Gempa Magnitudo 2,6 Terjadi di Barat Daya Kabupaten Pangandaran
Pada hari Kamis, 11 Desember 2025 pukul 04.54 WIB, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 2,6 di barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pusat gempa berada pada koordinat 8,24 LS–107,80 BT, dengan kedalaman sekitar 18 km. Lokasi ini berjarak sekitar 97 km dari Kabupaten Pangandaran.
Gempa tersebut diketahui melalui informasi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). BMKG adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas untuk mengamati dan menganalisis cuaca, iklim, serta geofisika seperti gempa bumi dan tsunami. Wilayah Pangandaran merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yang berjarak sekitar 195,6 km dari ibu kota provinsi, Bandung.
Magnitudo gempa adalah ukuran besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi, yang dihitung secara ilmiah menggunakan alat pencatat getaran bumi yang disebut seismograf. Informasi resmi tentang gempa Pangandaran dapat dilihat melalui akun X @infoBMKG.
BMKG juga memberikan peringatan bahwa informasi yang diberikan bersifat sementara dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Dalam rilisan mereka, terdapat informasi singkat mengenai gempa, yaitu:
#Gempa Mag:2.6, 11-Dec-2025 04:54:20WIB, Lok:8.24LS, 107.80BT (97 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:18 Km #BMKG
Tindakan yang Harus Dilakukan Sebelum, Sesaat, dan Sesudah Gempa Bumi
Sebelum Terjadi Gempa Bumi
A. Kunci Utama
– Mengenali apa yang disebut gempa bumi.
– Memastikan struktur dan letak rumah Anda aman dari bahaya gempa, seperti longsoran atau liquefaction.
– Mengevaluasi dan merenovasi bangunan agar lebih tahan gempa.
B. Kenali Lingkungan Tempat Kerja
– Memperhatikan posisi pintu, lift, dan tangga darurat.
– Belajar melakukan P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan).
– Belajar menggunakan alat pemadam kebakaran.
– Menyimpan nomor telepon penting untuk digunakan saat darurat.
C. Persiapan Rutin di Tempat Tinggal dan Kerja
– Menata perabotan seperti lemari dan cabinet agar tidak mudah jatuh.
– Menyimpan bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman.
– Selalu mematikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan.
D. Penyebab Celaka Saat Gempa
– Menempatkan benda berat di bagian bawah.
– Memeriksa stabilitas benda yang tergantung, seperti lampu.
E. Alat yang Harus Ada di Setiap Tempat
– Kotak P3K.
– Senter/lampu baterai.
– Radio.
– Makanan suplemen dan air.
Saat Terjadi Gempa Bumi
A. Jika Berada di Dalam Bangunan
– Lindungi kepala dan tubuh dengan bersembunyi di bawah meja.
– Cari tempat aman dari reruntuhan.
– Jika memungkinkan, lari keluar bangunan.
B. Jika Berada di Luar Bangunan atau Area Terbuka
– Hindari bangunan, tiang listrik, dan pohon.
– Perhatikan tanah yang mungkin retak.
C. Jika Sedang Mengendarai Mobil
– Keluar dari mobil dan menjauh dari kemungkinan pergeseran atau kebakaran.
D. Jika Berada di Pantai
– Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
E. Jika Berada di Daerah Pegunungan
– Hindari area yang rentan longsoran.
Setelah Terjadi Gempa Bumi
A. Jika Berada di Dalam Bangunan
– Keluar bangunan dengan tertib.
– Gunakan tangga biasa, bukan lift atau tangga berjalan.
– Periksa apakah ada korban dan lakukan P3K.
– Hubungi pihak berwenang jika terjadi luka parah.
B. Periksa Lingkungan Sekitar
– Periksa kebakaran, kebocoran gas, hubungan arus pendek, dan pipa air.
– Pastikan tidak ada bahaya lain seperti listrik yang masih menyala.
C. Jangan Masuk Bangunan yang Rusak
– Kemungkinan masih ada reruntuhan.
D. Jangan Berjalan di Daerah Sekitar Gempa
– Bahaya susulan masih mungkin terjadi.
E. Dengarkan Informasi
– Ikuti informasi dari radio atau sumber tepercaya.
– Jangan percaya isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
F. Isi Angket yang Diberikan Instansi Terkait
– Untuk mengetahui tingkat kerusakan.
G. Tetap Tenang dan Berdoa
– Jangan panik dan selalu berdoa kepada Tuhan YME demi keselamatan kita semua.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











