Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Hati terluka karena di-PHK, ini cara elegan menghadapinya

Menghadapi Pemutusan Hubungan Kerja dengan Kekuatan dan Keyakinan



Bagaimana perasaan kamu saat tiba-tiba menerima surel atau pesan WhatsApp yang isinya bikin kamu patah hati? Ya, hal ini cukup menyakitkan bukan. Menerima kenyataan pahit bahwa kita benar-benar diputuskan kerja oleh manajemen tempat kita bekerja karena sesuatu dan lain hal sangatlah sulit dan butuh waktu untuk melepaskan perasaan negatif tentang semua itu.

Menjadi karyawan atau pekerja, diputuskan kerja, memang salah satu resiko paling “mematikan” di alur kehidupan kita. Dan, yang paling menyakitkan apabila hal itu bukan karena kesalahan kita, atau karena kita tak mampu lagi bekerja, tapi karena perusahaan terganggu oleh problematika keuangan yang pelik sehingga tak mampu lagi membiayai sebagian besar operasionalnya.

Tanyakan Keabsahan Pemutusan Tersebut

Perusahaan yang memiliki tertib administrasi yang rapi tidak akan serta merta memutuskanmu secara tiba-tiba, mereka akan memberitahumu jauh-jauh hari tentang kondisi perusahaan terkini. “Perusahaan yang sakit” tapi memiliki pemimpin dan manajerial yang “sehat” tentu akan memiliki perspektif hukum dan psikologi yang baik mengenai keterbukaan perusahaan pada karyawannya, mereka tak segan-segan merekomendasikanmu untuk mencari peluang karir lain sebelum waktu pemutusan itu tiba, sambil memberi waktu bagimu untuk menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab yang belum terselesaikan.

Oleh karenanya, bukan sesuatu yang buruk bila kamu menanyakan pemutusan tersebut dan meminta pernyataan resmi terkait hal tersebut, apabila sebelumnya manajemen tidak terbuka perihal kondisi “dapur perusahaan” kepadamu.

Hitung Semua Sumber Daya yang Kamu Miliki

Sulit menerimanya, tapi kamu harus cepat-cepat bertindak. Tindakan ini bisa dilakukan dengan melihat dan menghitung sumber keuangan dan aset yang kamu miliki. Kemudian hal ini bisa menjadi pijakan, apakah kamu akan mencari kerja kembali atau ini menjadi kesempatan bagimu untuk memulai bisnis.

Jika sumber daya dan sumber danamu tak memungkinkan untuk memulai usaha, maka tak ada salahnya kamu cepat-cepat memperbaharui CV dan skill-mu untuk menemukan pekerjaan yang lain. Menghubungi kolega, saudara atau relasi lain tak ada salahnya, sambil mencari peluang loker lain di media dan pengumuman formal lainnya.

Jangan Gengsi, Akui Bahwa Kamu Saat Ini Sedang Menganggur

Menerima kenyataan bahwa saat ini kamu sedang jobless merupakan bagian dari langkah yang berani. Biarkan nalarmu menerimanya sebagai bagian dari takdir yang tentunya takdir tersebut masih berpeluang besar bisa diubah. Ceritakan kondisimu pada orang yang tepat, dan mintalah masukan mengenai langkah-langkahmu. Jangan menghukumi dirimu sendiri dengan tindakan-tindakan yang memperparah kondisimu.

Pergilah ke Hutan atau Alam Terbuka Sejenak

Carilah tempat yang sejuk, banyak pohon atau ruang terbuka hijau. Hiruplah udara segar, dan lakukan grounding dengan mengoptimalkan panca indera kita pada hal yang ada di sekeliling kita. Rasakan angin bertiup, lihatlah dedauan, pohon, batu, tanah dan lainnya, hirup juga aromanya. Matikan gawaimu sementara, dan berbaurlah dengan alam, agar pikiranmu tetap jernih dan hatimu tetap tenang.

Bersyukurlah bahwa kamu masih tetap bernafas dan menghirup oksigen murni dengan baik, tubuhmu masih sehat, tangan dan kakimu masih normal, dan panca inderamu masih berfungsi dengan baik. Jika sudah merasa tenang, pulanglah dan buatlah list sederhana tentang apa yang harus kamu lakukan selanjutnya. Dan ingatlah bahwa pemutusan kerja bukanlah “kematianmu”. Tapi, itu menjadi tantangan dan peluang bagimu untuk kembali dan terus berkembang ke arah yang lebih baik.

Dekati Tuhan dan Aktualisasikan Kesabaran Diri sebagai Bagian dari Tindakan Nyata

Rezeki di tangan Tuhan. Maka, jangan khianati kata-kata itu dengan berpaling dari Tuhan yang Maha Pemberi Rezeki. Jika kita umat beragama, dengan berserah diri dan lebih mendekatkan diri pada Tuhan hal itu merupakan list pertama yang harus kita lakukan sebelum melakukan langkah-langkah selanjutnya. Aktualisasikan nilai-nilai kesabaran yang diajarkan Tuhan dengan semakin mendekati-Nya baik dengan semakin rajin beribadah maupun dengan membuat pribadi kita menjadi lebih dermawan dan ramah terhadap sesama manusia.

Jadikan kenyataan yang kamu hadapi sebagai bagian episode untuk tumbuh dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik. Itulah cara elegan dalam menghadapi patah hati karena pemutusan hubungan kerja. Semuanya butuh proses penerimaan yang dalam dan pelik, tapi bukan berarti kamu harus menyerah dan semakin terjatuh, karena itu semua bukan akhir dari segalanya.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *