depannya, dan tak diragukan lagi akan menjadi opsi luar biasa bagi AC Milan.
Namun, saat ini Rossoneri berada di belakang dalam perburuan sang striker. Atlético Madrid, Fenerbahçe, Chicago Fire, serta satu klub Arab Saudi yang tidak disebutkan namanya juga dikabarkan tertarik, dan tampaknya berada di posisi lebih depan. Sebagai alternatif, AC Milan juga bisa mempertimbangkan langkah untuk merekrut Gabriel Jesus. Kontraknya berlaku hingga musim panas 2027, dan belum ada indikasi perpanjangan, sehingga peluang transfer bisa saja terbuka.
Meski demikian, untuk saat ini, jalur utama masih mengarah pada Dusan Vlahovic, yang hampir pasti akan meninggalkan Juventus.
Rapor Penyerang AC Milan
Memasuki musim 2025-26, Allegri telah menetapkan Rafael Leao dan Christian Pulisic sebagai duet utama dalam sistem 3-5-2 racikannya. Secara umum, keputusan itu tidak banyak diperdebatkan, mengingat keduanya sangat menentukan saat berada dalam performa terbaik dan memiliki karakteristik yang saling melengkapi.
Namun, karena cedera, Leao dan Pulisic baru tiga kali menjadi starter bersama musim ini. Pertama saat Coppa Italia melawan Bari pada 17 Agustus, ketika Leao mengalami cedera betis. Kedua dalam kemenangan derby 1-0 atas Inter pada 23 November. Terakhir, pada 18 Januari saat menghadapi Lecce.
Minimnya frekuensi bermain bersama, ditambah jarak waktu yang cukup jauh di antara laga-laga tersebut, membuat keduanya belum mampu membangun chemistry dan kekompakan yang biasanya terbentuk melalui repetisi sebagai duet penyerang. Masalah lain juga muncul. Santiago Gimenez sempat memaksakan diri bermain dengan cedera pergelangan kaki yang akhirnya memerlukan operasi. Niclas Fullkrug, yang didatangkan pada hari pertama bursa transfer musim dingin, tak lama kemudian mengalami patah jari kaki. Sementara itu, Christopher Nkunku juga tidak langsung tampil impresif sejak kedatangannya.
Gambaran paling jelas dari persoalan lini depan AC Milan terlihat dalam laga terbaru melawan Bologna. Duet starter saat itu adalah Nkunku, yang sempat dikaitkan dengan kemungkinan dijual pada musim dingin, dan Ruben Loftus-Cheek yang notabene seorang gelandang. Leao dan Fullkrug hanya cukup bugar untuk duduk di bangku cadangan, sementara Pulisic dan Gimenez absen. Namun, dalam waktu dekat rencananya semua pemain akan kembali tersedia. Cedera otot dan tulang akan pulih, bahkan Gimenez diperkirakan sudah kembali berlatih penuh pada akhir bulan ini.
Peta Persaingan di Lini Serang
Christian Pulisic
Pulisic tetap menjadi penyerang AC Milan yang paling konsisten dan menentukan. Mantan pemain Chelsea itu menjadi top skor Rossoneri di Serie A musim ini dengan delapan gol, meski sempat absen dalam beberapa pertandingan. Ia juga terlihat efektif sebagai second striker dalam skema dua penyerang. Saat kembali ke kondisi 100 persen, dan ia sudah kembali berlatih penuh pada Rabu, banyak yang meyakini satu tempat utama otomatis menjadi miliknya. Kontribusinya (42 gol dan 25 assist dalam 120 penampilan di semua kompetisi) terlalu penting untuk sekadar menjadi pemain pengganti. Yang mengkhawatirkan adalah spekulasi soal masa depannya dan belum adanya perkembangan dalam pembaruan kontrak. Meski Pulisic tampak bahagia di AC Milan setelah masa sulit di Premier League, godaan dari klub-klub Inggris bisa kembali muncul jika manajemen tidak segera mengambil langkah.
Rafael Leao
Musim 2025-26 bisa dibilang berjalan cukup unik bagi Leao. Ia diminta bermain lebih ke tengah oleh Allegri, berbeda dari posisi alaminya di sisi kiri. Meski belum sepenuhnya bugar dan tampak belum mencapai kondisi terbaiknya, ia sudah mencetak tujuh gol liga. Seperti Pulisic, Leao tampaknya memiliki satu tempat utama saat dalam kondisi fit, dan kini ia semakin mendekati kondisi terbaiknya. Allegri melihat duet Pulisic-Leao sebagai kombinasi ideal, dan kemungkinan besar percaya bahwa lini serang AC Milan masih memiliki level permainan lebih tinggi jika keduanya bisa bermain bersama secara reguler. Belakangan ini muncul pembicaraan soal potensi perpanjangan kontrak Leao, yang terakhir diperbarui pada musim 2022-23 ketika AC Milan melaju hingga semifinal Liga Champions. Ada sinyal keinginan bersama untuk melanjutkan kerja sama, meski kabarnya tawaran lain juga bisa dipertimbangkan.
Christopher Nkunku
Situasi Nkunku menjadi yang paling tidak jelas di antara para penyerang saat ini. Ia direkrut pada akhir musim panas dengan nilai hampir €40 juta, dengan harapan bisa kembali ke performa terbaiknya seperti saat membela RB Leipzig. Menjelang bursa transfer musim dingin, ketika performanya belum stabil, muncul rumor bahwa AC Milan bisa saja menjualnya hanya beberapa bulan setelah didatangkan. Namun, seiring rumor berkembang, kontribusinya juga meningkat. Sejak Natal, ia mencetak lima gol di Serie A, rata-rata satu gol setiap 63 menit. Bahkan hingga akhir bursa transfer, muncul kabar bahwa ia ditawarkan ke Fenerbahce, Roma, Napoli, dan Atletico Madrid. Fabrizio Romano menyebut situasi itu membuat sang pemain “sedikit kesal”. Kini, Nkunku akan berusaha terus membungkam spekulasi hingga musim panas. Harapannya, ia bisa menggandakan, atau bahkan melampaui, catatan golnya hingga Juni nanti.
Niclas Fullkrug
Fullkrug adalah rekrutan yang sudah direncanakan sebelum bursa transfer musim dingin dibuka. AC Milan menginginkan seorang target man untuk menambah variasi serangan. Ia didatangkan dari West Ham dengan status pinjaman plus opsi pembelian, dan langsung menjalani debut pada hari pertama bursa resmi dibuka. Sejauh ini, pemain Jerman itu memberi dampak cukup positif. Ia kerap masuk sebagai pemain pengganti, baik untuk mengamankan keunggulan maupun membongkar pertahanan rapat lawan. Patah jari kaki pun tidak menghentikannya, karena ia tetap bermain meski menahan rasa sakit. Situasinya cukup sederhana: ia memiliki 15 pertandingan untuk membuktikan bahwa dirinya layak dipermanenkan dengan harga €5 juta. Nilai tersebut relatif rendah, tetapi faktor gaji dan keinginan pribadi pemain juga perlu dipertimbangkan. Batas maksimal perannya tampaknya sebagai pelapis bagi penyerang nomor 9 baru yang mungkin didatangkan. Namun, itu bukan opsi buruk. Fullkrug memiliki pengalaman Liga Champions dan tim nasional, dan contoh seperti Edin Dzeko serta Olivier Giroud menunjukkan bahwa penyerang klasik masih memiliki tempat di Serie A.
Santiago Gimenez
Gimenez mengalami musim yang penuh ujian. Ia sempat memimpin daftar peluang emas yang terbuang di lima liga top Eropa sebelum akhirnya harus menjalani operasi, yang bahkan mengancam persiapannya menuju Piala Dunia di kandang bersama Meksiko. Kini, secercah harapan mulai terlihat. Rencananya, mantan pemain Feyenoord itu akan kembali berlatih pada akhir bulan dan berpotensi masuk skuad pertandingan pada Maret, menjelang fase akhir musim yang krusial. Artinya, ia masih memiliki peluang menciptakan momen penting. Namun, tanda-tanda masa depannya di AC Milan tampak kurang cerah. Allegri dinilai tidak melihat Gimenez sebagai sosok yang cocok dengan gaya permainannya, sehingga rumor penjualan pada musim panas terus beredar hingga akhir bursa. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar peran yang akan ia dapatkan setelah pulih. Selain itu, ia tentu membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali dengan intensitas sepak bola kasta tertinggi Italia, sesuatu yang belum sepenuhnya ia kuasai sebelum cedera. Harapannya, Santi bisa menjalani periode gemilang dan mengamankan tempatnya untuk musim 2026-27. Namun, untuk saat ini, ia tampak sebagai pemain yang paling berpotensi hengkang.











