Kenangan Ngabuburit di Masa Kecil yang Menjadi Kenangan Berharga
Setiap orang pasti memiliki kenangan tak terlupakan saat menjelang berbuka puasa. Bagi banyak keluarga, ngabuburit adalah momen yang penuh kehangatan dan keseruan. Dalam sebuah talkshow yang diselenggarakan di Atrium Bintaro Jaya Xchange Mall 1, Sabai Morscheck dan Ringgo Agus Rahman berbagi cerita mengenai kenangan ngabuburit mereka di masa kecil. Acara ini juga membahas cara-cara mengajarkan puasa kepada anak-anak secara bertahap.
Berikut beberapa kenangan menarik dari Sabai dan Ringgo selama masa kecil mereka:
1. Sabai Main Lompat Tali Bersama Tetangga
Sebagai satu-satunya anak perempuan dari tiga bersaudara, Sabai mendapat perlakuan khusus dari orangtuanya. Ia tidak diperbolehkan naik sepeda seperti kakak-kakaknya karena khawatir terjatuh. Namun, hal ini justru membuatnya lebih dekat dengan tetangga di sekitar rumah.
Setiap sore menjelang berbuka puasa, Sabai dan teman-temannya sering bermain lompat tali dan taplak gunung. Permainan tradisional ini menjadi aktivitas rutin yang sangat dinantikan oleh mereka.
2. Ringgo Pergi ke Toko Mainan Saat Ngabuburit

Ringgo memiliki kenangan lucu saat ngabuburit di masa kecil. Berbeda dengan Sabai, Ringgo sering kali “lemah iman” dan mengajak teman-temannya bermain petasan. Meski tahu itu bukan aktivitas yang tepat, rasa penasaran membuat mereka tetap mencoba.
Selain bermain petasan, Ringgo juga suka pergi ke toko mainan untuk melihat-lihat. Tujuan utamanya adalah agar ia bisa meminta THR lebih banyak dari orangtua dan menggunakan uang THR tersebut untuk membeli mainan.
3. Aktivitas Ngabuburit Keluarga Ringgo

Sabai dan Ringgo menyadari bahwa anak-anak di era digital lebih suka bermain gadget. Untuk menghindari hal ini, mereka menciptakan aktivitas alternatif yang bisa dilakukan bersama.
Salah satu aktivitas favorit mereka adalah berkumpul di meja makan untuk melakukan kegiatan kreatif, seperti Lego bersama-sama. Ringgo mulai mengoleksi Lego sejak masa pandemi. Potongan-potongan mainan dipisahkan berdasarkan warna atau jenisnya, kemudian anak-anak menempelkannya sesuai instruksi atau kreativitas mereka sendiri.
4. Bjorka Bercita-Cita Jadi Arsitek

Aktivitas kreatif seperti menyusun mainan ternyata bisa memengaruhi cita-cita anak. Ringgo menceritakan bahwa karena sering menyusun dan membangun berbagai bentuk dari mainan, Bjorka mulai bercita-cita menjadi arsitek.
Mereka memiliki koleksi dari berbagai tema seperti Star Wars, Ninjago, Minecraft, LEGO City, Mario, hingga Batman. Aktivitas bersama ini bukan hanya sekadar mengisi waktu, tetapi juga menjadi momen quality time untuk komunikasi keluarga.
5. Sabai dan Ringgo Ajarkan Puasa Secara Bertahap

Selain berbagi kenangan masa kecil, Ringgo juga membagikan pengalamannya mengajarkan puasa kepada anak-anaknya, Bjorka dan Mars. Ia menceritakan bahwa Bjorka pernah merasa tidak tahan dan ingin buka puasa sebelum waktunya.
Ringgo memilih untuk tidak memaksa anaknya dan memberikan apresiasi untuk usaha yang sudah dilakukan. Pendekatan bertahap ini dipilih agar anak tidak merasa tertekan dengan puasa.
Tips Mengajarkan Puasa pada Anak
Sabai percaya bahwa motivasi terbaik untuk anak belajar puasa adalah melihat teman-teman sebayanya yang sudah bisa puasa penuh. Dorongan dari teman sebaya seringkali lebih efektif daripada paksaan dari orangtua.
Ringgo dan Sabai tidak menganggap cara mereka adalah cara yang paling benar. Mereka sadar bahwa setiap keluarga punya cara masing-masing. Yang penting adalah menciptakan momen quality time yang berkesan.
Bagaimana cara Mama dan anak menunggu waktu ngabuburit di rumah? Aktivitas sederhana seperti bermain Lego atau berkumpul di meja makan bisa menjadi solusi yang efektif.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











