Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Budaya  

Lirik Lagu Allah Yallah Binadzroh Arab dan Terjemahan

Lirik Lagu “Allah Yallah Binadzroh” dan Maknanya

Lagu “Allah Yallah Binadzroh” kini sedang menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Meski tidak termasuk dalam kategori sholawat, lirik lagu ini mengandung makna doa yang dalam dan penuh makna. Lagu ini terdiri dari beberapa bait yang mengandung pesan-pesan spiritual dan keagamaan.

Bait-Bait Lagu dan Artinya

Berikut adalah lirik lengkap dari “Allah Yallah Binadzroh” beserta artinya:

أَلاَ يَا الله بِنَظْرَة مِنَ الْعَيْنِ الرَّحِيْمـَة

Ala yallah binazroh minal ‘aini rahimah

(Ya Allah! Limpahkanlah kurnia rahmat-Mu)

تُدَاوِي كُلَّ مَا بِي مِنْ أَمْرَاضٍ سَقِيْمَة

Tudawi kulla ma bi min amrodhin saqimah

(Yang dapat menyembuhkan semua penyakit-penyakit yang ada padaku)

ألاَ ياَ صَاحِ يا صَاحِ لاَ تَجْزَعْ وتَضْجَرْ

Ala ya sohi ya soh. La taj’za’ wa todh-jar

(Wahai kawanku! Wahai kawanku! Janganlah engkau gelisah dan jangan bosan)

وَسَلِّمْ لِلْمَقَادِيْـر كَيْ تُحْمَدْ وتُؤْجـَرْ

Wa salim li maqadir ki tuhmad wa taujar

(Serahkanlah pada takdir agar engkau dipuji dan diberi pahala)

وَكُـنْ رَاضِي بِمَا قَدَّرَ المَوْلَى ودَبَّـر

Wa kun rodhi bima qaddarol maula wa dabbar

(Dan jadilah hamba yang redha atas apa yang telah di takdirkan Allah, dan diaturkanNya)

وَلاَ تَسْخَطْ قَضَا اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ اْلأَكْبَر

Wa la taskhod qadhallahi rabbil ‘arshil akbar

(Dan janganlah engkau ingkar akan takdir Allah Tuhan Arsy yang Maha Besar)

وَكُنْ صَابِرْ وَشَاكِرْ

Wa kun sobir wa shakir

(Jadilah engkau orang yang bersabar dan bersyukur)

تَكُنْ فَائِزْ وَظَافِـرْ

Takun fa’iz wa zhofir

(Maka engkau akan menjadi orang yang berjaya dan menang)

وَمِنْ أَهْلِ السَّرَائـِر

Wa min ahlil sara’ir

(Dan menjadi kelompok orang-orang ahli sir (rahsia))

رِجَالِ اللهِ مِنْ كُلِّ ذِيْ قَلْبٍ مُنـَوَّرٍ

Rijalillahi min kulli dzi qalbin munawwar

(Ia itu hamba-hamba Allah yang memiliki hati yang bercahaya)

مُصَفًّى مِنْ جَمِيْعِ الدَّنَسِ طَيِّبٍ مُطَهَّرٍ

Mu-sofan min jami’id danasi thoyibin muthohar

(Yang bersih dari segala noda (kotoran hati), baik dan suci)

وَذِهْ دُنْيـَا دَنِيـَّة حَوَادِثُهَا كَثِـيْرَة

Wa dzih dunya daniya hawa di-tsuha ka-tsirah

(Dunia ini hina, dan banyak kejadian-kejadiannya)

وَعِيْشَـتُهَا حَقِيْرَة وَمُدَّتُهَا قَصـِيْرَة

Wa ‘i-tsa-tuha haqirah wa muddatuha qasiroh

(Serta masa untuk hidup itu singkat)

وَلاَ يَحْرِصْ عَلَيْهَا سِوَى أَعْمَى الْبَصِيْرَة

Wa la yahris ‘alaiha siwa a’mal basirah

(Dan tidak ada orang yang rakus akan dunia melainkan orang yang buta hatinya)

عَدِيْمُ الْعَقْلِ لَوْ كَانَ يَعْقِلْ كَانَ أَفْكـَر

‘adimul ‘aqil lau kana ya’qil kana afkar

(Yang tidak berakal, yang apabila ia benar-benar berakal ia akan berfikir)

تَفَكِّرْ فِي فَنَاهـَا

Tafakkir fi fanaha

(Berfikirlah akan dunia yang tidak kekal)

وَفِي كَثْرَةِ عَنَاهَا

Wa fi kasrahi ‘anaha

(Dan penderitaannya (dunia) yang banyak)

وَفِي قِلَّةِ غِنَاهـَا

Wa fi qillahi ghinaha

(Dan akan kekayaannya (dunia) yang sedikit)

فَطُوْبَى ثُمَّ طُوْبَى لِمَنْ مِنْـهَا تَحَـذَّرْ

Fa thuba tsumma thuba limam minha tahadzar

(Maka beruntunglah dan sungguh beruntung bagi siapa yang berhati-hati dari dunia)

