Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Bagnaia Dibuang Ducati, Bisa Bentuk Pasangan Patah Hati Bersama Jorge Martin

Kepastian di Tengah Perubahan

Francesco Bagnaia, pembalap Ducati Lenovo, menunjukkan keyakinan terhadap masa depannya meskipun masih terus dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke Monster Energy Yamaha. Setelah sebelumnya dikabarkan dekat dengan Aprilia, berita terbaru mengungkap bahwa Bagnaia kini lebih dekat dengan Yamaha.

Masalah gaji disebut sebagai penghalang bagi Aprilia dalam merekrut juara dunia tiga kali ini. Sementara itu, Yamaha, yang memiliki dukungan finansial lebih besar, telah memantau situasi Bagnaia sejak tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa posisi Bagnaia saat ini hampir mirip dengan Alex Marquez di BK8 Gresini, yang juga sedang dirumorkan pindah ke KTM setelah peluang promosi ke tim pabrikan Ducati tampaknya tertutup.

Ducati sendiri dikabarkan membidik Pedro Acosta dari KTM, selain mempertahankan Marc Marquez sebagai kekuatan utama musim lalu. Bagnaia menyatakan bahwa ia masih dalam tahap negosiasi dengan berbagai opsi yang tersedia. Ia menegaskan bahwa targetnya adalah tim pabrikan, bukan tim satelit.

Secara tersirat, Nuvola Rossa mengakui bahwa hasil buruknya di atas Desmosedici GP25 tahun lalu telah membuat dia menjadi ‘tidak menarik’ lagi bagi Ducati. “Masih dalam tahap pembicaraan,” kata Bagnaia tentang pilihannya untuk musim 2027. “Jelas bahwa musim seperti tahun lalu dapat menempatkan Anda di posisi kurang menguntungkan (dalam bursa pembalap).”

Bagnaia juga menegaskan bahwa ia memiliki banyak peluang dan hanya perlu memutuskan. Satu hal yang harus diterima Bagnaia jika benar-benar didepak dari Ducati adalah sejarah manis yang ia torehkan selama ini. Sebagai murid Valentino Rossi, ia tetap menjadi pemegang rekor fantastis di pabrikan si Merah. Bagnaia menjadi pembalap Ducati dengan kemenangan terbanyak di kelas utama, tepatnya 31 balapan Grand Prix sepanjang karier. Ia telah jauh melampaui rekor legenda MotoGP, Casey Stoner, yang pernah membukukan 23 kemenangan bareng pabrikan Borgo Panigale.

Bagnaia juga memenangi gelar juara pada 2022 dan 2023. Titel pertamanya mengakhiri paceklik selama 15 tahun bagi Ducati di MotoGP. Tahun-tahun kejayaan Bagnaia tak bisa dipungkiri menegaskan posisi Ducati sebagai pabrikan terkuat di kelas para raja ini. Namun, posisi Bagnaia sebagai ujung tombak telah tergantikan Marc Marquez setelah kalah telak pada musim lalu.

Di sisi lain, Pedro Acosta lebih menarik sebagai aset masa depan bagi Ducati walau belum pernah memetik kemenangan di kelas utama. “Itu hanya karena dia belum mengendarai motor Ducati,” ucap salah satu petinggi pabrikan Italia, dilansir dari El Periodico. Acosta telah dinilai tinggi sejak debut luar biasa di kelas Moto3. Sejak penampilan perdananya di kelas utama, dia juga langsung menjadi andalan KTM yang agak keteteran.

Kembali ke Bagnaia, ia mengaku tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan tetapi juga harus sigap dalam membaca situasi pasar pembalap. Ia seakan mengakui kekalahannya di musim lalu dan siap menatap musim baru di tahun 2027 dengan livery motor yang jauh dari warna merah. “Ya, memang begitu adanya. Kita hidup di dunia yang selalu serba cepat. Jadi, kita harus cepat tanggap.”

“Seperti yang dikatakan Jorge Lorenzo dengan tepat, Anda dikenang karena balapan terakhir yang Anda ikuti. Wajar jika seperti itu. Memang benar untuk seperti itu.” “Tentunya dalam tiga-empat tahun terakhir kontrak baru diputuskan jauh lebih awal, tetapi seperti inilah situasinya. Dan jujur saja, saya rasa ini sudah tepat,” pungkas Bagnaia.

Apabila benar Bagnaia pindah ke Monster Energy Yamaha, ia akan bereuni dengan Jorge Martin yang lebih dahulu sepakat bergabung dengan pabrikan Garpu Tala. Martinator lebih dulu ‘dianaktirikan’ Ducati setelah gagal mendapatkan tempat di tim pabrikan karena Marc Marquez dua tahun yang lalu. Marquez lebih didahulukan walau setelah rutin finis tiga besar bersama tim satelit Ducati, Gresini, dengan motor lama. Sedangkan Martin telah menjadi penantang gelar bersama Bagnaia tetapi dengan dukungan motor terbaru dari pabrikan Borgo Panigale ini.

Kalau jadi, Yamaha bukan tim pertama yang menduetkan Martin dan Bagnaia. Dua rider juara dunia itu pernah satu tim semasa berlomba di Moto3 bersama Aspar.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *