Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Pemain naturalisasi siap tampil kembali



Pengumuman penting datang dari Liga Belanda setelah berbulan-bulan menghadapi skandal paspor. Skandal yang dikenal dengan istilah paspoortgate ini melibatkan empat pemain naturalisasi asal Indonesia, yaitu Dean James (Go Ahead Eagles), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), Tim Geypens (FC Emmen), dan Justin Hubner (Fortuna Sittard). Berdasarkan laporan terbaru, keempat pemain tersebut kini telah diizinkan kembali masuk ke dalam skuad klub masing-masing.

Sebelumnya, keempat pemain tersebut harus dikeluarkan dari skuad karena dugaan pelanggaran aturan kewarganegaraan. Mereka bahkan tidak diperbolehkan berlatih bersama rekan-rekannya selama beberapa bulan. Keputusan ini diambil oleh masing-masing klub untuk menunggu penyelesaian masalah serta menghindari sanksi dari operator liga dan federasi sepak bola Belanda.

Beberapa klub telah merilis pernyataan resmi terkait status pemain mereka. FC Emmen, misalnya, menyatakan bahwa Tim Geypens sudah kembali berlatih bersama tim. Pemain berusia 24 tahun itu diketahui telah mendapatkan izin tinggal sementara hingga tahun 2031. Pernyataan resmi dari klub menyebutkan bahwa Geypens kembali diizinkan bekerja sebagai pemain sepak bola di Belanda.

Sementara itu, klub Willem II juga mengumumkan bahwa Nathan Tjoe-A-On telah memenuhi syarat untuk tampil dalam pertandingan berikutnya. Pemain asal Indonesia ini kini sudah bisa berlatih bersama rekan satu timnya menjelang laga melawan Almere pada hari Minggu, 12 April 2026. Klub Tricolores itu menyatakan bahwa Tjoe-A-On kembali memenuhi syarat untuk bermain.

Di sisi lain, Go Ahead Eagles mengonfirmasi bahwa jaksa independen sepak bola profesional KNVB telah menyelesaikan penyelidikan terhadap Dean James dan Richonell Margaret (Suriname). Hasilnya, tidak ada sanksi disiplin yang diberikan kepada pemain maupun klub. Meskipun demikian, NAC Breda, yang pertama kali melaporkan kasus ini, belum menerima keputusan tersebut dan akan mengajukan banding. Hal ini bisa berdampak pada hasil pertandingan dan posisi klasemen, termasuk potensi degradasi.

Klub Fortuna Sittard juga mengumumkan bahwa dua pemain mereka, Justin Hubner dan Justin Lonwijk (Suriname), telah memenuhi syarat untuk tampil dalam pertandingan resmi kompetisi. Dengan demikian, klub Fortunezen bisa menurunkan kedua pemain tersebut dalam laga berikutnya.

Skandal paspoortgate bermula ketika klub NAC Breda mengajukan banding ke KNVB usai kekalahan telak dari Go Ahead Eagles 0-6 dalam lanjutan Eredivisie pada 15 Maret lalu. Klub tersebut keberatan karena Go Ahead Eagles memainkan Dean James yang telah beralih kewarganegaraan menjadi Indonesia. NAC Breda menduga James melanggar aturan izin kerja di Belanda karena statusnya sebagai pemain non-Uni Eropa.

Berdasarkan regulasi hukum di Belanda, siapa pun yang telah menerima kewarganegaraan lain, maka ia harus menyerahkan paspor Belanda mereka. Intinya, Belanda tidak mengizinkan pemain dengan kewarganegaraan ganda. Jika sudah tidak lagi berkewarganegaraan Belanda, para pemain wajib mendaftarkan ulang izin kerja mereka. Jika tidak, dipastikan pemain tersebut sebagai pekerja ilegal.



Beberapa klub di Liga Belanda kini mulai menyiapkan langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran serupa di masa depan. Selain itu, KNVB juga sedang melakukan evaluasi terhadap aturan kewarganegaraan pemain, terutama bagi pemain naturalisasi. Diharapkan, kebijakan ini dapat memberikan kejelasan dan perlindungan bagi klub dan pemain yang terlibat dalam situasi seperti ini.

Dengan adanya penyelesaian masalah ini, keempat pemain Indonesia kini kembali berpeluang membela klub masing-masing dan berkontribusi dalam kompetisi Liga Belanda. Mereka kini berharap bisa fokus pada pertandingan tanpa terganggu oleh isu-isu hukum atau administratif.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *