Intan Vidiasari, yang akrab dipanggil Mamabishi, adalah sosok penting dalam kesuksesan Mitsubishi Xpander dan Destinator. Sebagai GM of Marketing Communication & PR Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), ia memiliki peran besar dalam membangun citra merek Mitsubishi di Indonesia. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa kariernya dimulai dari posisi yang jauh berbeda.

Intan mengungkapkan bahwa awalnya ia hanya ingin mencoba peluang kerja sebagai SPG. “Saya pertama kali kenal Mitsubishi itu tahun 1997,” katanya saat ditemui pada Selasa (11/11). Kejadian itu terjadi karena kebetulan, ia menggantikan sepupunya yang sakit saat akan mengikuti interview. “Jadi saya bawa dadakan ke sana bawa CV, jaman dulu itu Mitsubishi itu SPG-nya tahunan,” kenang Intan saat ditemui di sela-sela Award 2025.

Pengalamannya sebagai SPG dimulai ketika mobil Mitsubishi Galant diluncurkan dengan mesin V6. “Kemudian berlanjut di tahun 1998 dan tahun 1999, launching Mitsubishi Kuda,” ujar Intan. Dari situ, ia mulai menapaki jalan menuju dunia public relation. Pada masa itu, Mitsubishi belum memiliki divisi khusus untuk Public Relation atau PR. “Jadi saya disuruh untuk mengembangkan PR, di situ dari tahun 1999 sampai ada divisi PR di tahun 2000-an yang kemudian dikembangkan jadi markom sampai hari ini,” kata Intan.

Peran Intan sebagai sekretaris juga dimulai dari pengamatan Chief Advisor Mitsubishi. “Saat launching Mitsubishi Kuda itu saya dipertemukan dengan Chief Advisor, kalau sekarang sebutannya CEO,” kenang Intan. Menurutnya, CEO saat itu sedang mencari sekretaris dari SPG. “CEO-nya lihat saya, dia bisa jadi sekretaris atau engak, karena dia sebenarnya lagi butuh sekretaris,” ujarnya.

Intan masih ingat bahwa saat itu ia sedang menjalani tugas akhir atau skripsi. “Tiba-tiba langsung diterima kerja, padahal belum nyari,” kenangnya. Hal ini membuka jalan baginya untuk berkembang dalam dunia pemasaran dan komunikasi. Panggilan Mamabishi sendiri diberikan oleh salah satu jurnalis otomotif senior. “Dia bilang lo kan ibunya Mitsubhisi di Indonesia, kita sebutnya Mamabishi saja ya,” kenang Intan.

Sejak itu, Intan dikenal sebagai figur yang membimbing produk-produk Mitsubishi di Indonesia. Mulai dari Maven, Pajero, Grandis, hingga Xpander dan Destinator. “Xpander itu datang dengan mobil konsep yaitu XM Concept tahun 2016 di GIIAS,” ujar Intan. Setelah GIIAS, mobil ini diajak keliling banyak kota di Indonesia sampai akhirnya world premier di GIIAS tahun 2017.
Menurut Intan, peluncuran Xpander disebut-sebut sebagai “game changer” bagi Mitsubishi di Indonesia. “Karena waktu itu antara mobil konsep dan mobil produksinya sangat mirip,” ungkapnya. “Kita membawa mobil konsep janjinya sama dengan produksinya ternyata benar,” tambahnya.
Oya, keputusan melahirkan Xpander saat itu bukannya tanpa alasan. “MPV saat itu merupakan segment yang paling gemuk di tahun 2017, market sharenya lebih besar dari segmen-segmen lainnya,” kata Intan. Untuk melawan kompetitor utama di kelasnya, Mitsubishi menerapkan strategi seperti menjualnya dengan harga yang lebih terjangkau. “Harga pertama kali diperkenalkan mulai dari Rp 189 juta,” ujar Intan. “Sehingga harganya reasonable banget, hal itu terulang kembali di Destinator kemarin,” tambahnya.
Debut pertama Destinator berawal dari kehadiran DST Concept. “Mobil konsepnya pertama kali diluncurkan bukan di Indonesia melainkan di Vietnam,” kata Intan. Strategi Xpander juga diterapkan pada Destinator, yaitu dengan memberikan harga yang cukup bersaing. “Dari situ kita berusaha gimana caranya Destinator ini bisa mempunyai pricing yang bagus dengan mobil yang kita sebut premium SUV ini,” kata Intan.
Awalnya Intan mengaku sempat bingung untuk menentukan Destinator sebagai MPV atau SUV. “Dua-duanya punya pasar lumayan bagus di Indonesia,” ungkap Intan. Melihat dari spesifikasi mobilnya yang sangat gede dan luas untuk family serta performa, fasilitas dan fiturnya ada drive mode, ground clearance tinggi banget akhirnya kami putuskan sebagai premium SUV,” tambahnya.
Terakhir Intan berharap kalau Mitsubishi Destinator bisa jadi mobil yang bisa membawa penumpang ke berbagai tujuan. “Mobil ini diharapkan bisa membawa ke destinasi-destinasi, enggak hanya di kota tapi juga ke tempat lainnya,” tutupnya saat ditemui di Senayan, Jakarta.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”










