Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik
Bisnis  

DPR Ungkap Alasan di Balik Tidak Adanya Perempuan dalam Pimpinan KPK 2024 2029

"Kisah di Balik Tidak Ada Wanita di Jajaran Pimpinan KPK 2024-2029 yang Terungkap oleh DPR"

1. Alexander Marwata

2. Nurul Ghufron

3. Nawawi Pomolango

4. Lili Pintauli Siregar

5. Sujanarko

beritagowa.com – JAKARTA – Komisi III DPR telah menetapkan lima Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029. Hasil pemilihan tersebut menimbulkan kontroversi karena tidak ada perempuan yang terpilih sebagai pimpinan KPK.

Kelima pimpinan tersebut dipilih melalui sistem pemungutan suara atau voting di Komisi III DPR. Namun, tidak ada penjelasan resmi terkait alasan tidak adanya perempuan yang terpilih. Menurut Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, hasil pemilihan tersebut merupakan hak suara dari masing-masing anggota.

“Kalau perempuan itu dia, makanya, itulah hasil suara dari teman-teman,” kata Habiburokhman di Ruang Rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (21/11/2024).

Diketahui, terdapat dua calon pimpinan (capim) dari unsur perempuan, yaitu Ida Budhiati dan Poengky Indarti. Namun, perolehan suara keduanya tidak dapat menyaingi lima capim teratas.

Ida Budhiati merupakan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) periode 2017-2022. Sedangkan Poengky Indarti adalah seorang akademisi dan aktivis yang pernah menjabat sebagai Komisioner Kompolnas. Ia juga merupakan salah satu dari 18 orang pendiri lembaga Imparsial The Indonesian Human Right Monitor pada 2002 yang fokus pada isu HAM.

Habiburokhman juga dikonfirmasi terkait ketiadaan keterwakilan dari unsur masyarakat sipil dalam pimpinan KPK yang baru. Namun, ia menegaskan bahwa hasil pemilihan tersebut merupakan hak suara dari masing-masing anggota.

“Karena Anda lihat tadi, itu kan hak orang per orang dan hasilnya bisa dilihat. Kita juga enggak bisa memaksa kawan-kawan masing-masing anggota menyampaikan pilihannya seperti apa. Karena tadi prosesnya berlangsung tertutup ya, rahasia,” ujar Habiburokhman.

Berikut adalah lima nama capim KPK terpilih hasil voting dalam rapat pleno pemilihan dan penetapan capim KPK di Komisi III DPR:
1. Alexander Marwata
2. Nurul Ghufron
3. Nawawi Pomolango
4. Lili Pintauli Siregar
5. Sujanarko

Hafsha Kamilatunnisa

Hafsha Kamilatunnisa adalah seorang Jurnalis yang mengangkat kisah masyarakat, kegiatan sosial, dan gerakan komunitas. Ia aktif dalam kegiatan sukarelawan, hobi memotret aksi sosial, dan membaca kisah inspiratif. Motto: “Empati adalah kekuatan terbesar penulis.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *