Kasus FFP Manchester City Mendekati Titik Terang
Kasus Financial Fair Play (FFP) yang menimpa Manchester City akhirnya mendekati titik terang. Setelah bertahun-tahun menjadi bahan spekulasi dan perdebatan, pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menyebut resolusi kemungkinan akan datang dalam beberapa bulan ke depan.
Manchester City menghadapi lebih dari 100 dakwaan terkait dugaan pelanggaran aturan FFP Premier League dalam periode 2009 hingga 2018. Tuduhan tersebut muncul setelah investigasi empat tahun dan secara resmi diumumkan pada awal 2023. Sejak saat itu, prosesnya berjalan panjang dan kompleks bahkan relatif sunyi dari sorotan publik setelah sidang berakhir pada akhir 2024.
Jika tim asuhan Pep Guardiola terbukti bersalah, sanksinya bisa sangat berat. Mulai dari denda besar, larangan transfer, hingga pengurangan poin dalam jumlah signifikan. Namun sepanjang proses ini, pihak klub tetap menyatakan keyakinan penuh atas ketidakbersalahan mereka.
Maguire menjelaskan bahwa keputusan akhir memang belum keluar, tetapi waktunya semakin dekat. “Masalah ini seharusnya bisa diselesaikan dalam beberapa bulan ke depan,” kata Maguire dalam acara The Overlap Fan Debate.
“Namun kami sudah mengatakan ini sebelumnya, Anda tahu, Pep mengatakan Februari lalu bahwa dia mengharapkan sesuatu. Ada banyak sekali bukti yang harus diteliti dan ini serta tuduhannya sangat, sangat serius. Jadi Anda harus memiliki cukup bukti,” lanjut dia.
Dia juga menyoroti kompleksitas jumlah dakwaan yang sangat besar. “Kami memiliki lebih dari 115 dakwaan, jadi apa yang terjadi jika hasilnya 70-50 dalam hal keberpihakan kepada Liga Premier atau keberpihakan kepada Manchester City?” tutur Kieran Maguire.
Potensi Pengurangan 40–60 Poin
Yang membuat banyak pihak terkejut adalah proyeksi angka pengurangan poin yang disebut Maguire. Berdasarkan preseden kasus sebelumnya, Manchester City bisa menghadapi sanksi yang jauh lebih berat dibanding Everton atau Nottingham Forest.
“Liga Premier tidak dapat mendegradasi Manchester City ke League One atau League Two karena itu adalah keputusan EFL dan Manchester City belum terbukti bersalah oleh EFL. Oleh karena itu, harus ada pengurangan poin,” lanjut Maguire.
“Jika kita melihat presedennya, kita pernah memiliki Everton dan Nottingham Forest dengan pengurangan enam dan empat poin untuk satu pelanggaran yang mencakup periode tiga tahun. Tuduhan terhadap Manchester City mencakup periode sembilan tahun, jadi ini jauh lebih besar,” terang Kieran Maguire.
Dia menjelaskan, angka-angka yang terlibat belum pasti, tetapi kemungkinan besar cukup signifikan. Berkali lipat dibanding kasus Forest dan Everton.
“Jadi pengurangan antara 40 dan 60 poin, berdasarkan pertimbangan yang konsisten dengan keputusan lain yang telah kita lihat, akan sangat logis,” tandas Kieran Maguire.
Jika skenario itu benar-benar terjadi, dampaknya bisa luar biasa. Pengurangan 40 hingga 60 poin hampir pasti menyeret City ke zona degradasi bahkan sebelum musim benar-benar berjalan jauh.
Ancaman Lebih Besar: Restrukturisasi Klub?
Namun bukan hanya soal poin. Maguire juga menyinggung potensi konsekuensi di level manajemen jika tuduhan serius seperti penipuan korporasi terbukti benar.
“Jika mereka ingin melangkah lebih jauh, kita tidak tahu seberapa seriusnya. Dalam kasus Forest dan Everton, semuanya murni terkait dengan Financial Fair Play (FFP). Tuduhan terhadap Manchester City sudah diisyaratkan, itulah mengapa prosesnya memakan waktu lama,” ucap Kieran Maguire.
“Penipuan korporasi adalah tuduhan yang sangat serius. Dewan direksi harus mundur. Bagaimana mungkin Anda berada di ruang rapat bersama anggota Liga Premier lainnya, bersama Liga Premier itu sendiri, di mana Anda adalah pemegang saham, sementara tuduhan ini terbukti benar?” ungkap Kieran Maguire.
Dia bahkan mencontohkan kasus di Italia. Apa yang terjadi dengan Juventus di Serie A, dewan direksi harus mengundurkan diri ketika mereka mengklaim hal-hal tentang gaji pemain yang terbukti tidak benar.
“Ada masalah kejujuran di sini yang berarti jika Manchester City terbukti bersalah, City sangat yakin, begitu pula Liga Premier, dewan direksi harus mundur dan itu bisa berarti restrukturisasi total klub,” ucap Kieran Maguire.
Kini, seluruh ekosistem Premier League menunggu keputusan akhir. Jika Manchester City dinyatakan bersalah, bukan hanya perburuan gelar yang berubah drastis melainkan juga peta kekuatan sepak bola Inggris bisa ikut terguncang. Dan jika tidak, ini akan menjadi salah satu kasus hukum terbesar yang berakhir tanpa gejolak. Apapun hasilnya, keputusan ini akan jadi momen penting dalam sejarah regulasi keuangan sepak bola modern.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











