Rencana Perjalanan 3 Hari 2 Malam untuk Solo Traveler di Istanbul, Turki
Liburan ke Turki selalu identik dengan keindahan kota Istanbul yang memadukan budaya Timur dan Barat. Bagi para solo traveler, memiliki itinerary yang terstruktur dapat membuat pengalaman liburan lebih praktis dan menyenangkan. Dengan perencanaan matang, kamu bisa menjelajahi berbagai tempat wisata ikonik dalam waktu singkat.
Istanbul dikenal sebagai gerbang sejarah Kekaisaran Ottoman sekaligus pusat kehidupan modern Turki. Wisatawan dapat menikmati masjid megah, pasar tradisional, hingga kawasan pesisir yang romantis dalam satu perjalanan singkat. Transportasi umum yang mudah digunakan dan biaya makan serta penginapan yang relatif fleksibel membuat Istanbul cocok untuk pelancong solo. Berikut adalah panduan lengkap itinerary 3 hari 2 malam untuk kunjungan pertama ke Turki.
Informasi Penerbangan Jakarta – Turki
Tujuan: Bandara Internasional Sabiha Gökçen
Tiket pesawat berangkat (Jakarta – Istanbul):
Rp 2.835.364 – Rp 5.750.931
Tujuan: Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Tiket pesawat pulang (Istanbul – Jakarta):
Rp 4.824.663 – Rp 8.169.807
Jika kamu ingin mencari tiket pesawat yang sesuai dengan anggaran, kamu bisa mengunjungi situs resmi atau platform seperti Tiket.com.
Rekomendasi Hotel di Istanbul
Berikut beberapa pilihan hotel ekonomis dan strategis untuk solo traveler:
-
Shelton Airport Otel
Lokasinya dekat dari bandara Istanbul. Fasilitasnya cukup lengkap, nyaman, dan mendapat rating bagus di Google.
Harga inap: Rp 371.333/malam → Rp 742.666/2 malam. -
HamzaBey Hotel
Hotel dekat bandara Istanbul ini juga bisa jadi pilihan. Tempatnya strategis, dekat dari pusat kota dan kuliner.
Harga inap: Rp 348.748/malam → Rp 697.496/2 malam. -
Atlantis Royal Hotel
Rekomendasi selanjutnya ada Atlantis Royal Hotel. Hotelnya terbilang mewah, dan fasilitasnya sangat menarik.
Harga inap: Rp 708.781/malam → Rp 1.417.562/2 malam.

Itinerary Turki 3 Hari 2 Malam (Solo Traveler)
Hari 1: Kedatangan – Sultanahmet (Ringan & Santai)
- 16.05 – Tiba di Bandara Internasional Sabiha Gökçen
- 16.05 – 17.30 – Imigrasi & ambil bagasi
- 17.30 – 19.00 – Menuju pusat kota (Sultanahmet)
Transport: Bus Havabus / metro
Biaya: Rp 80.000 – Rp 150.000 - 19.00 – Check-in hotel
Biaya hotel: Rp 697.496 – Rp 1.417.562 untuk 2 malam - 19.30 – Jalan sore di Sultanahmet Square
Lihat Hagia Sophia & Blue Mosque dari luar (gratis) - 20.30 – Makan malam
Rekomendasi menu: Chicken kebab + nasi
Harga: Rp 80.000 – Rp 150.000 - 22.00 – Kembali ke hotel & istirahat
Estimasi biaya Hari 1: Rp 857.496 – Rp 1.717.562
Hari 2: Wisata Ikonik Istanbul
- 08.00 – Sarapan
Menu: Simit + teh Turki
Harga: Rp 30.000 – Rp 40.000 - 09.00 – Masuk Hagia Sophia
Tiket: Rp 250.000 – Rp 400.000 - 11.00 – Blue Mosque & Hippodrome
Gratis - 12.30 – Makan siang di sekitar Grand Bazaar
Menu: Doner wrap
Harga: Rp 100.000 – Rp 200.000 - 14.00 – Belanja & jalan di Grand Bazaar
Belanja opsional: Rp 200.000 – Rp 400.000 - 16.30 – Bosphorus Cruise (1 jam)
Harga: Rp 250.000 – Rp 400.000 - 18.30 – Dinner pinggir Bosphorus
Menu: Grilled fish + salad
Harga: Rp 150.000 – Rp 250.000 - 20.00 – Jalan malam area Eminönü / Galata Bridge
Gratis
Estimasi biaya Hari 1: Rp 980.000 – Rp 1.690.000

Hari 3: Taksim – Pulang
- 08.00 – Sarapan & check-out
Harga: Rp 50.000 – Rp 100.000 - 09.00 – Jalan di Istiklal Street & Taksim Square
Gratis - 11.30 – Makan siang
Menu: Turkish pide (pizza Turki)
Harga: Rp 150.000 – Rp 200.000 - 13.00 – Belanja oleh-oleh terakhir
Anggaran: Rp 150.000 – Rp 250.000 - 14.30 – Menuju Bandara Sabiha Gökçen
Transport: Rp 80.000 – Rp 150.000 - 18.15 – Penerbangan pulang ke Indonesia
Estimasi biaya Hari 3: Rp 430.000 – Rp 700.000
Estimasi Biaya Total (per orang)
- Tiket pesawat PP Jakarta–Istanbul
Rp 7.660.027 – Rp 13.920.738 - Hotel 2 malam
Rp 697.496 – Rp 1.417.562 - Makan & minum
Rp 430.000 – Rp 700.000 - Transport & tiket wisata
Rp 1.140.000 – Rp 1.990.000
Total estimasi biaya:
Rp 9.927.523 – Rp 18.028.300

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."











