Kultum Ramadan: Menjaga Lisan di Saat Berpuasa
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bismillahirrahmanirrahim.
Saudara-saudara yang dirahmati oleh Allah SWT.
Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan. Semoga puasa kita senantiasa mendapatkan ridha dari Allah SWT. Amin ya Rabbul Alamin.
Kita juga menyampaikan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW dengan ucapan Allahumma salli ala Muhammad wa ala ali Sayyidina Muhammad. Mudah-mudahan kita semua mendapatkan syafaat dari Baginda Nabi Muhammad SAW.
Pada kesempatan kali ini, kami ingin menyampaikan kultum tentang menjaga lisan saat berpuasa. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Di dalam puasa, kita juga diwajibkan untuk menjauhi hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa itu sendiri.
Maka dari itu, salah satu hikmah puasa adalah seperti yang disampaikan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183. Ayat tersebut mengandung makna bahwa puasa adalah ajang untuk bertakwa kepada Allah SWT. Dengan demikian, kita dianjurkan untuk menjauhi kemaksiatan dan pelanggaran-pelanggaran yang dikategorikan sebagai perbuatan orang-orang bertakwa.
Puasa adalah Perisai
Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam kitab Al-Muwatta karya Imam Malik, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa puasa adalah perisai. Perisai artinya penjaga dari segala bentuk kemaksiatan. Bahkan, puasa juga bisa menjadi penghalang bagi seseorang untuk terhindar dari api neraka.
Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan bahwa jika seseorang sedang berpuasa, maka janganlah berkata kotor atau melakukan kebodohan. Dalam kitab Fathul Bari, kebodohan tersebut contohnya adalah menjerit-jerit ketika berpuasa, yang bisa mengganggu orang lain dan memengaruhi pahala puasa.
Jika ada seseorang mengajak orang yang sedang berpuasa untuk bertengkar atau mengumpat, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang tersebut harus berkata, “Saya sedang berpuasa.” Artinya, kita harus mampu menahan diri dari hal-hal negatif yang dapat mengurangi nilai puasa.
Menjaga Lisan, Menjaga Pahala
Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyampaikan bahwa puasa orang saleh adalah kemampuan mereka untuk menjaga lisannya, matanya, tangan, dan anggota tubuh lainnya agar tidak bermaksiat kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, menjaga lisan pada saat menjelang buka puasa adalah ajakan bagi kita semua untuk lebih waspada. Kita harus menjaga puasa kita agar bernilai di hadapan Allah SWT.
Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa pun yang tidak mampu meninggalkan perkataan yang mengandung dosa, maka puasanya tidak akan bernilai di hadapan Allah SWT. Mereka hanya akan merasakan haus dan lapar tanpa mendapatkan pahala apa pun.
Doa dan Istighfar Saat Menjelang Buka Puasa
Untuk mengisi waktu menjelang buka puasa, kita dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, tahmid, dan membaca Al-Qur’an. Doa-doa berikut bisa dibaca:
Asyhadu alla ilaha illallah, astaghfirullah, as’aluka ridhoka wal jannah, wa a’udzubika min sakhatika wannar.
Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampunan kepada Allah. Tuhanku, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu.
Dengan memperbanyak amalan ketaatan, maka kesempatan untuk melakukan kemaksiatan, terutama berkata kotor, akan semakin kecil.
Penutup
Itu saja yang bisa kami sampaikan. Mudah-mudahan materi singkat ini memberikan manfaat bagi kita semua. Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT dan menjadi puasa yang istimewa. Mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











