Jalur Rel Maswati-Sasaksaat Kembali Beroperasi, Namun Potensi Guguran Tanah Masih Mengintai
Jalur rel Maswati-Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat kembali dapat dilintasi setelah sempat lumpuh akibat longsor. Meski demikian, potensi guguran tanah masih menjadi perhatian serius bagi warga dan petugas. Sejumlah material longsoran masih tertahan di area rekahan tebing, yang berpotensi memicu kejadian serupa di masa depan.
Pantauan “PR” pada Jumat 3 April 2026 menunjukkan bahwa sejumlah petugas masih terlihat mengeruk sisa-sisa material longsor di area perlintasan kereta api kawasan Kampung Cihanjuang, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, KBB. Pada Rabu 1 April 2026, longsor menutup jalur sepur di lokasi tersebut sehingga melumpuhkan sejumlah perjalanan kereta api. Meskipun timbunan longsor sudah dibersihkan dan tak lagi menutup jalur kereta, kondisi di sekitar area tetap menjadi perhatian.
Kereta api telah bisa melintas dengan kecepatan yang terbatas. Namun, “PR” mendapati sisa-sisa material longsor yang masih menumpuk dan tertahan di area rekahan tebing. Endang Utom (60), warga Cihanjuang, mengatakan bahwa tumpukan material longsor tersebut belum turun ke jalur rel dan berpotensi memicu longsor kembali jika tidak dikeruk.
“Pami teu dikeruk di palih tonggoh eta mah turun deui,” ujar Endang. Artinya, apabila material longsor yang tertahan tersebut tak dikeruk, guguran berpotensi terulang. Apalagi, hujan masih kerap mengguyur lokasi itu, sehingga pengerukan harus dilakukan di titik material longsor yang belum turun tersebut.
Dalam peristiwa longsor pada 1 April 2026 sore, Endang mengaku sempat melihat adanya tanah yang bergerak di area tebing saat longsor belum terjadi. Saat itu, ia baru pulang dari hutan dan hujan tengah mengguyur. “Cau teh eseran-eseran,” ujarnya, yang artinya pohon pisang di area itu terlihat seperti bergeser. Longsor kemudian terjadi, dan guguran tanah ketika itu tak hanya menutup jalur rel, tetapi juga menghantam salah satu kereta api yang lewat.
Kecepatan dan Proses Normalisasi Jalur
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menyampaikan bahwa jalur di petak Maswati-Sasaksaat resmi dapat dilintasi kembali pada Kamis 2 April 2026, pukul 03.20. Hal ini menjadi awal penting dalam upaya pemulihan operasional secara normal pasca-kejadian.
“Seluruh proses evakuasi sarana KA Ciremai dan pembersihan jalur dari material longsoran telah berhasil kami tuntaskan. Per Kamis, 2 April 2026 pukul 03.20 jalur Maswati-Sasaksaat sudah dapat dilalui kembali oleh kereta api,” kata Kuswardojo dalam keterangan tertulisnya.
Rangkaian kereta pertama yang melintas di lokasi tersebut adalah rangkaian eks KA Parahyangan (142) dengan penerapan kecepatan terbatas. Prosedur ini sangat penting sebagai langkah antisipatif untuk memastikan kondisi jalur benar-benar aman dilalui. Meskipun jalur telah dapat dilalui, proses normalisasi masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Upaya tersebut bertujuan mempercepat pemulihan penuh agar perjalanan kereta dapat kembali berjalan dengan kecepatan normal.
Sinergi Tim dalam Pemulihan Jalur
KAI Daop 2 Bandung juga mengapresiasi kerja keras seluruh petugas di lapangan yang telah bekerja tanpa henti sejak kejadian berlangsung. Sinergi antar tim menjadi kunci dalam mempercepat proses evakuasi dan pemulihan jalur. Dengan komitmen dan koordinasi yang baik, keberhasilan dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional kereta api dapat tercapai.











