Fenomena Tak Biasa dalam Data Aktivitas Perangkat Pintar Selama Pencarian Pesawat ATR 42-500
Selama proses pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, ditemukan sebuah fenomena tak biasa terkait data aktivitas perangkat pintar milik Co-Pilot Farhan Gunawan. Data langkah kaki pada smartwatch korban dilaporkan terus bertambah meski pesawat telah dinyatakan jatuh. Hal ini menimbulkan pertanyaan dan kekhawatiran mengenai kondisi Farhan.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai data digital tersebut. Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah proses pencarian korban. Meskipun ada temuan data langkah kaki yang terus meningkat, Basarnas tetap berupaya untuk mengumpulkan dan menginventarisir semua bagian pesawat maupun benda-benda yang diduga milik korban.
Data Langkah Kaki pada Smartwatch Farhan
Pergerakan langkah kaki pada smartwatch Farhan dilaporkan terus bertambah, bahkan mencapai 13.647 langkah pada pukul 22.00 WITA pada Minggu. Informasi ini disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan, kakak Dian Mulyani Hasibuan, yang menyebutkan bahwa ponsel Farhan telah ditemukan di kawasan hutan. Dari perangkat tersebut, terlihat data langkah kaki masih terus bertambah dari waktu ke waktu.
Pitri menjelaskan bahwa pergerakan langkah kaki itu mulai tercatat sejak pagi hari dan terus bertambah hingga malam. Ia juga menyampaikan harapan agar bantuan lebih banyak diberikan, termasuk penurunan tim SAR yang lebih besar.
Penjelasan dari Tim SAR dan Cyber Polda Sulsel
Arman Amiruddin, Staf SAR Mission Coordinator (SMC) Basarnas Makassar, membenarkan adanya temuan ponsel Farhan. Ponsel dalam kondisi terkunci itu telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke Tim Cyber Polda Sulsel. Arman mengonfirmasi bahwa data pada perangkat tersebut memang menunjukkan adanya aktivitas pergerakan.
“Kami meminta supaya bisa dilacak koordinat terakhir. Karena dari laporan yang dia kirim itu, per jam 06.53 Wita hari Minggu, ada terbaca seribu langkah. Terus sampai ke jam 05.33 Wita, ada 13 ribu langkah,” ujar Arman.
Meski demikian, Arman menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memastikan kondisi Farhan. Selama tiga hari penyisiran, tim di lapangan belum mendengar tanda-tanda suara minta tolong.
Barang Korban yang Ditemukan
Setelah pencarian keempat, berbagai barang korban ditemukan, antara lain:
* Dokumen pesawat A.C Doc PK-THT
* Tablet
* Buku diari
* Dompet atas nama Esther Aprilita
* Sertifikat personel kabin (FA) atas nama Esther Aprilita
* Jam tangan perempuan
* Dompet atas nama Heriyadi
* Dompet atas nama Ferry Irawan
* Satu unit ponsel merek Oppo
* Pouch berwarna hitam
* Kacamata
Selain itu, pada pukul 13.58 Wita, korban kedua ditemukan dalam kondisi jenazah sekitar 70 persen. Korban diduga berjenis kelamin perempuan dengan ciri-ciri rambut panjang, mengenakan celana jeans, baju hitam, dan sepatu Converse. Jenazah ditemukan dalam posisi tengkurap pada kedalaman sekitar 350 meter di sebelah kanan serpihan kepala pesawat.
Detik-Detik Pesawat Jatuh
Sebelumnya, pada Sabtu (17/1/2026), pesawat ATR 42-500 yang disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan jatuh di kawasan Pegunungan Sulawesi Selatan (Sulsel). Menunjukkan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, posisi terakhir pesawat dari data AirNav Indonesia.
Dua pendaki yang saat itu berada di puncak gunung menjadi saksi mata insiden yang diperkirakan terjadi pukul 13.00 WITA. Reski (20), salah satu pendaki, menyaksikan ada pesawat yang terbang rendah sebelum akhirnya menghantam lereng gunung dan mengalami ledakan.
“Pesawat meledak dan ada api. Saya dapat serpihan yang berhamburan,” ujar Reski.
Ia pun segera mengambil ponselnya untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti awal. “Cepat sekali (kejadiannya),” tuturnya.
Reski dan rekannya langsung memutuskan untuk turun gunung sambil membawa kabar duka.
Pesawat Sempat Ada Masalah
Sehari sebelum dilaporkan jatuh, pesawat ATR 42-500 yang membawa 11 orang itu, mengalami permasalahan di bagian mesin. Petinggi IAT yang menjabat sebagai Direktur Operasional, Capt Edwin membenarkan hal itu. Pihak IAT mengklaim permasalahan sudah berhasil diperbaiki di hari pertama penemuan.
Akan tetapi, Capt Edwin tidak membeberkan secara gamblang soal masalah mesin tersebut. “Memang ada problem di enginering kami, tapi kami sudah tes. Problem kecil, tapi kami sudah perbaiki hari Jumat,” kata Edwin.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











