Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

BREN Alokasikan Rp 4,17 T untuk EBT di 2026, Proyek Hamidin Berkembang

Strategi Pengembangan BREN dalam Peningkatan Kapasitas Pembangkit Listrik

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu, mengumumkan rencana pengeluaran modal belanja atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 250 juta dolar atau sekitar Rp 4,17 triliun pada tahun depan. Angka ini meningkat dibandingkan alokasi capex tahun ini yang hanya mencapai US$ 100 juta. Direktur BREN Hsing Chee Shiam menjelaskan bahwa peningkatan ini terkait dengan rencana aktivitas dan aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Direktur Utama BREN Tan Hendra Soetjipto menargetkan agar kapasitas pembangkit listrik BREN dapat mencapai total 2.300 MW pada tahun 2032. Salah satu cara untuk mencapai target tersebut adalah dengan pengembangan empat proyek strategis yang sedang berjalan. Berikut rincian dari keempat proyek tersebut:

  • Proyek Wayang Windu Unit 3 akan menambah kapasitas lebih dari 30 MW dan ditargetkan selesai pada kuartal keempat 2026.
  • Proyek Salak Unit 7 akan menambah kapasitas lebih dari 40 MW dan direncanakan rampung pada kuartal keempat 2026.
  • Wayang Windu Unit 1 dan 2 Retrofit akan menambah kapasitas sebesar 18,4 MW dan diharapkan selesai pada kuartal keempat 2025.
  • Proyek Darajat Unit 3 Retrofit akan menambah kapasitas lebih dari 7 MW setelah selesai pada 2026.

Saat ini, BREN telah mengoperasikan tiga aset panas bumi yang berasal dari tiga proyek utamanya, yaitu Wayang Windu, Salak, dan Darajat. Total kapasitas terpasang dari ketiga aset tersebut mencapai 710 MW. Dengan kapasitas ini, BREN menjadi salah satu pemimpin di sektor panas bumi nasional.

Progres Proyek Hamidin

Selain proyek-proyek di atas, BREN juga tengah mengembangkan proyek sumber daya panas bumi Hamidin di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Proyek ini memiliki potensi menghasilkan antara 275–550 MW listrik. Melalui anak usahanya, Star Energy Geothermal, BREN telah menyelesaikan pembangunan jalan, infrastruktur pendukung hingga jembatan untuk mendukung kegiatan pengeboran.

Hendra menjelaskan bahwa target utama perusahaan adalah menyelesaikan pengeboran di sumur. Pengeboran sumur pertama telah selesai dilakukan pada 18 Oktober lalu. Sumber panas bumi ini diperkirakan menjadi area eksplorasi paling strategis di kawasan timur Indonesia.

Setelah pengeboran tahap pertama, BREN rencananya akan melakukan well test untuk menguji potensi produksi sumur pada Desember tahun ini. Selain itu, perusahaan juga telah memulai pengeboran sumur kedua yang diperkirakan rampung pada bulan yang sama.

Pada tahap awal, BREN menargetkan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 50 MW dari total potensi 300 MW kapasitas terpasang. Proyek ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap bauran energi nasional serta mendukung transisi menuju energi bersih.

Kegiatan pengeboran dilakukan menggunakan Drilling Rig 253 berkapasitas 1.500 HP, yang dirancang untuk menembus formasi geologi kompleks dan mencapai kedalaman target reservoir panas bumi. Seluruh proses dilakukan dengan standar keselamatan tinggi, memperhatikan perlindungan lingkungan, serta melibatkan pemberdayaan masyarakat lokal.

Fitri Rafifah

Seorang Jurnalis yang rutin meliput dunia kecantikan, lifestyle, dan keseharian. Ia suka mencoba skincare, menonton ulasan produk, dan memotret detail kecil. Hobinya membantu meningkatkan sensitivitasnya pada tren. Motto: “Kecantikan adalah cerita yang terus berubah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *