Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

7 Alasan Pothos Mati dan Cara Menghindarinya



Tanaman pothos atau yang dikenal juga dengan nama sirih gading memiliki kemampuan untuk memurnikan udara dan dianggap mampu membawa energi positif ke dalam rumah. Tanaman ini juga terkenal tahan terhadap berbagai kondisi, tetapi jika tidak dirawat dengan baik, tanaman pothos bisa mengalami layu, daun menguning, atau bahkan mati.

Dua ahli tanaman, yaitu Lotte Berendsen dari PlantIn dan Jane Dobbs, pakar berkebun sekaligus ketua tim berkebun di Allan’s Gardeners, menjelaskan berbagai penyebab yang dapat menyebabkan tanaman pothos mati.

Penyiraman yang Tidak Sesuai

Penyiraman yang terlalu banyak atau terlalu sedikit menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan tanaman pothos mati. Meskipun tanaman ini bisa hidup di air maupun tanah, penyiraman berlebih saat ditanam di tanah dapat menyebabkan pembusukan akar. Jika akar sudah mulai busuk, kondisi tanaman akan memburuk sangat cepat.

Dobbs menyarankan agar pengguna membiarkan tanah mengering antara penyiraman. Di sisi lain, penyiraman yang terlalu sedikit juga bisa membuat daun tanaman layu, mengkerut, kering, dan berwarna coklat pada tepinya. Untuk mencegah hal ini, lakukan penjadwalan penyiraman secara teratur, hanya menyiram saat tanah sudah kering hingga kedalaman 2,5 sentimeter. Gunakan campuran media tanam yang mudah mengalirkan air dan pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik.

Drainase yang Buruk

Drainase yang buruk juga bisa menjadi penyebab tanaman pothos mati. Pengguna disarankan menggunakan pot yang memiliki lubang drainase yang cukup. Hal ini membantu mengalirkan kelebihan air sehingga akar tidak terendam terlalu lama. Tanpa drainase yang baik, akar akan mudah terserang penyakit busuk akar.

Jika tanaman ditempatkan di wadah tanpa lubang drainase, segera pindahkan ke pot plastik, keramik, atau tanah liat yang memiliki lubang drainase.

Paparan Matahari yang Tidak Tepat

Minimnya paparan matahari dapat mengganggu pertumbuhan tanaman pothos. Sebaliknya, terlalu banyak paparan matahari juga bisa merusak daunnya.

Berendsen mengatakan bahwa meski dikenal tahan terhadap cahaya redup, kesalahan umum adalah menempatkan tanaman di sudut gelap. Ini akan menyulitkan tanaman untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan energi yang cukup untuk tumbuh. Sementara itu, paparan matahari berlebihan dapat menyebabkan daun terbakar dan berubah warna menjadi coklat atau kuning. Jika tidak memiliki akses ke sinar matahari alami, gunakan lampu tumbuh untuk membantu pertumbuhan tanaman.

Kondisi Tanah yang Buruk

Kondisi tanah yang buruk juga bisa menjadi penyebab tanaman pothos mati. Daun yang berubah warna menjadi pucat dan pertumbuhan yang terganggu menunjukkan bahwa tanaman sedang kekurangan nutrisi.

Untuk mengatasinya, gunakan campuran tanah gembur dan mudah mengalirkan air. Tambahkan perlit, kulit kayu anggrek, batu apung, dan pasir hortikultura ke dalam campuran tanah tersebut. Selain itu, lakukan pemupukan setiap empat hingga enam minggu selama musim tanam dengan pupuk cair seimbang.

Hama, Bakteri, dan Jamur

Hama, bakteri, dan jamur sering kali tidak disadari hingga gejalanya parah. Jika menemukan jaring laba-laba, kerusakan daun, atau bintik-bintik pada daun, segera ambil tindakan.

Berendsen merekomendasikan penggunaan larutan minyak neem untuk mengobati dan mencegah hama. Campurkan satu sendok teh minyak neem dengan satu sendok teh sabun cuci piring dan 4,5 liter air. Gunakan campuran ini dalam botol semprot untuk mengendalikan hama. Namun, jika infestasi sudah parah, sebaiknya gunakan pestisida khusus.

Selain itu, jika ada bintik-bintik pada daun, batang lembek, atau infeksi jamur, ini bisa disebabkan oleh kelembapan berlebihan dan aliran udara yang buruk. Dobbs menyarankan untuk memangkas area yang terkena, menghindari penyiraman dari atas, serta meningkatkan sirkulasi udara.

Akar Terikat

Jika akar terlihat tumbuh di atas tanah atau keluar dari lubang drainase, tanaman pothos mengalami kondisi akar terikat. Hal ini bisa menyebabkan kesulitan menyerap nutrisi dan air, sehingga pertumbuhannya lambat dan layu.

Tanda-tanda lainnya adalah jika pot retak atau tanaman tampak butuh lebih banyak air dari biasanya. Untuk mengatasinya, pindahkan ke pot yang lebih besar dan pastikan melonggarkan akarnya dengan lembut sebelum menanam kembali.

Suhu yang Fluktuatif

Suhu yang terlalu fluktuatif juga bisa menyebabkan stres pada tanaman pothos. Suhu ideal untuk tanaman ini adalah antara 18-29 derajat Celsius. Jika tanaman terpapar angin dingin, penurunan suhu mendadak, atau stres panas, tanaman akan kesulitan bertahan.

Untuk menjaga stabilitas suhu, hindarkan tanaman dari AC, radiator, dan jendela berangin. Tempatkan tanaman di ruangan dengan suhu stabil.

Tanda-Tanda Tanaman Tidak Sehat

Beberapa tanda yang menunjukkan tanaman pothos tidak sehat antara lain:

Daun kuning: Bisa disebabkan oleh penyiraman berlebihan, kekurangan air, stres suhu, atau syok akibat pemindahan.

Daun coklat atau kering: Umumnya disebabkan oleh penumpukan mineral dari air keran atau kelembapan rendah.

Daun baru yang tumbuh kecil: Dapat disebabkan oleh kurangnya sinar matahari.

Daun layu: Biasanya disebabkan oleh kekurangan air. Jika layunya ringan, tanaman biasanya akan kembali segar setelah disiram.

Berendsen menyarankan untuk mengecek kelembapan tanah sebelum menyiram. Jika tanah masih basah, kemungkinan akar mengalami pembusukan dan perlu ditangani sesuai kondisi.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *