Persebaya Surabaya Berada di Tengah Kekacauan, Suporter Berharap Pelatih Baru Segera Diumumkan
Pemilik julukan Bonek kini tengah menantikan pengumuman pelatih baru Persebaya Surabaya. Seruan “Welcome to Surabaya coach!” menggema di media sosial dan lini masa suporter yang gelisah. Harapan besar ini mencerminkan keinginan kuat para pendukung untuk segera melihat perubahan arah dalam performa tim.
Persebaya Surabaya sedang berada dalam situasi genting setelah Eduardo Perez memutuskan untuk meninggalkan klub lebih cepat dari yang diharapkan. Kepergiannya membuat kursi pelatih kepala kosong, dan manajemen harus segera mencari pengganti. Uston Nawawi kemudian ditunjuk sebagai pelatih sementara untuk menjaga stabilitas tim selama masa transisi.
Uston Nawawi mengakui bahwa hasil imbang melawan PSM Makassar di Parepare pada Sabtu (6/12/2025) adalah hal positif meski tidak sesuai target. “Bersyukur kami mendapatkan satu poin di Makassar,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen tim untuk terus berjuang dan mengejar kemenangan meskipun situasi belum ideal. “Memang dari awal kami bertekad mendapatkan tiga poin, tapi satu poin ini sangat berharga bagi kami,” tambahnya.
Meski belum lepas dari tren imbang, Persebaya Surabaya menunjukkan daya juang yang kuat. Para pemain tetap bermain dengan mentalitas tinggi meskipun absennya pelatih kepala definitif. Namun, desakan suporter semakin menguat agar manajemen segera memastikan pengganti Perez.
Di antara berbagai nama yang muncul, Pep Munoz kembali menjadi kandidat paling dibicarakan. Ia sebelumnya pernah dihubungkan dengan Persebaya Surabaya, meski pembicaraan tidak berujung kesepakatan. Kini rumor tentang kehadirannya kembali menguat, dengan angka 36 persen sebagai peluang kehadirannya menurut sentimen publik.
Rekam jejak Pep Munoz memberikan alasan kuat untuk dipertimbangkan. Ia pernah menjadi asisten di Barcelona U-19 dan Barcelona B serta bagian dari staf kepelatihan timnas China. Sejak 2023, Munoz memimpin Svay Rieng FC di Liga Kamboja dan mencatat prestasi mencolok. Ia membawa klub tersebut menjuarai Liga Kamboja 2024/2025 dan menangi Piala Kamboja.
Musim ini, Munoz mencatat 32 kemenangan, tiga imbang, dan sepuluh kekalahan dari 45 pertandingan. Jika ditarik ke total seluruh masa kerjanya di klub, ia menorehkan 56 kemenangan, tujuh imbang, dan 12 kekalahan dari 75 laga. Gaya mainnya yang menyerang dengan formasi 4-3-3 dinilai cocok dengan karakter permainan Green Force.
Banyak suporter menilai gaya itu bisa mengembalikan identitas agresif yang selama ini jadi ciri khas Persebaya Surabaya. Di media sosial, komentar antusias langsung membanjiri lini masa begitu nama Munoz kembali mencuat. “Welcome to Persebaya coach,” tulis salah satu akun Bonek yang viral.
Gelombang dukungan ini menunjukkan betapa besar harapan suporter terhadap sentuhan taktik Munoz. Mereka percaya kehadirannya bisa menjadi momentum kebangkitan tim musim ini. Di sisi lain, manajemen Persebaya Surabaya berada dalam tekanan waktu untuk segera mengumumkan pelatih baru. Regulasi I.League menuntut klub mendaftarkan pelatih kepala maksimal 30 hari setelah pemberitahuan resmi.
Jika terlambat, klub bisa dikenai denda Rp 100 juta dan meningkat menjadi Rp 200 juta jika keterlambatan berlanjut. Situasi ini membuat manajemen tidak punya banyak ruang untuk mengulur keputusan. Bonek menilai pelatih kepala harus bukan hanya berkualitas, tetapi juga paham kultur klub. Mereka ingin pelatih yang mampu mengembangkan pemain muda dan menjaga ciri permainan Persebaya Surabaya.
Bagi banyak suporter, Munoz memenuhi kriteria itu karena pengalaman dan gaya mainnya. Namun Persebaya Surabaya tetap harus menyiapkan opsi setara jika negosiasi tidak berjalan mulus. Sementara itu, Uston Nawawi tetap memimpin latihan dan memastikan atmosfer tim tetap kondusif. Ia menegaskan terus melakukan perbaikan agar Persebaya Surabaya kembali meraih kemenangan.
“Di sisa waktu ini akan evaluasi bersama tim pelatih. Kami bertekad semuanya untuk mendapatkan tiga poin kembali,” tegas Uston yang tetap menjaga optimisme ruang ganti. Kini keputusan manajemen menjadi titik paling ditunggu Bonek yang sudah lelah hidup dengan rumor. Mereka ingin langkah konkret untuk menunjukkan keseriusan Persebaya Surabaya menghadapi musim.
Pelatih kepala baru akan menentukan arah permainan, atmosfer stadion, dan kepercayaan pemain. Keputusan ini menjadi krusial bagi masa depan Persebaya Surabaya dalam persaingan liga. Semua mata kini tertuju pada manajemen: apakah Pep Munoz segera diumumkan sebagai pelatih baru. Atau justru ada nama kejutan lain yang siap mengarahkan kembali kapal hijau ke jalur kemenangan?











