Berlanjutnya Penyaluran Bantuan Sosial di Tengah Persiapan Ramadhan 2026
Bantuan Sosial (bansos) yang diberikan oleh pemerintah kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan 2026. Dengan berbagai jenis bansos yang telah diumumkan, masyarakat yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) merasa lebih tenang karena pencairan bantuan ini akan dilakukan secara bertahap.
Program bantuan sosial ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang tinggal di kelompok rentan dan miskin. Sejumlah bansos yang sebelumnya sudah disalurkan hingga akhir 2025, dipastikan akan terus berlanjut pada awal 2026. Alokasi bantuan tersebut akan mencakup periode Januari hingga Maret 2026.
Penyaluran bansos pada tahun ini tetap menggunakan skema tiga bulanan, namun proses pendataan dan verifikasi dilakukan dengan lebih ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak dan sesuai dengan kondisi ekonomi terbaru penerima manfaat.
Beberapa bansos yang diproyeksikan cair sebelum Ramadhan 2026 antara lain:
-
BPNT Tahap I (Januari–Maret 2026)
KPM yang terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) akan menerima total senilai Rp600.000 untuk tahap pertama. Bantuan ini diperuntukkan bagi penerima sembako BPNT di berbagai daerah, dengan estimasi pencairan selama Januari hingga Maret 2026. Pencairan BPNT dilakukan bersamaan dengan PKH tahap I, sehingga saldo pada Kartu KKS Merah Putih diperkirakan terisi secara maksimal. -
Program Indonesia Pintar (PIP)
Bansos di sektor pendidikan ini dipastikan kembali berlanjut pada 2026. PIP diperuntukkan bagi keluarga penerima PKH atau BPNT yang memiliki anak usia sekolah. Syarat penerima PIP antara lain berusia 6–21 tahun, aktif bersekolah, terdaftar dalam Dapodik, serta berasal dari keluarga kurang mampu. Bantuan ini dicairkan satu kali dalam setahun dan langsung masuk ke rekening siswa dengan nominal berbeda sesuai jenjang pendidikan: - SD: Rp450.000 per tahun (siswa baru/kelas akhir Rp225.000)
- SMP: Rp750.000 per tahun (siswa baru/kelas akhir Rp375.000)
- SMA: Rp1.000.000 per tahun (siswa baru/kelas akhir Rp500.000)
Kriteria Penerima Bansos 2026
Pada 2026, sasaran penerima bansos tetap difokuskan pada kelompok desil terbawah, dengan pemutakhiran data melalui DTSEN yang dilakukan secara berkala dan akurat. Distribusi bantuan dilakukan bertahap dengan ketentuan:
– PKH: desil 1–4
– Sembako (BPNT): desil 1–2
– PBI-JKN: desil 1–4 atau berdasarkan asesmen
Sebagian penerima juga berpotensi tidak lagi menerima bansos karena masuk kategori “lulus” atau naik kelas. Pemerintah sebelumnya menargetkan sekitar 300 ribu KPM keluar dari kepesertaan bansos karena kondisi ekonomi yang membaik. Secara umum, desil 1 hingga 4 merupakan kelompok dengan peluang terbesar menerima seluruh jenis bansos, sementara desil 5 masih berpeluang menerima bantuan namun terbatas.
Cara Cek Status Penerima Bansos 2026
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos secara mandiri dengan dua cara:
-
Melalui Website Kemensos
Akses situs cekbansos.kemensos.go.id.
Pilih wilayah domisili sesuai KTP.
Masukkan nama lengkap.
Isi kode captcha.
Klik Cari Data.
Jika terdaftar dan masih aktif, sistem akan menampilkan identitas serta jenis bantuan yang diterima. -
Melalui Aplikasi Cek Bansos
Unduh aplikasi Cek Bansos.
Pilih menu Cek Bansos.
Masukkan data wilayah dan nama sesuai KTP.
Lakukan verifikasi.
Hasil status penerima akan ditampilkan.
Dengan berlanjutnya sejumlah bansos yang dijadwalkan cair sebelum Ramadhan ini, diharapkan beban ekonomi KPM dapat lebih ringan menjelang bulan suci 2026.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











