Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Kelimutu: Danau Ajaib dengan 3 Warna dan 6 Destinasi Wisata Sekitar

Wisata di Sekitar Danau Kelimutu yang Wajib Dikunjungi

Danau Kelimutu, yang terletak di Kabupaten Ende, Pulau Flores, NTT, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang menarik. Selain keindahan danau tiga warna yang memukau, sekitar kawasan ini juga menyimpan berbagai tempat wisata yang patut untuk dieksplorasi. Berikut beberapa destinasi wisata di sekitar Danau Kelimutu yang bisa Anda kunjungi.

1. Bumi Perkemahan Ekowisata (Eco Camp) Boelanboong

Bumi Perkemahan Ekowisata (Eco Camp) Boelanboong merupakan tempat berkemah yang berada di kaki Gunung Kelimutu. Lokasinya berada di Dusun Resettlement, Desa Wisata Wologai Tengah, Kecamatan Detusoko. Eco Camp Boelanboong berada pada ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Tempat ini menawarkan pemandangan alam yang indah dari ketinggian.

Boelanboong memiliki makna “bulan di atas embung” menurut masyarakat setempat. Saat bulan purnama, cahaya pantulan bulan jatuh tepat di permukaan Telaga Sokolo’o. Di tengah dataran luas terdapat embung buatan yang menjadi sumber air bagi petani sawah saat musim kemarau. Area ini juga digunakan untuk menggembala ternak oleh masyarakat setempat.

2. Air Terjun Murundao

Air Terjun Murundao adalah salah satu tempat wisata alam yang tersembunyi di Kabupaten Ende. Letaknya berada di kaki Gunung Kelimutu, tepatnya di wilayah Desa Koanara, Kecamatan Kelimutu. Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan harus menempuh jarak sekitar 55 kilometer dari Kota Ende ke arah timur.

Jalur trekking menuju air terjun ini cukup mudah. Selama perjalanan, wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang sangat asri. Saat tiba di Air Terjun Murundao, pengunjung akan melewati jembatan kayu yang membentang di atas aliran air yang mengalir dari kolam air terjun. Pemandangan air terjun yang mengalir dari ketinggian tebing sekitar 15 meter sangat indah.

3. Agrowisata Stroberi

Agrowisata Stroberi adalah destinasi wisata yang menawarkan pengalaman unik, yaitu memetik sendiri buah stroberi di kawasan Danau Kelimutu. Tempat ini terletak di Desa Pemo, salah satu desa wisata penyanggah kawasan Taman Nasional Kelimutu.

Di agrowisata ini, pengunjung juga bisa menemukan spot foto seperti rumah pohon dengan pemandangan perbukitan dan pemukiman warga. Pada waktu tertentu, kawasan ini akan berkabut dan dingin. Selain stroberi, pengelola juga menjual bunga edelweis yang dibudidayakan sendiri.

4. Desa Wisata Pemo

Desa Pemo merupakan salah satu desa wisata yang menjadi penyanggah kawasan Taman Nasional Kelimutu. Desa ini memiliki potensi alam dan budaya yang beragam untuk dikembangkan.

Pada Oktober 2023 lalu, Pemerintah Desa Pemo menggelar festival budaya Joka Ju Tedo Tembu Wesa Wela Tanah Pemo untuk mempromosikan wisata alam dan budaya. Festival ini dimulai dengan ritual So Bhoka Au (bakar bambu) pada Minggu 1 Oktober 2023. Festival ini bertujuan untuk mempromosikan potensi alam dan budaya di Desa Pemo sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Desa Pemo berada di lereng Gunung Kelimutu atau kawasan Taman Nasional Kelimutu dengan ketinggian 960 mdpl. Udara yang sejuk membuat desa ini cocok untuk pengembangan hortikultura. Masyarakat setempat bergelut sebagai petani hortikultura dan tanaman komoditi seperti kopi dan cengkeh.

Selain tanaman hortikultura, masyarakat juga mengembangkan tanaman penghasil buah seperti apel, stroberi, dan jeruk. Stroberi di kawasan Desa Pemo sangat terkenal karena menjadi buah tangan wisatawan yang pulang berwisata dari Danau Kelimutu.

5. Kawasan Moni

Kawasan Moni disebut sebagai pintu gerbang ke Danau Tiga Warna Kelimutu. Di tempat ini terdapat banyak penginapan yang bisa disewa wisatawan. Penginapan-penginapan ini memiliki pemandangan pemukiman warga dan area persawahan Moni. Kawasan ini cukup dingin, terutama saat malam hari. Wisatawan biasanya memulai trekking ke Danau Kelimutu dari Moni di pagi hari.

Anda bisa berhenti di Koanara dan Wiwipemo di Kabupaten Kelimutu. Di sana terdapat beberapa rumah tradisional yang mungkin ingin Anda lihat dan pelajari. Rumah-rumah tradisional ini juga bisa ditemukan di Nggela, Tenda dan Wolojita yang ada di Kabupaten Wolojita dan di Wolopoto, Ngalupolo, Onelako, Puutuga, Roga, serta Sokoria di Kabupaten Ndona.

6. Air Panas Wae Au

Wisata Air Panas Wae Au masih berada di kawasan Taman Nasional Kelimutu. Letaknya tak jauh dari jalan menuju Danau Kelimutu. Sumber air panas ini ada di Desa Nggela, Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain untuk wisata, air panas ini sering dikunjungi warga untuk mengobati penyakit kulit. Masyarakat di sekitar mempercayai air panas Ae Wau ini menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Dalam bahasa Lio, Kabupaten Ende, Ae berarti air dan Wau berarti bau. Ae Wau dikenal dengan air dengan bau yang menyengat akibat kandungan belerang tinggi. Wisata Ae Wau dapat ditempuh dua jam perjalanan dari kota Ende, ibu kota Kabupaten Ende, menggunakan roda dua maupun roda empat.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *