Kompetisi Sepak Bola Anak Perempuan di Kabupaten Manggarai
Kompetisi sepak bola anak perempuan yang digelar di Kabupaten Manggarai menjadi salah satu inisiatif penting dalam upaya mendorong kesetaraan gender dan memperkuat kepemimpinan anak perempuan melalui olahraga. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Girls Football 3.0, yang dikelola oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bekerja sama dengan mitra implementasi Yayasan Rumah Solusi BETA Indonesia (RSBI)-NTT, serta didukung oleh Adidas Foundation.
Program ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang setara bagi anak perempuan dalam mengakses olahraga sepak bola, sekaligus memperkuat kepemimpinan mereka serta melawan diskriminasi berbasis gender dan usia. Girls Football 3.0 direncanakan berlangsung hingga tahun 2028, dengan fokus pada Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Pelibatan Sekolah dan Peserta
Kompetisi sepak bola anak perempuan di Manggarai melibatkan enam sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Ruteng. Total peserta mencapai 145 orang, yang terdiri dari anak perempuan dan laki-laki. Mereka tidak hanya berperan sebagai pemain tetapi juga sebagai pendidik sebaya. Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh pelatih, guru pendamping, panitia, relawan, tenaga kesehatan, wasit, serta dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, SE., MA, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa kompetisi ini bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk menyampaikan isu-isu penting terkait anak perempuan, seperti pencegahan kekerasan seksual, perundungan (bullying), kepemimpinan, kesehatan mental, serta perlindungan anak.
Pendekatan Berbasis Olahraga
Menurut Bupati Hery, pendekatan melalui olahraga dapat menjadi cara efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting secara sederhana namun efektif. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi yang dilakukan secara berulang akan membantu membentuk kesadaran dan karakter anak-anak sejak dini. Selain itu, ia menegaskan komitmennya untuk mendukung pembinaan anak melalui olahraga yang dilakukan secara konsisten dan berkualitas.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat menjadi titik awal penyelenggaraan kompetisi sepak bola anak perempuan yang berkelanjutan di masa mendatang.
Edukasi dan Kesadaran Gender
Coordinator Project Manggarai Plan Indonesia, Dendy Manu, menjelaskan bahwa proyek Girls Football 3.0 tidak hanya berfokus pada sepak bola, tetapi juga mencakup edukasi bagi anak-anak, orang tua, guru, pelatih, dan asosiasi sepak bola terkait kesetaraan gender, kepemimpinan anak perempuan, serta perlindungan anak. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari sekolah, pemerintah daerah, mitra, ASKAB, PSSI, hingga pemangku kepentingan lainnya. Dendy berharap kompetisi ini menjadi ruang membangun solidaritas, meningkatkan kemampuan pemain, sekaligus menjadi sarana kampanye kesetaraan gender bagi masyarakat luas.
Project Manager Yayasan RSBI, Renya Kabu Mau, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai atas dukungan dan keterbukaan yang memungkinkan terselenggaranya kegiatan tersebut. RSBI merupakan organisasi yang berfokus pada isu pendidikan, kesetaraan gender, dan perubahan iklim, serta telah bermitra dengan Plan Indonesia dalam pelaksanaan program Girls Football yang kini memasuki fase ketiga.
Kegiatan yang Dilaksanakan
Sebelumnya, program ini dilaksanakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara, sebelum dilanjutkan di Kabupaten Manggarai pada 2025. Renya menjelaskan bahwa sejak diluncurkan pada Juli 2025 di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Girls Football 3.0 telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi program, pembentukan 19 tim sepak bola dan 95 pendidik sebaya di sekolah, pelatihan pelatih dan guru, hingga pelaksanaan youth camp.
Tingginya antusiasme peserta serta meningkatnya pemahaman terhadap isu gender menjadi dasar penyelenggaraan kompetisi ini sebagai ruang profesional bagi anak-anak untuk mengembangkan kapasitas dan potensi diri.
Kampanye Edukatif dan Semangat Program
Selain pertandingan sepak bola, kompetisi ini juga diisi dengan kampanye edukatif yang disampaikan di sela-sela pertandingan. Isu yang diangkat meliputi hak dan tanggung jawab anak, kesetaraan gender, kepemimpinan, pencegahan kekerasan seksual, serta nilai inklusivitas. Kampanye disampaikan secara kreatif oleh para pendidik sebaya melalui pesan singkat dan interaksi langsung dengan penonton.
Girls Football 3.0 mengusung semangat “Tendang, Pimpin, dan Perjuangkan Kesetaraan! Berani Bermain, Siap Memimpin, Sampai Semua Setara!” sebagai program yang menciptakan kesempatan yang sama bagi anak perempuan di dunia sepak bola, melatih kepemimpinan mereka, serta membangun lingkungan yang aman dan setara.
Program ini dilaksanakan di 14 SMP di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan 5 SMP di Kabupaten Manggarai, dengan total 19 sekolah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.