وَطَلَّقَهَا وَفِي طَاعَةِ الرَّحْمنِ شَمَرْ

Wa tholaqaha wa fi tho’ahir rahmani tsamar

(Dan menceraikannya (dunia), dan bersiap-siap menuju kepada ketaatan Allah)

أَلاَ يَا عَيْن جُوْدِيْ بِدَمْعٍ مِنْكِِ سَائِـلْ

Ala ya ‘aina judi bidam’in minkin sa-il

(Wahai mata! Curahkanlah daripadamu air mata yang mengalir)

عَلَى ذَاكَ الْحَبِيْبِ الَّذِيْ قَدْ كَانَ نَازِلْ

‘Ala dzakal habibi ladzi qad kana nazril

(Untuk seorang kekasih yang telah diutus (Nabi Muhammad s.a.w.))

مَعَنَا فِي الْمَرَابِعْ وَأَصْبَحَ سَفَر رَاحِلْ

Ma’ana fil mara bi’ wa asbaha safar rohil

(Ia bersama kami dan sekarang telah pergi)

وَأَمْسَى الْقَلْبُ وَالْبَالُ مِنْ بَعْدِهِ مُكَدَّر

Wa amsal qalbu wal balu min ba’dihi mukkadar

(Maka hati ini setelah kepergiannya menjadi menjadi sedih)

وَلكـِنْ حَسْبِيَ الله

Wa lakin hasbi Allah

(Akan tetapi cukup bagiku, Allah)

وَكـُلُّ الأَمْرِ للـهِ

Wa kullul amri lilahi

(Dan segala urusan akan kembali pada Allah)

وَلاَ يَبْقَى سِوَى الله

Wa la yabqa siwa Allah

(Dan tiada yang kekal kecuali Allah)

عَلَى بَشَّارِ جَادَتْ سَحَائِبْ رَحْمَةِ الْبَرّ

‘Ala ba-tsari jadat sahaib rahmatil bar

(Semoga Allah memberikan curahan rahmatnya atas penghuni Bassyar (tiga tempat pengkuburan para Auliya))

وَحَيَّاهُمْ بِرَوْحِ الرِّضـَا رَبِّي وَبَشَّـرْ

Wa hayya hum birauhir ridho rabbi wa ba-tsar

(Dan semoga Dia (Allah) mencurahkan keredhaannya atas mereka serta memberi khabar gembira)

بِهَـا سَادَاتُـنَا وَالشُّيُوْخُ الْعَارِفُوْنَـا

Biha sadatuna wa tsayu khul ‘arifuna

(Di sana terdapat tuan-tuan dan guru-guru kami yang ‘arif)

وَأَهـْلُوْنَا وَأَحْبـَابِ قَلْبِيْ نَازِلُوْنَـا

Wa ahluna wa ahbabi qalbi naziluna

(keluarga kami dan orang-orang yang kami cintai)

وَمَنْ هُمْ فِي سَرَائِرِ فُؤَادِيْ قَاِطِنُوْنَـا

Wa man hum fi sara-iri fu-adi qali-thunau-na

(Dan mereka orang-orang yang berada dalam lubuk hatiku)

بِسَاحَةِ تُرْبِهَا مِنْ ذَكِيِّ الْمِسْكِ أَعْطَر

Bisahati turbiha min dzakil miski a’thor

(Mereka berada di tempat yang debunya tercium aroma bau kasturi)

مَنَازِلُ خَيْرِ سَادَة

Ma nazilu khairi sadah

(Tempat-tempat persinggahan bagi sebaik-baik manusia)

لِكُلِّ النَّاسِ قَادَة

likullin nasi qadah

(Mereka pemimpin bagi umat manusia)

مَحَبَّتَهُمْ سَعَادَة

Mahabbatahum sa’adah

(Dalam mencintai mereka terdapat kebahagiaan)

أَلاَ يَا بَخْت مَنْ زَارَهُمْ بِالصِّدْقِ وانْدَر

Ala ya bikhta man zarahum bis sidqi wa andri

(Sungguh beruntung bagi siapa yang menziarahi mereka dengan tulus dan datang)

إِلَيْـهِمْ مُعْتَنـِي كُلُّ مَطْلُوْبِهِ تَيَسـَّرْ

Ilaihim mu’tani kullu mutholubihi tayasra

(Kepada mereka dengan penuh perhatian maka semua permintaannya akan dipermudahkan)

Pesan Moral dalam Lagu Ini

Lagu “Allah Yallah Binadzroh” tidak hanya sekadar lirik, tapi juga mengandung pesan moral yang dalam. Dari lirik-lirik tersebut, kita diajak untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran, ketakwaan, dan kepercayaan pada Tuhan. Lagu ini juga mengingatkan kita bahwa dunia adalah sementara, dan segala sesuatu yang ada di dunia tidak akan bertahan selamanya.




Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *