Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Budaya  

RUCI Art Space Bawa 32 Karya Seniman Indonesia ke Art Central HK 2026



JAKARTA – RUCI Art Space akan berpartisipasi dalam Art Central Hong Kong 2026 (25–29 Maret 2026) sebagai bagian dari platform “Rising Currents”.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menyampaikan bahwa melalui ‘Rising Currents’, Indonesia tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga memperkuat hubungan antar galeri sebagai simpul penting dalam ekosistem seni rupa Indonesia.

“Inisiatif ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, sekaligus memastikan keberagaman praktik artistic talenta seni rupa Indonesia, baik yang emerging maupun yang sudah mapan, dapat terlibat secara inklusif dalam arena seni rupa global,” ujar Mahendra di Jakarta, Sabtu (4/4).

Rising Currents adalah sebuah inisiatif unggulan yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya).

Sebagai salah satu ruang seni kontemporer terdepan di Indonesia, keikutsertaan RUCI merupakan bagian dari tahap Rekognisi Internasional dalam kerangka program MTN Seni Budaya, yang membuka peluang bagi talenta seni rupa Indonesia untuk tampil di panggung global, memperluas jejaring, serta memperkuat posisi Indonesia dalam lanskap seni kontemporer dunia.

Dalam Art Central Hong Kong 2026, “RUCI Art Space menghadirkan 32 karya dari dua seniman perempuan emerging berbasis di Jakarta, yaitu Cecil Mariani dan Aharimu, yang praktiknya merefleksikan dinamika narasi seni kontemporer Indonesia saat ini,” jelas Mahendra.

Dia menambahkan untuk memastikan kelancaran presentasi internasional tersebut, FedEx Indonesia memberikan dukungan penuh dalam pengiriman seluruh karya.

Melalui layanan FedEx International Priority®, seluruh karya berhasil dikirim secara aman dan efisien dengan waktu pengiriman dua hari kerja hingga tiba di lokasi Art Central Hong Kong – mendukung kelancaran proses instalasi melalui pengiriman tepat waktu serta penanganan yang hati-hati terhadap asset budaya bernilai tinggi.

Gallery Director dan Co-Founder RUCI Art Space Rio Pasaribu mengapresiasi dukungan MTN Seni Budaya dalam membuka akses galeri Indonesia ke platform internasional seperti Art Central Hong Kong.

Di saat yang sama, peran sektor swasta seperti FedEx Indonesia menjadi sangat krusial – tanpa dukungan logistik yang andal, sirkulasi karya seni di tingkat global tidak akan berjalan optimal.

“Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana ambisi kultural dan keunggulan operasional dapat berjalan beriringan,” jelas Rio.

Platform “Rising Currents” menghadirkan delapan galeri Indonesia dan melibatkan 17 seniman seni rupa, merepresentasikan keberagaman praktik artistik Indonesia sekaligus membangun konektivitas antara ekosistem seni nasional dan audiens internasional.

Selain presentasi pameran, program ini juga menghadirkan diskusi bertajuk “Rising Currents: Indonesian Contemporary Art in Motion,” yang membahas perkembangan serta posisi seni kontemporer Indonesia dalam konteks global.

“Partisipasi RUCI Art Space dalam “Rising Currents” diharapkan dapat memperluas apresiasi terhadap praktik seni yang dihadirkan serta membuka peluang kolaborasi lintas konteks di tingkat internasional,” pungkas Rio.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *