Indonesia, Negara dengan Aktivitas Gempa Bumi Kedua Terbanyak di Dunia
Indonesia tercatat sebagai negara dengan aktivitas gempa bumi yang paling tinggi kedua di dunia. Hingga Februari 2026, sebanyak 189 gempa signifikan telah tercatat di wilayah Indonesia, hanya kalah dari Meksiko yang menempati posisi pertama. Fenomena ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki risiko gempa bumi yang sangat tinggi, terutama karena lokasinya yang berada di zona pertemuan tiga lempeng tektonik besar.
Gempa di Pacitan: Peringatan akan Potensi Bahaya
Salah satu contoh nyata aktivitas gempa di Indonesia adalah gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang kawasan Pacitan, Jawa Timur, pada 6 Februari 2026. Gempa tersebut terjadi pada pukul 01.06 WIB dan memicu kekhawatiran warga setempat. Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa tersebut tidak memiliki potensi tsunami, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Indonesia tetap rentan terhadap gempa bumi.
Pemetaan Global oleh Earthquakelist
Earthquakelist, sebuah lembaga pemantau gempa bumi internasional, mencatat data gempa dari berbagai sumber terpercaya seperti US Geological Survey (USGS) dan European-Mediterranean Seismological Centre (EMSC). Dalam pemetaan globalnya, Earthquakelist mencatat setiap gempa bumi dengan magnitudo 4 atau lebih, dengan radius 300 kilometer dari suatu negara. Berdasarkan data tersebut, Indonesia menduduki peringkat kedua dunia dalam jumlah gempa signifikan.
Berikut adalah daftar 25 negara dengan aktivitas gempa bumi terbanyak:
- Meksiko – 221 gempa bumi
- Indonesia – 189 gempa bumi
- Filipina – 125 gempa bumi
- Rusia – 124 gempa bumi
- Jepang – 107 gempa bumi
- Chili – 78 gempa bumi
- Guatemala – 62 gempa bumi
- Peru – 55 gempa bumi
- China – 45 gempa bumi
- Papua Nugini – 40 gempa bumi
- Argentina – 37 gempa bumi
- Tajikistan – 30 gempa bumi
- El Salvador – 29 gempa bumi
- India – 28 gempa bumi
- Nikaragua – 28 gempa bumi
- Afghanistan – 27 gempa bumi
- Honduras – 26 gempa bumi
- Pakistan – 25 gempa bumi
- Yunani – 25 gempa bumi
- Timor Leste – 24 gempa bumi
- Amerika Serikat – 23 gempa bumi
- Tonga – 21 gempa bumi
- Kosta Rika – 20 gempa bumi
- Myanmar – 18 gempa bumi
- Iran – 17 gempa
Indonesia Selalu Masuk Daftar Paling Rawan
Selama satu dekade terakhir, Indonesia selalu menempati posisi paling rawan gempa bumi. Berikut adalah catatan tahunan dari Earthquakelist:
- 2025 : peringkat 2 dengan 1936 gempa bumi (terkuat 6.7 magnitudo)
- 2024 : peringkat 2 dengan 1872 gempa bumi (terkuat 6.4 magnitudo)
- 2023 : peringkat 1 dengan 2224 gempa bumi (terkuat 7.1 magnitudo)
- 2022 : peringkat 1 dengan 2206 gempa bumi (terkuat 6.9 magnitudo)
- 2021 : peringkat 1 dengan 2307 gempa bumi (terkuat 7.3 magnitudo)
- 2020 : peringkat 2 dengan 2082 gempa bumi (terkuat 6.9 magnitudo)
- 2019 : peringkat 1 dengan 2907 gempa bumi (terkuat 7.2 magnitudo)
- 2018 : peringkat 1 dengan 1928 gempa bumi (terkuat 7.5 magnitudo)
- 2017 : peringkat 2 dengan 1409 gempa bumi (terkuat 6.6 magnitudo)
- 2016 : peringkat 1 dengan 1509 gempa bumi (terkuat 6.6 magnitudo)
Penyebab Indonesia Rawan Gempa Bumi
Menurut BMKG, Indonesia rawan gempa bumi karena terletak di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Tiga zona utama sumber gempa bumi di Indonesia adalah:
-
Zona Subduksi
Zona di mana dua lempeng bertemu dan salah satunya mendorong lempeng lain ke bawah. Ada dua model sumber penujaman, yaitu lanjur megathrust dan lajur beniof. -
Zona Transform
Zona di mana dua lempeng saling geser secara horizontal, tanpa penelanan kerak bumi. Gerakan ini dapat menghasilkan gempa bumi besar. -
Zona Sesar Kerak Bumi Dangkal
Zona di mana terdapat patahan kerak bumi dangkal dan aktif, sering kali menjadi sumber gempa bumi lokal.
Kesimpulan
Dengan posisi sebagai negara dengan aktivitas gempa bumi terbanyak kedua di dunia, Indonesia harus terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Pengetahuan tentang mekanisme gempa bumi serta penggunaan teknologi pemantauan yang canggih sangat penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman gempa bumi yang terus-menerus terjadi.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











