Daftar Nama Astronom Indonesia yang Menjadi Nama Asteroid
Beberapa nama astronom Indonesia telah terukir di langit, dengan menjadi nama asteroid yang diberikan oleh lembaga internasional. Hanya enam orang dari Indonesia yang berhasil meraih penghargaan ini. Mereka adalah para ilmuwan, peneliti, dan dosen yang berkontribusi besar dalam pengembangan astronomi di negara ini.
Dari keenam nama tersebut, satu di antaranya adalah seorang perempuan yang menjadi doktor astrofisika pertama di Indonesia. Selain itu, rata-rata dari mereka adalah mantan Kepala Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB). Penghargaan ini menjadi pencapaian luar biasa, mengingat jumlah pakar astronomi di Indonesia masih sedikit dibandingkan negara lain.
Berikut adalah daftar keenam tokoh tersebut:
1. Bambang Hidayat
Bambang Hidayat merupakan promotor astronomi di Indonesia. Ia tamat dari ITB pada akhir tahun 1960 dalam bidang Astronomi, Fisika, dan Matematika. Namanya menjadi nama asteroid 12176 Hidayat / 3468 T-3.
Pada tahun 1961, ia mendapatkan kesempatan untuk studi lanjut melalui hibah dari USAID. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Case Institute of Technology, sekarang dikenal sebagai Case Western Reserve University, di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat.
Pada tahun 1968, ia diberi kehormatan untuk memimpin Observatorium Bosscha dan Departemen Astronomi ITB. Jabatan ketua departemen astronomi dipegang hingga tahun 1978 dan direktur observatorium hingga tahun 1999. Pada usia 70 tahun, ia pensiun dan menjadi Guru Besar Emeritus.
2. Moedji Raharto
Moedji Raharto adalah seorang astronom sekaligus dosen senior di Astronomi ITB. Asteroid 12177 Raharto / 4074 T-3 dinamakan dari namanya. Ia pernah menjabat sebagai kepala Observatorium Bosscha dari tahun 1999 hingga 2004.
Ia bekerja dalam bidang Struktur Galaksi berdasarkan katalog Hipparcos dan IRAS-Point Source catalogue. Kontribusinya dalam bidang astronomi sangat berarti bagi perkembangan ilmu ini di Indonesia.
3. Dhani Herdiwijaya
Dhani Herdiwijaya memiliki asteroid 12178 Dhani / 4304 T-3 yang dinamakan dari namanya. Ia adalah seorang astronom sekaligus ahli Fisika Matahari yang pernah menjabat sebagai direktur Observatorium Bosscha pada tahun 2004–2006.
Ia lahir di Semarang pada tahun 1963. Setelah menyelesaikan sarjananya di Jurusan Astronomi ITB tahun 1988, ia melanjutkan studi S-2 di Kyoto University, Jepang, dan meraih gelar doktor pada tahun 1997.
Disertasinya berjudul “Study of Individual Sunspot Proper Motion”, yang merupakan studi tentang gerak sunspot. Ia dikenal dengan pekerjaannya dalam bintang ganda, aktivitas magnetik Matahari, serta kaitannya dengan cuaca dan iklim.
4. Taufiq Hidayat
Asteroid 12179 Taufiq / 5030 T-3 dinamakan dari Taufiq Hidayat, yang pernah menjabat sebagai Kepala Observatorium Bosscha pada tahun 2006–2010. Ia fokus pada bidang Tata Surya dan transit Extrasolar.
Selain itu, ia aktif dalam menentang efek urbanisasi di sekitar Observatorium Bosscha yang mengancam keberadaannya sebagai observatorium penelitian.
5. Thé Pik Sin
Thé Pik Sin adalah seorang doktor astronomi pertama di Indonesia dan pernah menjadi Kepala Bosscha dari tahun 1959 hingga 1968. Perannya dalam sejarah astronomi Indonesia diabadikan melalui asteroid 5408 Thé.
6. Premana Wardayanti Premadi
Premana Wardayanti Premadi adalah satu-satunya perempuan dari Indonesia yang namanya menjadi nama asteroid. Ia menjadi perempuan pertama yang memimpin Observatorium Bosscha dari tahun 2018–2023.
Ia juga menjadi perempuan Indonesia pertama yang menyandang gelar doktor astrofisika dari University of Texas. Pada tahun 2024, ia menyampaikan orasi guru besar astrofisika dan kosmologi.
Namanya abadi dalam asteroid 12937 Premadi yang diberikan oleh International Astronomical Union (IAU) sebagai penghormatan atas kontribusinya di bidang astronomi. Ia juga dianugerahi gelar Honorary Fellow dari Royal Astronomical Society, Kerajaan Inggris—sebuah pengakuan bergengsi bagi ilmuwan internasional.
Premana ingin anak-anak dapat mempelajari astronomi sejak dini. Untuk itu, ia mendirikan Universe Awareness for Children (UNAWE), sebuah gerakan global yang memperkenalkan astronomi pada anak-anak, terutama mereka yang tinggal di wilayah tertinggal.











