Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Cara memasak kolang-kaling empuk dan bebas lendir untuk takjil Ramadan

Menyambut Ramadan, Kolang-Kaling Jadi Menu Favorit

Di bulan suci Ramadan, berburu aneka sajian menyegarkan menjadi agenda wajib harian. Salah satu primadona yang selalu mejeng di lapak pedagang pasar adalah kolang-kaling. Biji dari pohon aren ini memang sangat luwes disulap menjadi isian kolak pisang, es buah campur, hingga manisan warna-warni yang menggugah selera saat azan magrib berkumandang.

Sayangnya, tak sedikit yang masih kewalahan saat mengolah bahan satu ini. Alih-alih kenyal dan nikmat dimakan, sajian kolang-kaling sering kali bertekstur alot, beraroma asam, dan diselimuti lendir tebal yang merusak selera. Namun tenang saja, ada panduan khusus tentang cara masak kolang-kaling yang benar supaya hasilnya empuk paripurna.

Sebelum mengulik rahasia dapur, tahukah kamu kalau camilan kenyal ini menyimpan nutrisi hebat bagi tubuh? Berikut beberapa manfaat kesehatan dari kolang-kaling:

  • Penawar Radang Alami

    Di dalam daging kolang-kaling tersimpan senyawa polisakarida galaktomanan yang diyakini amat ampuh meredakan rasa nyeri sekaligus menekan peradangan (antiinflamasi) pada tubuh.

  • Penjaga Gula Darah Stabil

    Biji aren kaya akan kandungan serat serta memiliki nilai indeks glikemik yang sangat rendah, sehingga efektif menahan lonjakan glukosa secara drastis.

  • Sahabat Setia Pembuluh Darah

    Senyawa galaktomanan di dalamnya juga sangat berjasa dalam menjaga keelastisan pembuluh darah. Efeknya, tekanan darah tinggi bisa ditekan turun dan tumpukan kolesterol jahat perlahan ikut luruh.

  • Obat Mujarab Panas Dalam

    Lantaran komposisinya didominasi oleh 93 persen air, buah kenyal ini punya efek pendingin alami. Cocok dikonsumsi untuk menghidrasi ulang tubuh yang kehausan setelah seharian berpuasa, serta menyeimbangkan kembali suhu badan saat gejala panas dalam menyerang.

  • Sukseskan Program Diet

    Bahan pangan ini sangat minim lemak maupun kalori, ditambah padatnya serat yang dijamin bikin perut terasa kenyang lebih awet.

Tips Mengolah Kolang-Kaling agar Tidak Lendir dan Alot

Lantas, bagaimana cara masak kolang-kaling yang tepat agar terbebas dari lendir dan tidak alot saat dikunyah?

Sebelum masuk ke panci rebusan, pastikan kamu membersihkan kolang-kaling di bawah air mengalir terlebih dahulu, lalu rendam ke dalam air bekas cucian beras selama kurang lebih 30 hingga 60 menit. Kandungan pati alami pada air cucian beras terbukti ampuh melunturkan lendir membandel sekaligus menghempaskan bau asam yang kerap menempel.

Nah, sesudah perendaman usai, barulah kita beralih ke tahap perebusan. Menurut Sous Chef Hermawan dari Hotel Aston Serang, pentingnya merebus kembali buah aren ini supaya kebersihannya terjamin hingga ke bagian terdalam. Menurutnya, sekadar mencuci dengan air biasa jelas tidaklah cukup.

“Setelah air mendidih, kita masukan kolang-kaling, direbus,” kata Hermawan.

Hermawan menyarankan proses perebusan dilakukan sekitar 15 sampai 20 menit agar tekstur kolang-kaling berubah jadi empuk paripurna. Begitu matang dan diangkat dari tungku kompor, segeralah bilas kolang-kaling tersebut menggunakan guyuran air bersuhu dingin.

Langkah terakhir ini memegang peranan sangat krusial. Air dingin akan menginterupsi dan menghentikan proses pematangan berlanjut seketika, sehingga kolang-kaling tidak akan berujung lengket satu sama lain saat ditiriskan.

Masakan Lezat dengan Kolang-Kaling

Sesudah melewati tahapan di atas, biji aren yang sudah wangi, empuk, dan kesat ini pun siap dieksekusi menjadi aneka sajian takjil buka puasa keluargamu. Jika ingin memprosesnya menjadi manisan, kamu tinggal merendamnya dengan sirup aneka rasa.

Penambahan gula tak sekadar memberi cita rasa lezat, namun juga bertindak sebagai zat pengawet alami yang membuat stok manisan lebih awet saat disimpan lama.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *