Tempat Nongkrong 24 Jam di Bali yang Cocok untuk Melepas Penat
Mencari tempat nongkrong setelah pulang kerja bisa menjadi cara sederhana untuk melepas penat setelah seharian beraktivitas. Kafe-kafe yang tersedia di Bali, terutama yang buka 24 jam, menjadi solusi ideal bagi siapa saja yang ingin bersantai tanpa terikat waktu. Tidak hanya menawarkan suasana yang nyaman, kafe-kafe ini juga menyediakan pilihan menu yang beragam, mulai dari kopi hingga makanan ringan.
Bali dikenal dengan budaya nongkrong yang hidup sepanjang hari. Banyak pekerja memilih untuk mampir ke kafe setelah bekerja untuk sekadar ngopi, makan ringan, atau mengobrol santai. Dengan konsep yang fleksibel, kafe-kafe ini cocok untuk berbagai kebutuhan, baik untuk bekerja ringan maupun berkumpul bersama teman.
Berikut adalah beberapa kafe 24 jam di Bali yang nyaman dan enak untuk nongkrong sepulang kerja:
1. Tahoma Cafe & Eatery
Tahoma Cafe & Eatery menawarkan suasana hangat dengan konsep modern yang nyaman untuk nongkrong lama. Tempat ini cocok untuk ngobrol santai maupun mengerjakan pekerjaan ringan di malam hari. Pilihan kopinya cukup lengkap dan disajikan dengan cita rasa yang konsisten. Selain kopi, tersedia juga menu makanan yang bisa jadi teman nongkrong hingga larut malam.
Lokasi: Jalan Nakula No.78, Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali
Jam buka: 24 jam
Pilihan menu kopi: espresso, americano, cappuccino, latte cafe, affogato, mochaccino, dan lain sebagainya
Estimasi harga: mulai Rp 20.000
2. Kopi Zeen : Best Cafe Bali Kuta
Kopi Zeen dikenal sebagai salah satu kafe 24 jam favorit di kawasan Kuta. Tempatnya nyaman dengan suasana santai yang cocok untuk melepas lelah setelah pulang kerja. Racikan kopi di sini punya karakter rasa yang kuat dan variatif. Lokasinya yang strategis membuat kafe ini mudah diakses kapan saja.
Lokasi: Jalan Komplek Pertokoan Central Park – Jalan Patih Jelantik, Komppek Istana Kuta Galeria, Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali
Jam buka: 24 jam
Pilihan menu kopi: espresso, long black, caffee late, hazelnut latte, black latte, ginger latte, dan lain-lain
Estimasi harga: mulai Rp 20.000

3. Bali Sky Cafe
Bali Sky Cafe menjadi pilihan tepat untuk nongkrong di area bandara dengan suasana yang lebih tenang. Kafe ini cocok bagi kamu yang bekerja dengan jam fleksibel atau menunggu penerbangan larut malam. Interiornya nyaman dan bersih, membuat waktu nongkrong terasa lebih santai. Menu kopi dan makanannya cukup beragam meski berada di kawasan bandara.
Lokasi: Kawasan dalam Bandara I Gusti Ngurah Rai International Airport Kuta, Bali
Jam buka: 24 jam
Pilihan menu kopi: americano, long black, cappuccino, latte, flat white, mochaccino, dan sebagainya
Estimasi harga: mulai Rp 50.000

4. WS Coffee & Eatery
WS Coffee & Eatery menawarkan tempat nongkrong 24 jam dengan harga yang ramah di kantong. Suasananya santai dan cocok untuk nongkrong singkat maupun berlama-lama. Pilihan menu kopi cukup lengkap dengan rasa yang ringan dan mudah dinikmati. Tempat ini sering jadi andalan warga sekitar untuk ngopi malam hari.
Lokasi: Jalan Merdeka Raya IX No.27, Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali
Jam buka: 24 jam
Pilihan menu kopi: espresso, long black, latte, cappuccino, mochaccino, dan masih banyak lagi
Estimasi harga: mulai Rp 12.000

5. Kang Abuy Coffee & Eatery
Kang Abuy Coffee & Eatery cocok untuk kamu yang ingin nongkrong santai dengan menu kopi yang beragam. Tempatnya nyaman dan cukup luas untuk ngobrol bersama teman setelah pulang kerja. Selain kopi kekinian, tersedia juga kopi tradisional seperti kopi tubruk. Harga yang terjangkau membuat kafe ini pas untuk nongkrong rutin.
Lokasi: Jalan Dewi Sri IV No.4, Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali
Jam buka: 24 jam
Pilihan menu kopi: espresso, cafe latte, vanilla latte, black coffee, piccolo latte, caramel latte, kopi tubruk, dan masih banyak lagi
Estimasi harga: mulai Rp 18.000
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











