Penghargaan PWI Awards 2026 untuk Dahlan Dahi
Dahlan Dahi, Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network, menerima penghargaan PWI Awards 2026 atas jasa-jasanya dalam memperkuat soliditas dan persatuan kembali Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum PWI Ahmad Munir pada puncak peringatan Hari Pers Nasional yang digelar di Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (9/2/2026).
Ahmad Munir menyebut Dahlan Dahi sebagai sosok yang ikhlas, tulus, dan telaten dalam mengurai konflik panjang antara dua kubu PWI. Sebagai anggota Dewan Pers, Dahlan layak menerima penghargaan tersebut. Ia dikenal sebagai figur yang berhasil mempertemukan dan menyelesaikan konflik dualisme kepemimpinan organisasi PWI.
“Dahlan Dahi sebagai pribadi maupun anggota Dewan Pers memperoleh PWI Awards 2026 dari PWI atas jasa-jasanya mewujudkan soliditas dan persatuan kembali PWI,” ujar Ahmad Munir.
Konflik antara dua kubu PWI terjadi sejak tahun 2024 hingga 2025. Pada masa itu, terdapat dua ketua umum PWI, yaitu Hendry Ch Bangun yang terpilih melalui Kongres Bandung 2023, dan Zulmahsyah Sakedang yang terpilih melalui Kongres Luar Biasa Jakarta 2024. Konflik ini akhirnya dapat diselesaikan berkat upaya Dahlan Dahi.
“Kami memberi award kepada anggota Dewan Pers Dahlan Dahi atas jasa-jasanya yang bisa mempertemukan dan menyelesaikan konflik dualisme PWI. Beliau bisa merajut kembali perbedaan-perbedaan keras antara Bang HCB dan Bang Zul. PWI yang tadinya mengalami dualisme, alhamdulillah berkat ketelatenan, keikhlasan dan ketulusan mas Dahlan Dahi, akhirnya tersapai kesepakatan untuk digelar kongres Persatuan PWI 2025,” jelas Munir.
Sehari sebelumnya, saat memberi sambutan pada acara silaturahmi para pemimpin redaksi dan wartawan senior bersama pimpinan Astra di Hotel Aston, Serang, Banten, Minggu (8/2/2026), Ahmad Munir juga mengungkapkan bahwa PWI telah kembali bersatu setelah Kongres Persatuan PWI 31 Agustus 2025.
“Alhamdulillah, kita dapat berjumpa pada saat ini. Saya senang, PWI dapat bersatu kembali, setelah terjadi dualisme kepengurusan tahun lalu. Upaya penyatuan PWI telah dilakukan banyak pihak, termasuk Wamen Komdiigi Pak Nezar Patria. Ketika solusi hampir didapat, sayangnya gagal lagi. Sampai pada upaya baik dan ikhlas sahabat kita, anggota Dewan Pers Dahlan Dahi, yang mempersatukan PWI,” ungkap Ahmad Munir.
Dalam acara Konvensi Media Massa Nasional di Hotel Aston, Minggu (8/2/2026) sore, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid juga menyampaikan rasa sukacita PWI dapat bersatu kembali.
“Senang rasanya dapat berjumpa dengan senior-senior wartawan semua di arena Hari Pers 2026. Tahun 2025, kami selaku pemerintah tidak hadir pada HPN karena saat itu dilaksanakan di dua tempat (dua kelompok). Syukurlah, sekarang sudah bersatu,” kata Meutya, mantan wartawan.
Perjalanan Karier Jurnalistik Dahlan Dahi
Dahlan Dahi lahir di Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada tahun 1971. Naluri jurnalis Dahlan Dahi dimulai saat ia aktif di media kampus ketika menjadi mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Karier jurnalistik profesionalnya dimulai pada Surat Kabar Harian Surya, pers daerah milik Kompas Gramedia, pada 1 Januari 1994. Awal era reformasi, euforia demokrasi memungkinkan lahirnya perusahaan penerbitan pers. PT Indopersda Primamedia menerbitkan tabloid politik Bangkit, dan Dahlan menjadi koordinator peliputan bersama almarhum Uki M Kurdi, almarhum Achmad Subechi, dan tim lainnya.
Pada saat konflik Teluk dan penggulingan Presiden Irak Saddam Hussein, tahun 2003, Dahlan bertugas meliput ke Timur Tengah. Ia melakukan reportase untuk koran-koran Persda seperti Surya (Jatim), Banjarmasin Post dan Metro Banjar (Kalsel), Sriwijaya Post (Sumsel), Serambi Indonesia (Aceh), Pos Kupang (NTT), Bangka Pos, dan Metro Bandung (Jabar). Juga laporan untuk stasiun televisi TV7.
Pada kurun waktu bersamaan, Pers Daerah Kompas Gramedia mulai mengembangkan koran merek Tribun, dengan Harian Tribun Kaltim terbit perdana 8 Mei 2003. Sepulang tugas di Irak, akhir 2003, Dahlan kemudian mendapat tugas baru bersama Uki M Kurdi mendirikan Surat Kabar Harian Tribun Timur (tribun-timur.com), yang terbit perdana 10 Februari 2004, dan kemudian menjadi Editor in Chief (Pemimpin Redaksi) Tribun Timur, 1 Januari 2009 dan Tribun Medan 2010.
