Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Scones Khas Inggris Hadir di Malang, Nikmati di Kafe Sugar Room

Kafe Sugar Room: Menikmati Scones Ala Inggris di Kota Malang

Di tengah hujan rintik yang mengguyur Kota Malang pada Selasa sore (30/12/2025), suasana di Kafe Sugar Room, Jalan Merbabu Nomor 11, terasa tenang dan hangat. Para pekerja sibuk menyiapkan pesanan pelanggan, namun tidak seperti roti biasanya. Di sini, mereka membuat scones, sebuah roti cepat saji yang berasal dari Inggris.

Scones adalah jenis roti yang cenderung ringan dan sedikit manis. Orang-orang Inggris sering menyajikannya dengan teh hitam atau black tea. Di Kafe Sugar Room, scones ini disajikan dalam berbagai varian rasa, salah satunya adalah scones earl grey levender yang sangat populer. Roti ini dibuat dengan bahan-bahan khusus, termasuk baking powder sebagai pengganti ragi. Proses pembuatannya juga tidak memerlukan waktu lama karena tidak ada proses fermentasi.

Putri Dewi Prameswari, pemilik sekaligus peracik scones di kafe tersebut, menjelaskan bahwa scones berbeda dari roti biasa. “Scones itu bahasa Indonesianya adalah roti cepat. Kalau kita bicara roti, tahapan pembuatannya kan lama. Scones ini tanpa ada proses didiamkan dulu agar adonan mengembang, pun tidak ada proses fermentasi, makannya disebut roti cepat,” ujarnya.

Konsep Kafe yang Membawa Nuansa Inggris

Kafe Sugar Room bukan hanya sekadar tempat menikmati scones. Suasana di dalamnya dirancang untuk menciptakan sensasi seperti berada di Inggris. Di bagian depan, ada panggung musik dengan poster wajah anggota band The Beatles. Gitar tersedia di panggung, siapa saja bisa memainkannya. Bentuk kursinya mirip dengan yang tinggi dan terhubung dengan kursi belakang, memberikan kesan ruang kafe khas Inggris.

Pencahayaan yang remang-remang membuat suasana semakin tenang, cocok untuk menikmati scones dan teh. Tidak butuh waktu lama untuk menunggu, karena scones dibuat secara cepat. Saat disajikan, bentuknya kecil, sekitar 5 cm diameter, ditempatkan di atas piring kecil. Garpu kecil juga disertakan untuk memudahkan konsumen.

Rasa yang Menggugah Selera

Ada beberapa jenis rasa yang bisa dipilih oleh pengunjung. Namun, scones earl grey levender menjadi andalan. Disajikan dengan krim dan selai, rasa yang menggoda lidah membuat pengunjung ingin mencoba lagi. Putri menceritakan bahwa ketertarikannya pada scones sudah dimulai sejak lama. Sebagai penggemar novel detektif asal Inggris, Sherlock Holmes, ia sering menemukan adegan budaya minum teh yang dihidangkan dengan scones.

Awalnya, ia tidak tahu detail budaya tersebut, hingga akhirnya ia menyaksikan seorang artis Korea Selatan memakan scones. Dari situ, ia tertarik untuk membuatnya sendiri. Meski awalnya tidak memiliki latar belakang kuliner, Putri belajar otodidak dan bahkan mengikuti kursus untuk meningkatkan kemampuannya.

Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Putri mulai menjual roti sejak 2018, namun saat itu belum fokus pada scones. Baru pada 2020, ia memperkenalkan scones secara online. Pada 2022, ia membuka Kafe Sugar Room. Ia melihat peluang besar dalam bisnis ini, karena saat itu tidak ada yang menjual scones di Kota Malang.

Namun, ia juga menyadari bahwa banyak pelanggan di Kota Malang enggan mencoba-coba. Mayoritas pelanggannya berasal dari luar kota, terutama mereka yang pernah merasakan scones sebelumnya.

Cara Mengonsumsi Scones yang Berbeda

Putri juga menjelaskan dua versi cara mengonsumsi scones, yaitu cara Devon dan Cornwall. Perdebatan ini ibarat perdebatan orang makan bubur. Ada yang suka diaduk dan tidak suka diaduk.

Cara Devon mengutamakan olesan clotted cream terlebih dahulu, baru ditambahkan selai di atasnya. Sedangkan cara Cornwall, selai dioles terlebih dahulu agar meresap ke scones, kemudian cloated cream diletakkan di atasnya untuk keseimbangan rasa.

Dengan 12 menu pilihan scones di Sugar Room, Anda bisa memilih cara penyajian sesuai selera. Menu ini menjadi pilihan tepat untuk menikmati Kota Malang yang sedang hujan bersama teman-teman atau keluarga tercinta.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *