Jogja Food & Beverage Expo 2026 Hadirkan Berbagai Inovasi di Sektor Kuliner dan Minuman
Jogja Food & Beverage Expo 2026, sebuah pameran industri berskala internasional, akan berlangsung pada 8–11 April 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian tiga agenda industri yang diselenggarakan kedua kalinya oleh Krista Exhibitions.
CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan berbagai program di sektor makanan dan minuman, termasuk kompetisi kuliner yang mengangkat masakan tradisional. Ia menambahkan, kegiatan akan berlangsung selama empat hari dengan partisipasi lebih dari 100 peserta dari berbagai wilayah, seperti Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Para peserta berasal dari sektor bahan makanan, teknologi pengolahan, hingga peralatan kuliner. Tahun ini diikuti oleh 110 peserta dari beberapa wilayah di Indonesia, baik dari Yogyakarta, Jawa Barat maupun Jawa Timur, dan ada juga yang di luar pulau Jawa, baik dari bahan makanan, teknologi pengolahan, teknologi pengemasan, hingga teknologi cetak.
Beragam Aktivitas yang Menarik Perhatian Pengunjung
Selain kompetisi kuliner, berbagai kegiatan seperti cooking demo dan baking demo juga akan digelar untuk memberikan gambaran perkembangan teknik dan tren di industri makanan dan minuman. Baking & Cooking Demo menampilkan inovasi teknik memasak dari para chef profesional, hingga Bakat Boga Challenge yang menjadi ajang kompetisi kreativitas kuliner bagi pelajar, profesional, dan komunitas.
Di panggung utama, Cooking & Baking Demo kembali menghadirkan deretan chef dan brand ternama yang siap berbagi inspirasi kuliner. Salah satu yang paling ditunggu adalah demo eksklusif dari Chef Achen (Rose Brand) yang menyajikan berbagai kreasi masakan khasnya. Keseruan berlanjut dengan sesi baking dari Indobake, yang setiap sore menampilkan demonstrasi teknik modern menggunakan peralatan baking & mixing terkini.
Akan hadir pula Chef Lucky P Katili dari PT Ikan Dorang melalui demo menu “Ayam Cabe Garam”. Tidak ketinggalan, Chef Edli Haryanto dari Let’s Eat turut memikat perhatian pengunjung melalui sajian seperti Crispy Tofu Sweet Chili, Mie Mala Chili Oil, Sup Asparagus hingga Tom Yam memberikan inspirasi segar bagi para pelaku industri maupun pecinta kuliner.
Kompetisi Kopi dan Teh yang Menarik
Kompetisi kopi juga menjadi bagian dari agenda yang akan berlangsung selama pameran. ICAB ROC Coffee Competition kembali digelar untuk menguji keterampilan barista dalam teknik brewing dan latte art. Kompetisi ini juga diperkuat dengan J-ROC Competition, yaitu ajang roasting profesional yang menilai kemampuan peserta dalam mengolah biji kopi dengan standar kompetisi tinggi.
Di sisi lain, sektor teh turut menjadi perhatian melalui partisipasi Dewan Teh Indonesia (DTI). Ketua Umum DTI, Iriana Ekasari, menyatakan, pihaknya akan menghadirkan edukasi terkait pengolahan dan inovasi produk teh. Ia menjelaskan, melalui program seperti Tea Talks dan Tea Class, pengunjung akan mendapatkan pemahaman mengenai teknik peracikan teh hingga pengembangan produk seperti milk tea berbahan alami.
Target Pengunjung dan Manfaat bagi Pelaku UMKM
Penyelenggara pameran tahun ini menargetkan sekitar 12.000 pengunjung selama empat hari pelaksanaan, atau rata-rata lebih dari 3.000 pengunjung per hari. Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Elyn Subiyanti, menambahkan, pameran yang diselenggarakan oleh Krista Exhibitions ini melanjutkan kesuksesan tahun sebelumnya yang mampu menghadirkan ajang berskala internasional dengan pengunjung dari kalangan pengusaha hingga pelaku industri kreatif.
Menurutnya, Yogyakarta menjadi salah satu lokasi yang tepat untuk penyelenggaraan acara tersebut karena memiliki kekuatan di sektor pariwisata, kuliner, dan industri kreatif yang saling mendukung. Ia menjelaskan, melalui pameran yang berlangsung selama empat hari ini, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM) dapat memperoleh beragam manfaat, mulai dari menggali tren terbaru, menemukan mitra packaging inovatif, hingga mengakses desain kreatif dan teknologi terkini.
Selain itu, pengetahuan dan jejaring yang diperoleh selama pameran diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Yogyakarta. Harapan kami ini tidak hanya ajang pameran biasa, melainkan penghubung lahirnya kolaborasi baru, sehingga dapat mendorong perkembangan bisnis kreatif di daerah ini.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