Seterusnya, karier Dahlan melejit menjadi General Manager Tribunnews, Director of Digital Tribunnews.com, dan Vice President of Entertainment News Kompas Gramedia. Lalu sejak 1 Juli 2019, Dahlan mendapat amanah menjadi Chief Digital Officer KG Media, membawahi unit media berbasis digital di KG Media yakni Kompas.com, Kompas.TV, Kontan.co.id, Tribunnews.com, dan Grid Network.
Puncaknya, 1 November 2020, ia menjabat Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network. Di bawah kepemimpinan Dahlan, Tribun Network berkembang pesat menjadi media online yang mengelola 70 website dan 21 surat kabar harian, dan kini memiliki kantor di 42 kota tersebar di 37 provinsi. Tribun Network hadir di semua provinsi Indonesia, kecuali Papua Pegunungan.
Satukan Dualisme Pengurus PWI
Dahlan terpilih menjadi anggota Dewan Pers 2025-2028 melalui konstituen Aliansi Media Siber Indonesia (AMSI). Setelah dilantik menjadi anggota dewan pers, 14 Mei 2025, Dahlan yang kemudian menjabat Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers, segera mencari solusi untuk konflik dan dualisme PWI.
Dahlan sendiri bukan anggota PWI, melainkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Begitu dilantik menjadi anggota Dewan Pers, Dahlan coba mencari solusi konflik panjang di tubuh PWI. Satu kubu adalah Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch. Bangun, dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Sayid Iskandarsyah, serta sejumlah kawan-kawan. Kubu lainnya adalah Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Sasongko Tedjo, pengurus PWI hasil Kongres Bandung Zulmansyah Sakedang.
Dahlan bertindak sebagai mediator dalam rapat virtual atau online dengan Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung 2023 Hendry Ch Bangun, dan ketua versi Kongres Luar Biasa Jakarta 2024, Zulmansyah Sakedang. Dua hari setelah duduk di kursi anggota Dewan Pers, Dahlan mempertemukan HCB (Hendry Ch Bangun) dan Zul (Zulmansyah Sakedang), Jumat (16/5/2025) malam.
Dua kubu yang berseteru sepakat mengakhiri perpecahan dan menyatukan langkah melalui sebuah Kongres Persatuan PWI yang akan digelar paling lambat 30 Agustus 2025 di Jakarta. Kongres pun dilaksanakan. Pendek cerita, Hendry maju kontestasi kembali melawan dengan Ahmad Munir. Ujungnya, Munir terpilih menjadi ketua umum PWI 2025-2030, dan selanjutnya dilakukan konsolidasi yang menampung semua pihak.
Rangkaian Kilas Balik Konflik PWI 2024-2025
-
Awal Mula Konflik: Dana Bantuan BUMN (Awal 2024)
• Konflik dipicu oleh isu cashback dan komisi yang melibatkan dana bantuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Forum Komunikasi Humasa BUMN yang diperuntukkan bagi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
• Persoalan ini menimbulkan kekisruhan internal antara Ketua Umum PWI (Hendry Ch Bangun) dkk dan Dewan Kehormatan PWI Tedjo Sasongko dkk. -
Sanksi Dewan Kehormatan (April 2024)
• Dewan Kehormatan PWI menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Hendry Ch Bangun atas persoalan dana tersebut.
• Sebaliknya, kubu Hendry memecat Tedjo sebagai Dewan Kehormatan PWI. -
Ketegangan Berlanjut dan Rapat Pleno (Juni – Juli 2024)
• Konflik sempat mereda setelah Rapat Pleno Diperluas PWI pada akhir Juni 2024 yang menyepakati penerimaan pengunduran diri beberapa pengurus harian.
• Namun, kekisruhan kembali terjadi menyusul perombakan susunan Dewan Kehormatan dan Pengurus PWI Pusat, yang memicu desakan adanya KLB (Kongres Luar Biasa). -
Intervensi Dewan Pers dan Gugatan (Oktober – November 2024)
• Akibat kekisruhan, Dewan Pers mengambil langkah tegas pada September/Oktober 2024, termasuk tidak memperbolehkan PWI menggelar UKW dan menggembok sementara sekretariat PWI.
• Hendry Bangun merespons dengan mengajukan gugatan perdata terhadap Dewan Pers dan sejumlah pihak lainnya pada November 2024. -
Rekonsiliasi dan Islah (Mei 2025)
• Dua tokoh sentral dalam konflik, Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang, akhirnya sepakat untuk islah (damai).
• Kesepakatan ini dimediasi oleh Dewan Pers Dahlan Dahi dan berfokus pada penyatuan kembali PWI. -
Menuju Kongres Persatuan (Agustus 2025)
• Sebagai bentuk akhir dari dualisme, disepakati penyelenggaraan “Kongres Persatuan” PWI yang dijadwalkan pada akhir Agustus 2025 di Cikarang.
• Kongres ini bertujuan untuk menyatukan pengurus, menuntaskan laporan pidana/perdata antaranggota, dan memilih pengurus baru. -
Akhmad Munir Terpilih (September 2025)
• Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat untuk periode 2025-2030, menandai berakhirnya era dualisme.
• PWI menyelenggarakan Hari Pers Nasional 2026 di Kota Serang, Banten, Senin 9 November 2026.











