Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Mengapa 2016 Jadi Tren di 2026, Dibawa Artis Dalam dan Luar Negeri!

Kenangan 2016 yang Masih Menghiasi Ingatan

Tahun 2026 telah berjalan lebih dari 20 hari, namun kenangan di tahun-tahun sebelumnya masih terpahat dalam ingatan banyak orang. Uniknya, alih-alih membahas tahun-tahun terbaru, fokus masyarakat kini justru tertuju pada 2016. Tidak hanya sebagai tahun yang penuh momen mengesankan, 2016 juga dikenal dengan julukan “The Last Good Year” atau “Tahun Baik yang Terakhir.” Apa yang membuat tahun ini begitu istimewa?

Banyak Orang Mengenang 2016 sebagai Tahun Terbaik Mereka

Bukan semata-mata sekadar mengenang 10 tahun lalu, sentimen tentang 2016 bermula dari netizen dan media Amerika Serikat. Mereka melihat bahwa suasana satu dekade lalu jauh berbeda dari masa kini. Dianggap sebagai tahun terbaik yang pernah ada, 2016 menawarkan iklim politik yang relatif stabil. Pada saat itu, Donald Trump baru saja terpilih, namun belum menjabat dan belum menciptakan kebijakan-kebijakan yang memicu krisis ekonomi, sosial, dan politik yang terasa hingga 2026.

Pada 2016, meskipun media sosial sudah mulai marak, lini masa setiap orang masih terasa otentik dan tidak sepenuhnya dikendalikan oleh algoritma. Banyak tren positif bermunculan, dan pengguna internet menjalani aktivitasnya untuk bersenang-senang, bukan sekadar meningkatkan engagement atau mencari uang. Contohnya adalah tren PPAP (Pen Pineapple Apple Pen) yang sempat viral. Bagi banyak orang, 2016 terasa lebih menyenangkan dan penuh tantangan, tetapi tetap guyub. Saat itu, orang-orang di sekitar saya lebih fokus pada dunia nyata daripada media sosial. Segalanya terasa simple and fun!

Selebriti Indonesia dan Dunia Ikut Mengenang 2016

Tidak hanya kalangan biasa, selebriti Indonesia hingga internasional juga ikut merayakan 2016 sebagai tahun bahagia. Mereka membagikan momen throwback mereka di media sosial, terutama Instagram. Raisa, misalnya, menggambarkan 2016 sebagai “handmade era” sambil membagikan foto-foto konser dan selfie bersama Isyana Sarasvati. Enzy Storia juga membagikan foto-foto penuh ekspresi dengan warna warm yang menambah kesan nostalgia. Sementara Febby Rastanty mengunggah foto-foto yang identik dengan poni tengah.

Di Hollywood, para selebriti seperti Jessica Alba membagikan foto dalam balutan kemeja dan jeans putih belel. Billie Eilish tampil lebih gloomy dengan foto hitam putih, sedangkan Dua Lipa memakai outfit serba hitam lengkap dengan stocking jaring-jaring tebal. Joy RED VELVET juga membagikan foto 10 tahun lalu, bersama NCT Dream di aplikasi bubble. Yunjin LE SSERAFIM pun turut mengunggah foto-foto saat masih sekolah.

Kejadian Memorable di Indonesia

Di Indonesia sendiri, 2016 menjadi tahun yang penuh dengan tren dan momen mengesankan. Banyak selebriti dan tokoh penting memulai karier mereka, seperti debut Rio Haryanto sebagai pembalap hingga munculnya Awkarin dan Young Lex. Kesuksesan film seperti KKN di Desa Penari (2022), Agak Laen (2024), Jumbo (2025), dan Agak Laen: Menyala Pantiku! (2025) sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, sudah lebih dulu dirayakan oleh Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss: Part 1 (2016). Pada masa itu, film dengan penonton terbanyak masih dimiliki oleh Laskar Pelangi (2008) dengan total penonton hanya 4.719.453 orang.

Meski gelombang K-pop tidak sebesar sekarang, 2016 menjadi tahun berkah karena melahirkan grup-grup besar seperti BLACKPINK, NCT, dan I.O.I. Selain itu, sosok Harley Queen dan Joker mulai digandrungi setelah Suicide Squid rilis pada tahun 2016.

Tren Throwback yang Mengingatkan Masa Lalu

Tren throwback 2016 bukan hanya sekadar ajang membagikan foto lawas, tapi juga pengingat bahwa masa itu penuh dengan kejadian memorable. Apakah kamu setuju kalau 2016 menjadi The Last Good Year?

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *