Perubahan Hidup Vincent Verhaag dan Jessica Iskandar Setelah Menikah
Kehidupan rumah tangga memberikan perubahan besar bagi pasangan Vincent Verhaag dan Jessica Iskandar. Dulu, mereka menjalani kehidupan dengan gaya hidup santai dan sering menghabiskan waktu di tempat-tempat hiburan. Kini, situasi berbeda. Mereka masih tetap bersosialisasi, tetapi dengan suasana yang jauh berbeda.
Vincent Verhaag mengakui bahwa kebiasaan nongkrongnya tidak hilang, hanya saja kini ia lebih sering berkumpul bersama para orang tua lain. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya, ia dan Jessica sering menghabiskan waktu di klub malam, tetapi kini lokasinya berubah menjadi cafe atau restoran.
“Masih nongkrong, cuman nongkrongnya berbeda,” ujar Vincent Verhaag di kawasan Dharmawangsa Jakarta Selatan, belum lama ini.
“Bukan di klub, tapi di ya tempat-tempat kayak ginilah ya kan,” tambahnya.
Topik obrolan pun berubah dari yang sebelumnya ringan dan hiburan, kini lebih banyak membahas kebutuhan anak dan keluarga. Meski begitu, Vincent menikmati fase ini. Baginya, nongkrong tetap bisa dilakukan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab sebagai orang tua. Justru, momen kebersamaan dengan sesama orang tua menjadi pengalaman baru yang tak kalah menyenangkan.
Khawatir Punya Anak Perempuan
Pada bagian lain, Vincent Verhaag juga mengungkapkan perasaannya sebagai seorang ayah setelah dikaruniai anak perempuan. Putri mereka yang diberi nama Hagia Alyara Verhaag kini menjadi sosok yang sangat ia jaga. Bahkan Vincent mengaku punya kekhawatiran tersendiri soal masa depan anaknya, terutama saat nanti memasuki usia remaja.
Vincent secara jujur mengakui dirinya bukan sosok pria yang alim di masa muda, dan itu justru membuatnya khawatir. Ia takut jika suatu hari nanti sang putri bertemu dengan pria yang memiliki sifat seperti dirinya dulu.
“Oh jagalah! Maksudnya papanya juga bukan papa-papa alim kan,” ucap Vincent Verhaag di kawasan Dharmawangsa Jakarta Selatan, Jumat (27/3/2026).
“Aku nggak mau dia ketemu kayak aku dari usianya aku remaja ya kan. Jadi aku harus kayak balik lagilah,” ujarnya.
Ingin Jadi Cinta Pertama Sang Putri
Tak hanya sekadar melindungi, Vincent juga memiliki prinsip kuat dalam membesarkan anak perempuannya. Ia ingin menjadi sosok cinta pertama bagi Hagia, yang nantinya bisa menjadi standar dalam melihat sosok laki-laki di masa depan.
“Anak cewek the first love cinta pertama itu bapaknya,” ucap Vincent.
“Jadi aku ingin dan aku pengen banget bahwa nanti kalau Hagia udah remaja, patokan kasih cinta kasih sayang itu papanya sendiri,” lanjutnya.
Vincent pun membayangkan bagaimana kelak putrinya bisa memiliki standar tinggi terhadap pasangan. Ia bahkan mencontohkan respons yang diharapkannya ketika suatu saat ada pria yang mendekati Hagia.
“Jadi ketika ada cowok yang datangin dia terus bilang ‘eh lu bisa masak kayak emak gue nggak?’ Nah dia bisa jawab ‘Lu bisa kerja kayak bapak gue nggak?’ Ya kan? Jadi the first love harus dari papanya,” katanya sambil tertawa.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











