Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Febri Hariyadi, Debut Perdana Akhiri Musim Lebih Cepat dengan Persis Solo

Profil Febri Hariyadi yang Kembali Cedera Serius

Febri Hariyadi, seorang pemain sepak bola Indonesia, baru saja mengalami cedera serius yang membuatnya harus menjalani operasi dan absen selama enam hingga delapan bulan. Pemain berusia 30 tahun ini bergabung dengan Persis Solo pada 1 Februari 2026 sebagai pemain pinjaman dari Persib Bandung. Namun, debutnya di klub barunya terhenti karena cedera yang kembali menimpanya.

Cedera yang Menghancurkan Harapan

Menurut dokter tim Persis Solo, Iwan Wahyu, Febri Hariyadi kembali mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) di bagian lutut yang sama seperti cedera sebelumnya pada 2024. Cedera tersebut terjadi saat sedang melakukan sesi latihan tiga hari sebelumnya. Dalam kejadian itu, Febri salah bertumpu pada lutut kirinya, sehingga menyebabkan cedera berulang.

Dua hari setelah kejadian, tim medis melakukan pemeriksaan MRI yang memastikan adanya cedera ACL di lokasi yang sama. Selain itu, hasil MRI juga menunjukkan adanya cedera pada bagian meniskus. Akibat dua cedera tersebut, Febri dipastikan harus segera menjalani operasi setelah berkonsultasi dengan dokter ortopedi.

Menurut Iwan Wahyu, jika operasi dilakukan, Febri akan menghabiskan waktu antara enam hingga delapan bulan untuk proses pemulihan. Hal ini menjadi pukulan berat bagi Persis Solo yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Jika masa pemulihannya mencapai delapan bulan, maka musim 2025-2026 berpotensi berakhir lebih cepat bagi mantan winger Timnas Indonesia era Luis Milla tersebut.

Perjalanan Karier Febri Hariyadi

Febri Hariyadi lahir pada 19 Februari 1996 di Bandung dan memiliki kewarganegaraan Indonesia. Berpostur tinggi 1,68 m, ia bermain sebagai penyerang posisi sayap kanan dengan kedua kakinya sebagai dominannya. Awal perjalanan sepak bolanya dimulai bersama SSB Pro Uni Bandung pada 2005. Dirinya mengasah kemampuan di akademik tersebut hingga 2010 sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan Persib Youth pada 1 Januari 2010.

Selama enam tahun memperkuat tim muda Persib Bandung, perkembangan performanya terbilang pesat hingga membuatnya mendapat promosi ke tim senior Persib Bandung. Febri Hariyadi resmi menjadi bagian dari skuad utama pada 1 Januari 2016. Bersama tim berjuluk Pangeran Biru, Febri mencatatkan 165 pertandingan dengan sumbangan 20 gol, 20 asist dan 10.723 menit bermain.

Meski demikian, Febri sudah cukup lama absen membela Persib Bandung sepanjang kompetisi Liga 1 2024/2025. Dirinya diketahui mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang memaksanya menepi dalam waktu lama untuk menjalani proses pemulihan.

Setelah masa pemulihan, Febri Hariyadi resmi bergabung bersama Persis Solo dengan status pinjaman dari Persib Bandung, pada 1 Februari 2026. Di Persis Solo, pemain dengan harga pasar Rp 1,74 miliar ini hanya mampu menorehkan 1 laga dengan 32 menit bermain.

Debut yang Berakhir Tragis

Febri Hariyadi harus menerima kenyataan pahit setelah menjalani debutnya bersama Laskar Sambernyawa di ajang BRI Super League 2025/2026. Dirinya mengalami cedera serius saat menjalani sesi latihan, sehingga dipastikan tak bisa tampil lagi hingga kompetisi musim ini berakhir.

Padahal, Febri baru saja melakoni pertandingan perdananya bersama Persis Solo ketika menghadapi PSBS Biak pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026. Laga tersebut berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (20/2/2026).

Profil Lengkap Febri Hariyadi

Berdasarkan data Transfermarkt, berikut profil lengkap Febri Hariyadi:

  • Nama lengkap: Febri Hariyadi
  • Tanggal lahir / Umur: 19 Februari 1996 (30)
  • Tempat kelahiran: Bandung
  • Tinggi: 1,68 m
  • Kewarganegaraan: Indonesia
  • Posisi: Penyerang – Sayap Kanan
  • Kaki dominan: Keduanya
  • Klub saat ini: PERSIS Solo
  • Bergabung: 1 Februari 2026
  • Kontrak berakhir: 31 Mei 2026
  • Dipinjam dari: PERSIB Bandung
  • Kontrak disana: –
  • Berakhir: –
  • Harga pasar: Rp 1,74 miliar

Statistik Berdasarkan Klub

  • PERSIB Bandung: 165 pertandingan, 20 gol, 20 asist, 18 kartu kuning, 2 kartu kuning kedua, 10.723 menit bermain.
  • PERSIS Solo: 1 pertandingan, 0 gol, 0 asist, 0 kartu kuning, 32 menit bermain.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *