Latihan Arema FC Tanpa Marcos Santos dan Dalberto
Arema FC kembali menjalani latihan setelah jeda kompetisi. Namun, satu hal yang menjadi perhatian adalah absennya pelatih Marcos Santos serta pemain andalan, Dalberto Luan Bello, yang masih berada di Brasil. Latihan ini digelar pada Jumat (12/12/2025), meskipun tidak semua pemain hadir. Meski begitu, Dedik Setiawan dan rekan-rekannya cukup antusias mengikuti menu latihan yang diberikan oleh tim pelatih.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, belum terlihat sejak latihan perdana digelar. Begitu juga dengan Dalberto Luan Bello, yang juga belum terlihat dalam sesi latihan. Dari informasi yang diperoleh, keduanya masih berada di Brasil dan akan segera kembali ke Indonesia untuk memperkuat Arema FC.
Arema FC masih memiliki dua pertandingan lagi di kandang untuk menutup akhir tahun 2025. Mereka akan menghadapi Madura United pada 23 Desember 2025 dan Persita Tangerang pada 30 Desember 2025 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang.
Kesiapan Pemain dan Fokus Kebugaran
Ian Puleio, salah satu pemain Arema FC, cukup antusias dengan kembalinya latihan. Saat libur latihan kemarin, ia menghabiskan waktu bersama keluarga dan melakukan latihan mandiri. Latihan lebih banyak diisi dengan kegiatan di tempat fitness untuk menjaga kebugaran.
“Kami sempat libur total selama tiga hari,” ujarnya. “Setelah itu saya kembali latihan mandiri di pantai dan di tempat fitness untuk mengembalikan kondisi saya.”
Cuaca pagi yang cerah di Stadion Gajayana menyelimuti sesi latihan yang diikuti hampir seluruh pemain. Sejak awal, intensitas latihan langsung ditingkatkan oleh tim pelatih. Para pemain terlihat fokus menjalani menu latihan ringan yang dikombinasikan dengan penguasaan bola.
Suasana keakraban dalam tim cukup terlihat dalam latihan perdana ini. Terlebih lagi, Arema FC baru saja mendapatkan dua poin penting dari dua pertandingan tandang. Kondisi ini menjadi modal berharga bagi Singo Edan untuk mengarungi sisa laga ke depan.
“Fokus kami pekan ini ialah menjalani latihan dengan optimal untuk menjaga kebugaran pemain,” ujar asisten pelatih Arema FC, Andre Caldas. Ia menjelaskan bahwa jeda kompetisi berdampak pada kekuatan otot dan kebugaran pemain. Oleh karena itu, Tim Pelatih Singo Edan sengaja meningkatkan intensitas latihan selama satu pekan ini.
“Setelah fokus ke fisik, baru kami fokus ke skema permainan (latihan taktik),” tambahnya.
Ian Puleio Berhasrat Perbaiki Klasemen
Winger Arema FC, Ian Puleio, ketagihan untuk kembali mencetak gol di Super League 2025/2026. Ia berhasrat untuk kembali membobol gawang lawan usai mencetak gol perdana saat menghadapi Malut United di pekan ke-13 kemarin. Pemain berkebangsaan Argentina itu mengaku ingin berkontribusi lebih untuk Arema FC.
Setelah mendapatkan kritikan tajam dari Aremania, ia ingin menunjukkan kalau dirinya bisa memberikan sumbangan kepada tim. Terutama membawa posisi Arema FC untuk lebih baik lagi di klasemen sementara Super League 2025/2026.
“Tentu saya terus bekerja keras, terutama dalam memperkuat situasi demi sebuah tujuan. Apa yang saya perbuat saat melawan Malut United itu bagus bagi saya. Tapi saya dapat membantu tim mengamankan setidaknya satu poin di sana itu lebih penting,” ucapnya.
Arema FC kembali menjalani latihan perdana usai menjalani libur pasca jeda kompetisi di kompetisi Super League 2025/2026. Singo Edan mulai memanasi mesin, meski pertandingan lanjutan baru akan dimulai pada 23 Desember 2025 mendatang menghadapi Madura United.
Ian Puleio mengaku, apa yang telah ia lakukan sejauh ini berkat dukungan pemain, pelatih, dan Aremania. Ia juga memaklumi akan kritikan Aremania di media sosial, dan dukungan Aremania kepada dirinya.
“Saya harus berterima kasih kepada semua orang yang peduli kepada saya. Saya memantau di media sosial apa yang mereka katakan. Meskipun ada beberapa yang tidak saya pahami, saya meyakini banyak orang yang ingin membantu saya menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, eks pemain FK Decic dari Liga Montonegro itu sempat kesulitan dalam mengembangkan permainannya. Ian Puleio seperti kehilangan arah, seperti kesulitan dalam beradaptasi dengan sepak bola Indonesia. Namun ia optimis, kalau kerja keras itu tidak akan mengkhianati hasil.
Terbukti dengan satu golnya ke gawang Malut United mampu membawa Arema FC lolos dari kekalahan. Hasil seri itu juga semakin menasbihkan Arema FC menjadi satu-satunya tim di Super League yang belum terkalahkan di laga tandang.
“Saya rasa Liga Indonesia ini cukup kompetitif. Tidak sama dengan apa yang sudah saya rasakan di Eropa. Ada banyak gol, dan banyak ritme permainan seperti maju mundur dengan cepat. Kualitas pemain juga bagus. Mereka memiliki kecepatan. Saya benar-benar menikmatinya dan ingin meraih kesuksesan di sini,” ujarnya.
Dua laga kandang saat Arema FC menjamu Madura United dan Persita Tangerang di penghujung tahun nanti akan menjadi target selanjutnya. Ia berharap bisa kembali berkontribusi untuk membawa Arema FC meraup dua kemenangan di laga kandang.
“Dua pertandingan itu tentu akan menjadi laga yang sulit. Tapi saya harus bekerja keras agar bisa meraih enam poin. Semoga saya bisa berkontribusi lagi dengan mencetak gol,” tandasnya.











