Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Pengemudi ojol wanita tahan air mata antar pesanan, meski ongkir hanya Rp 35 ribu, cancel ribet

Curhatan Driver Ojol Wanita yang Antarkan “Rudal” dengan Ongkir Hanya Rp35 Ribu

Seorang driver ojek online (ojol) wanita di Bandung, Jawa Barat, kini menjadi sorotan media sosial setelah membagikan pengalamannya mengantarkan pesanan yang dinilai tidak sebanding dengan ongkos kirim yang diterimanya. Dalam video yang dibagikannya, ia menyebut barang yang harus dikirimkan sebagai “rudal” karena ukurannya yang besar dan berat.

Barang tersebut adalah gulungan bubble wrap berukuran toren yang harus dibawa dari Cijerah, Kota Bandung ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jarak tempuhnya sekitar 19,1 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan selama 48 menit. Namun, ongkir yang diperoleh hanya sebesar Rp35 ribu, yang menurutnya sangat tidak proporsional dengan beban dan waktu yang dikeluarkan.

Dalam ceritanya, driver ojol wanita ini menjelaskan bahwa barang yang dibawanya cukup besar dan harus ditempatkan di jok penumpang, sehingga mengganggu kenyamanan. Ia juga menyampaikan keluhan terhadap pihak seller yang tidak peduli dengan kondisi kurir. “Apa yang dirasa ya sama seller, Ya Allah, ngirimnya ke mana cik, ke Lembang, mau nangis,” ujarnya dalam video.

Meski merasa lelah, ia tetap menerima pesanan tersebut karena terpaksa. “Urang Sunda si paling masih ada ‘untungnya’. Untung ga hujan,” tulisnya dalam keterangan video. Ia juga menjelaskan bahwa walaupun proses pengiriman memakan waktu hampir satu jam, ongkir yang diberikan sangat minim.

Komentar netizen pun ramai muncul, banyak dari mereka yang merasa iba dan miris atas pengalaman driver ojol wanita ini. Beberapa netizen bahkan menyoroti ketidakadilan yang dialami oleh para kurir. Mereka menilai bahwa pihak perusahaan dan seller tidak memperhatikan kesejahteraan para driver.

  • “Teu ngutek eta nu mesen”
  • “Belum ke subang ya teh”
  • “Cikan atulah nu mere orderan sing kira2. Jaba potensi nyilakakeun eta teh. Driver ojol ulah daek narima orderan kitu patut.”
  • “Gila Cijerah Lembang 35 ribu, Teu ngotak”

Selain itu, beberapa netizen lainnya juga memberikan respons dari sisi sesama driver ojol. Salah satunya mengatakan bahwa ia tidak pernah membawa barang aneh dan selalu menghindari pesanan yang dianggap berat atau rumit. “10 tahun ngojol ga pernah bawa risol, selalu skip,” tulis salah satu komentator.

Terkait hal ini, driver ojol wanita tersebut juga menjelaskan bahwa ia tidak bisa membatalkan pesanan karena aturan perusahaan yang ketat. “Kalo shop*** gak ribet mah di cancelin,” jawabnya.

Video ini akhirnya viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @bandungraya.news. Banyak warganet yang merasa prihatin dan mengkritik sistem yang tidak adil bagi para driver ojol.

Pengalaman Viral Lain dari Driver Ojol

Selain kisah driver ojol wanita di Bandung, ada juga kisah pilu lain dari seorang driver ojol yang viral di media sosial. Kali ini, seorang driver ojol di Gorontalo terlibat cekcok dengan penumpangnya karena tidak mau membayar tarif yang ditentukan.

Dalam video yang diunggah di grup Maxim Gorontalo, tampak seorang pria merekam dialog antara driver ojol dan penumpangnya. Penumpang diduga menolak membayar ongkos perjalanan sebesar Rp107 ribu. Bahkan, penumpang disebut melemparkan uang kertas ke lantai dan mengancam akan melaporkan driver ke kantor aplikasi.

“Ngana ini memang gila sekali stau,” kata driver ojol sambil merekam kejadian tersebut. Setelah beberapa kali berdebat, penumpang akhirnya bersedia membayar ongkos tambahan dan meminta driver untuk menghapus rating buruk pada aplikasi.

Video ini mendapat respons yang sangat keras dari warganet. Banyak dari mereka yang mengecam sikap penumpang yang dianggap sombong dan tidak menghargai usaha driver.

  • “Sombong skli ni ibu, smoga sht sllu om mksim”
  • “Sabar bang mancari halal bgt”


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *