Pentingnya Memilih Pasangan yang Sesuai dengan Nilai Agama dalam Pernikahan
Dalam ajaran Islam, pernikahan dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah yang sangat penting. Bahkan, dikatakan bahwa menikah adalah cara untuk menyempurnakan setengah dari agama seseorang. Pernikahan bukan hanya tentang kebahagiaan dunia, tetapi juga tanggung jawab spiritual yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Oleh karena itu, memilih pasangan hidup, terutama calon suami, harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai dengan prinsip-prinsip agama.
Seorang suami memiliki peran besar dalam keluarga. Bukan hanya sebagai pemberi nafkah, tetapi juga sebagai pemimpin, pendidik, dan pembimbing bagi istri dan anak-anaknya. Karena itu, penting untuk memahami karakter dan perilaku seorang laki-laki sebelum memutuskan untuk menikah dengannya. Berikut delapan sifat suami yang dibenci oleh Allah SWT:
-
Tidak Mengajarkan Ilmu Agama
Berumah tangga tidak hanya soal kehidupan duniawi, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang harus dilaksanakan dengan benar. Seorang suami wajib memahami ilmu agama agar bisa mengajarkan kepada istri dan anak-anaknya. Jika istri lupa atau lalai dalam menjalankan kewajiban agama, suami harus mengingatkan dan membimbingnya. Allah SWT dalam firman-Nya di surah At-Tahrim mengingatkan:
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6) -
Tidak Merasa Cemburu

Rasa cemburu yang berlebihan tidak baik, tetapi tidak boleh sepenuhnya hilang. Allah SWT sangat membenci suami yang tidak merasa cemburu terhadap istrinya. Hadis Rasulullah SAW menyebutkan:
“Ada tiga golongan yang Allah SWT haramkan surga atas mereka (yaitu) pecandu bir, anak yang durhaka kepada dua orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kemaksiatan pada istrinya (keluarganya).” (Shahih At Targhib wat Tarhib no. 2512) -
Lalai Memberi Nafkah

Kewajiban utama seorang suami adalah memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Nafkah mencakup makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Allah SWT dalam firmannya di surah Al-Baqarah mengingatkan:
“Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 233) -
Benci Terhadap Pasangan

Tidak ada manusia yang sempurna, termasuk istri. Oleh karena itu, seorang suami jangan membenci istrinya hanya karena kekurangannya. Dalam hadis Muslim disebutkan:
“Janganlah seorang suami yang beriman membenci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya.” (HR. Muslim) -
Tidak Mau Membantu dalam Pekerjaan Rumah

Suami ideal adalah seperti Rasulullah SAW yang membantu istri dalam pekerjaan rumah tangga. Sayangnya, banyak masyarakat yang masih beranggapan bahwa pekerjaan rumah adalah tanggung jawab istri. Hadis Bukhari menyebutkan:
“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam kesibukan membantu istrinya, dan jika tiba waktu sholat maka beliaupun pergi shalat.” (HR. Bukhari) -
Menyebarluaskan Aib

Menyebarluaskan keburukan pasangan adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah pernikahan. Allah SWT dalam firman-Nya menyebut:
“Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al-Baqarah: 187) -
Memperlakukan Istri dengan Buruk

Seorang suami harus memperlakukan istri dengan baik. Perilaku buruk seperti kekerasan fisik atau verbal sangat dibenci oleh Allah SWT. Dalam surat An-Nisa ayat 34, Allah SWT berfirman:
“Kaum laki-laki itu adalah pelindung bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa: 34) -
Berselingkuh

Perzinaan adalah dosa besar yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Suami yang berselingkuh melanggar janji kepada Allah dan merusak kepercayaan istri. Dalam surah An-Nur, Allah SWT berfirman:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)
Pernikahan adalah ibadah yang bernilai sangat tinggi di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, memilih pasangan yang sesuai dengan nilai-nilai agama sangat penting. Para wanita harus waspada dan tidak mudah terpesona hanya oleh rupa atau harta.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











