Memahami Konsumsi BBM Saat Liburan
Perjalanan panjang saat berlibur bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk menguji performa dan konsumsi BBM mobil. Dengan melakukan perjalanan, pemilik kendaraan bisa mengetahui seberapa besar tenaga yang diperlukan dan seberapa banyak bensin yang digunakan selama perjalanan tersebut.
Hardi Wibowo, pemilik Aha Motor Yogyakarta, pernah menyampaikan bahwa konsumsi BBM pada suatu mobil dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurutnya, konsumsi BBM tidak bisa lepas dari teknologi mesin serta kapasitas mesinnya. Semakin besar kapasitas mesin, semakin boros konsumsinya. Apalagi jika mesin masih menggunakan karburator atau model lama.
Hardi menjelaskan bahwa acuan konsumsi BBM pada suatu mobil sebaiknya dibandingkan dengan jenis mobil dan tahun produksi yang sama. Dengan begitu, akan terlihat apakah konsumsi BBM mobil tersebut boros atau masih dalam tahap wajar. Jika sudah tahu level kewajaran konsumsi BBM pada suatu mobil, baru bisa membandingkan. Jika hasilnya mobil yang digunakan lebih boros dari rata-rata pengguna lain, maka bisa dikoreksi lagi ada kesalahan apa.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi BBM
1. Performa Mesin dan Transmisi
Performa mesin dan transmisi sangat menentukan konsumsi BBM. Jika mesin dalam kondisi sehat, maka efisiensi akan tercipta sehingga mobil bisa mencapai jarak terjauhnya dengan BBM yang irit. Mesin bertugas menghasilkan tenaga optimal dan efisien, sedangkan transmisi dan kopling mentransfer tenaga secara optimal ke masing-masing roda penggerak. Dengan begitu, setiap BBM yang terbakar dapat terkonversi menjadi tenaga dan ujung-ujungnya menentukan jarak tempuh yang bisa dicapai dengan perhitungan per liter BBM.
2. Gaya Mengemudi
Cara pengemudi memainkan pedal gas dan rem menentukan konsumsi BBM. Jika ingin irit, mode eco driving harus diterapkan selama perjalanan, yakni dengan menginjak pedal gas secukupnya dan meminimalisasi pengereman. Antara akselerasi dan deselerasi adalah dua hal yang berlawanan. Oleh karena itu, saat menginjak pedal gas perlu dengan pelan dan konstan agar BBM yang terbakar tidak terlalu banyak. Pengemudi juga harus memastikan tidak terlalu sering menginjak pedal rem agar BBM yang terbakar dapat menghasilkan atau menempuh jarak terjauhnya. Faktor kondisi jalan juga turut berpengaruh.
3. Beban Kendaraan
Beban di sini termasuk penumpang, barang bawaan, tanjakan, dan tekanan ban yang kurang. Kondisi tersebut akan membuat mesin bekerja lebih berat dan membuat pengemudi harus menginjak pedal gas lebih dalam. Dengan beban yang berlebihan, konsumsi BBM akan meningkat.
4. Kondisi Jalan
Saat kondisi jalan tersendat dibandingkan lancar, maka akan lebih hemat BBM pada jalan yang lancar. Permainan pedal gas bisa konstan dan minim pengereman. Namun, jika jalan tersendat, pengemudi pasti harus mengerem. Dalam kondisi lalu lintas macet, mobil bisa berhenti dengan mesin menyala. Padahal, saat berhenti BBM akan terus terbakar karena mesin terus bekerja stasioner, sementara jarak yang ditempuh nol. Hal ini tentu akan memengaruhi konsumsi BBM secara signifikan.










