Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Bernardo Tavares, Miljan Radovic Jadi Incaran Persebaya dan Persis, Siapa Dia?

Persebaya Surabaya dan Persis Solo Dalam Pencarian Pelatih Baru

Persebaya Surabaya dan Persis Solo kini sedang dalam proses pencarian pelatih baru. Kondisi ini semakin memanas setelah berbagai rumor mengenai calon pelatih terus muncul. Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Miljan Radovic, pelatih asal Montenegro yang saat ini melatih Al-Ramtha SC di Liga Jordania.

Situasi Terkini

Saat ini, Persebaya Surabaya belum memiliki pelatih tetap. Jika hingga 25 Desember 2025 klub tidak menemukan pelatih baru, maka Persebaya akan dikenakan denda sebesar Rp100 juta. Hal ini membuat manajemen Bajol Ijo lebih giat mencari sosok pelatih yang tepat untuk menggantikan Eduardo Perez, yang telah dipecat setelah laga melawan Arema FC berakhir imbang 1-1.

Sementara itu, Persis Solo juga masih mencari pelatih baru setelah Peter de Roo meninggalkan klub pada awal November 2025. Kedua klub ini kini sedang memperhatikan beberapa nama pelatih potensial, salah satunya adalah Miljan Radovic.

Profil Miljan Radovic

Miljan Radovic lahir pada 18 Oktober 1975 di Nikšić, Yugoslavia (RFS). Saat ini, dia menjadi pelatih kepala untuk klub Liga Pro Yordania, Al-Ramtha SC. Sebelum menjadi pelatih, Radovic pernah aktif sebagai pemain sepak bola, di mana ia dikenal karena ketepatan eksekusi bola matinya yang sering menghasilkan gol indah. Dia juga dijuluki “The Professor” karena umpan-umpannya yang cepat dan tepat serta keterampilannya yang luar biasa di lapangan.

Karier sepak bolanya dimulai pada tahun 1993 dengan bermain untuk klub lokal FK Sutjeska Nikšić, di mana selama 7 musim dia tampil lebih dari 250 kali di liga dan mencetak lebih dari 30 gol. Pada tahun 2000, dia pindah ke FK Vojvodina yang juga berkompetisi di Liga Utama RF Yugoslavia.

Pada tahun 2003, Radovic menandatangani kontrak dengan NK Šmartno 1928 yang bermain di Liga Utama Slovenia. Setelah itu, dia bermain untuk OFK Grbalj, FK Mogren, FK Lovćen, dan OFK Petrovac di Liga Pertama Montenegro sebelum kembali merantau ke luar negeri pada tahun 2011 dengan bergabung bersama Persib Bandung di Liga Super Indonesia.

Selama bermain di Persib, Radovic dianggap sebagai salah satu gelandang asing terbaik. Dia dipercaya sebagai pengatur serangan Maung Bandung selama satu setengah musim lamanya sebelum akhirnya pindah ke Pelita Bandung Raya pada Agustus 2013.

Karier sebagai Pelatih

Pada November 2018, Radovic ditunjuk menjadi Direktur Teknik Persib Bandung. Pada 9 Januari 2019, dia resmi diangkat sebagai pelatih kepala dengan kontrak satu tahun. Namun tiga bulan berselang, dia mengundurkan diri karena ingin mengambil lisensi kepelatihan UEFA Pro di Eropa.

Pada November 2020, Radovic kembali ke Montenegro dan diangkat sebagai pelatih baru klub Liga Pertama Montenegro, Sutjeska Nikšić. Ia kemudian menangani FK Dečić pada September 2021. Di musim pertamanya, dia berhasil membawa klubnya duduk di posisi ketiga klasemen dan memenangkan penghargaan Pelatih Terbaik kedua di Liga Pertama Montenegro.

Pada Juni 2023, Radovic dikontrak oleh klub Liga Makedonia Pertama, Voska Sport. Ia kemudian ditunjuk menangani Sutjeska dan hasilnya kurang memuaskan, hingga akhirnya berpisah dengan klub ini pada 6 Maret 2024. Empat bulan kemudian, Radovic pindah ke Yordania untuk melatih klub Liga Pro Yordania, Al-Ramtha, hingga sekarang.

Catatan Prestasi

Di Liga Jordania, tim yang dilatih oleh Radovic mencatatkan performa yang cukup menjanjikan. Dari 10 pertandingan di Jordanian Pro League musim 2025/2026, timnya mencatat 7 kemenangan dan 3 hasil imbang tanpa kekalahan, mengemas 24 poin dengan rata-rata 2,4 poin per pertandingan.

Dengan rekam jejaknya yang baik, baik sebagai pemain maupun pelatih, Miljan Radovic kini menjadi salah satu kandidat kuat untuk menggantikan pelatih Persebaya dan Persis Solo.

Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *