Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Tiga Hari Tak Ada Suara, Misteri 13.000 Langkah Smartwatch Kopilot ATR Terpecahkan

Perjuangan Keluarga untuk Menemukan Farhan Gunawan

Keluarga dan teman-teman dari Co-Pilot Pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, mengalami rasa harap yang tinggi ketika mengetahui bahwa smartwatch yang dipakai oleh Farhan merekam data gerakan sebanyak 13.000 langkah kaki. Hal ini membuat mereka memohon bantuan agar petunjuk tersebut segera diproses.

Namun, selama tiga hari penyisiran di lapangan, tim SAR belum mendengar tanda-tanda suara minta tolong dari Farhan. Diketahui bahwa data pergerakan tersebut bukan terjadi setelah kecelakaan pesawat di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Sebaliknya, data tersebut justru tercatat sebelum kejadian.

Pengakuan Kerabat

Seorang perempuan mengungkapkan bahwa ponsel milik Farhan telah ditemukan oleh Tim SAR di kawasan hutan dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga, yakni Dian. Keluarga dan teman-teman dari Co-Pilot Pesawat ATR 42-500 Farhan Gunawan lalu memohon bantuan ketika smartwatch yang dipakai Farhan merekam data gerakan sebanyak 13.000 langkah kaki.

Perempuan tersebut juga menyampaikan adanya aktivitas misterius dari perangkat smartwatch milik Farhan yang masih aktif. Ia menjelaskan bahwa ponsel milik Farhan telah ditemukan oleh Tim SAR di hutan dan diserahkan kepada Dian. Menariknya, ponsel tersebut masih terhubung dengan jam tangan pintar (smartwatch) yang dikenakan Farhan.

“Nah, hapenya itu terhubung ke smartwatch-nya. Ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan,” ujarnya dalam video tersebut. Ia merinci bahwa pada Minggu pagi pukul 06.00 WITA, tercatat adanya beberapa langkah kaki. Jumlah tersebut terus bertambah secara signifikan sepanjang hari.

“Saya mohon sekali Pak Presiden Prabowo Subianto, selamatkan Farhan, Pak,” pintanya sambil terisak.

Jawaban Basarnas

Temuan tersebut dibenarkan oleh Staf SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas Makassar, Arman Amiruddin. Ia menyatakan bahwa ponsel ditemukan dalam kondisi terkunci dan telah diserahkan kepada keluarga Farhan untuk selanjutnya dibawa ke Tim Siber Polda Sulawesi Selatan. Ponsel dalam kondisi terkunci itu telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dibawa ke Tim Cyber Polda Sulsel.

Arman mengonfirmasi bahwa data pada perangkat tersebut memang menunjukkan adanya aktivitas pergerakan. “Kami meminta supaya bisa dilacak koordinat terakhir. Karena dari laporan yang dia kirim itu, per jam 06.53 Wita hari Minggu, ada terbaca 1.000 langkah. Terus sampai ke jam 05.33 Wita, ada 13.000 langkah,” kata Arman di Posko AJU SAR Desa Tompobulu, Senin (19/1/2026).

Meski demikian, Arman menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kondisi Farhan. Selama tiga hari penyisiran, tim di lapangan belum mendengar tanda-tanda suara minta tolong. “Untuk memastikan yang beredar, kami belum bisa memastikan bahwa ini hidup atau gimana. Intinya, ponsel kami serahkan kemarin untuk bisa dibuka kuncinya (oleh Cyber Crime) agar kami bisa menuju ke titik koordinat terakhir yang aktif,” jelas Arman.

Ternyata Aktivitas Lama, Bukan Setelah Pesawat Jatuh

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M Syafi’i, kemudian mengungkap hasil investigasi lanjutan terkait data langkah kaki yang terekam di smartwatch milik Farhan Gunawan, ko-pilot pesawat ATR 42-500. Menurut Syafi’i, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam bersama pihak kepolisian, diketahui bahwa data pergerakan tersebut bukan terjadi setelah kecelakaan pesawat di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.

“Terkait dengan pergerakan yang dari smartphone, kita sudah dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan. Dan yang bersangkutan sudah dimintai keterangan,” kata Syafi’i di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). “Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah di-clear-kan tadi pagi,” sambungnya.

Syafi’i menyampaikan bahwa keluarga Farhan telah menerima dan memahami penjelasan dari pihak Basarnas dan kepolisian terkait hasil investigasi tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap memahami perasaan keluarga yang sempat menggantungkan harapan bahwa Farhan masih dalam kondisi hidup.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *