Persipal FC Kembali Alami Kekalahan di Laga Tandang
Persipal FC kembali menghadapi kekalahan dalam laga tandang mereka. Pada pertandingan lanjutan Liga 2 Championship musim 2025–2026, tim asal Palu ini bertandang ke Stadion Lukas Enembe dan harus menerima kekalahan telak dengan skor 0–3 dari tuan rumah Persipura Jayapura. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi skuad yang dipimpin oleh pelatih Kamaludin, yang sebelumnya berharap bisa memperbaiki posisi mereka di klasemen.
Pertandingan dimulai dengan cepat ketika gawang Persipal sudah kebobolan hanya dalam waktu kurang dari satu menit. Gol pertama dicetak oleh Matheus Vieira Da Silva melalui sepakan kerasnya. Gol cepat ini tampaknya membuat para pemain muda Persipal kewalahan dan kehilangan fokus. Enam menit kemudian, Ramai Rumakiek mencatatkan gol kedua, dan pada menit ke-38, Vieira kembali mencetak gol untuk menutup pertandingan dengan skor 3–0.
Pelatih Persipal, Kamaludin, mengakui bahwa timnya tampil di bawah performa terbaik. “Kami sudah mempelajari gaya permainan Persipura, tapi anak-anak terlalu gugup di awal pertandingan,” ujarnya seusai laga. “Gol cepat di menit pertama mengubah segalanya. Setelah itu mereka sulit bangkit.”
Meski demikian, Kamaludin tetap memuji semangat juang anak asuhnya. Di babak kedua, Persipal sempat menunjukkan perlawanan dengan beberapa peluang dari sektor sayap, namun penyelesaian akhir yang lemah membuat skor tak berubah. “Secara mental mereka sudah berusaha bangkit, tapi pengalaman dan ketenangan menjadi faktor pembeda,” katanya.
Bagi Persipal, kekalahan ini memperpanjang catatan buruk mereka saat bermain tandang. Dalam lima laga terakhir di luar kandang, tim berjuluk Laskar Tadulako itu belum sekalipun meraih kemenangan. Hasil di Jayapura ini membuat posisi mereka semakin sulit di klasemen sementara Grup B Liga 2.
Namun, di balik hasil negatif tersebut, laga melawan Persipura memberikan banyak pelajaran. Gelandang muda Persipal, Arifin Lamat, mengatakan timnya harus belajar lebih cepat menyesuaikan ritme permainan. “Persipura menekan dari awal. Kami lambat mengantisipasi. Tapi kami tidak akan menyerah, masih banyak pertandingan tersisa,” ujarnya.
Kamaludin pun menegaskan bahwa fokus utama tim kini adalah memperbaiki mental dan organisasi permainan. “Kami akan evaluasi dari cara bertahan hingga transisi menyerang. Yang paling penting, pemain harus percaya diri saat menghadapi tim besar seperti Persipura,” katanya.
Di sisi lain, para pendukung Persipal yang hadir di Jayapura tetap memberikan dukungan dengan yel-yel khas mereka. Kekalahan telak tak mengikis semangat mereka untuk terus mendukung tim kebanggaan Sulawesi Tengah itu. “Kalah di lapangan biasa, asal tidak kalah semangat,” ujar seorang suporter Persipal yang datang dari Palu dengan rombongan kecil.
Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan Persipal di Liga 2 masih panjang dan penuh tantangan. Meski kalah kelas di Jayapura, tim ini punya peluang untuk bangkit jika mampu belajar dari kesalahan. Liga masih separuh jalan, dan di balik kekalahan besar terkadang tersimpan benih kebangkitan.
Bagi Kamaludin dan para pemainnya, malam di Jayapura bukan sekadar hari buruk, melainkan awal dari introspeksi panjang menuju tim yang lebih matang. Seperti kata pelatih mereka, “Kami datang untuk belajar, dan kami pulang dengan banyak hal untuk diperbaiki. Itu bagian dari perjalanan menjadi kuat.”











