Gowa dalam Sorotan: Berita Terkini, Cerita Menarik

Pemerintah Bangun Rumah di Bantaran Rel, Warga Miskin Diminta Sewa

Pembangunan Rumah Rakyat di Sekitar Bantaran Rel Kereta Api

Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan pembangunan rumah rakyat di sekitar bantaran rel kereta api, termasuk di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa tahap awal pembangunan telah dimulai di Jalan Kramat dengan jumlah sekitar 324 unit rumah. Proyek ini ditargetkan selesai pada 15 Juni 2026.

“Untuk tahap pertama di Senen, ada 324 unit,” ujar Ara, sapaan akrabnya, saat berbicara di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (6/4). Pembangunan ini merupakan hasil dari rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto hari ini. Dalam rapat tersebut, beberapa menteri dan pejabat pemerintah membahas perihal pembangunan hunian di sekitar atau bantaran rel kereta api.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan lanjutan sebanyak 500 unit rumah di wilayah Jakarta yang akan dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia. Seluruh proyek tersebut memanfaatkan lahan di sekitar jalur rel kereta sebagai bagian dari penataan kawasan.

“Iya, ini dari hasil tindak lanjut daripada kunjungan presiden itu. Jadi totalnya 824 unit. Kami berharap yang jadi duluan yang di Senen, 324 unit,” ujar Ara.

Pembangunan hunian untuk warga di bantaran rel kereta api ini meliputi wilayah Tanah Abang, Bandung, hingga Medan. Hal ini menunjukkan bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada satu kota saja, tetapi mencakup beberapa daerah strategis di Indonesia.

Skema Sewa untuk Akses yang Lebih Mudah

Ara belum memberikan banyak detail terkait mekanisme kepemilikan rumah rakyat di Senen. Ia hanya menyebutkan bahwa pemerintah masih menyusun aturan lebih lanjut ke depannya. Namun, ia mengatakan sebagian besar unit akan menggunakan skema sewa dengan harga terjangkau agar dapat diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

“Nanti kita lihat aturannya, tetapi kita bangun dulu saja biar cepat. Sementara ini cukup banyak yang bersifat sewa dengan harga yang terjangkau,” kata Ara.

Menurutnya, pemerintah telah meminta Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengatur penyaluran rumah rakyat di Senen agar pendataan calon penerima tepat sasaran nantinya.

Kemitraan dengan Pihak Swasta

Di sisi lain, pemerintah juga menggandeng pihak swasta untuk mempercepat pembangunan perumahan. Salah satunya melalui komitmen Astra International yang akan membangun seribu unit rumah susun melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Pembangunan perumahan tingkat ini akan difokuskan di kawasan perkotaan dengan memanfaatkan lahan milik negara. Lahan-lahan tersebut terutama berasal dari aset PT Kereta Api Indonesia.

Ara mengatakan dirinya dalam beberapa hari terakhir telah mulai melakukan inventarisasi lahan secara bertahap di sejumlah titik di Jakarta, salah satunya di kawasan Tanah Abang. Kegiatan ini melibatkan jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia serta Kepala Badan (BP) Pengaturan BUMN, Dony Oskaria.

Skema pemanfaatan lahan negara untuk pembangunan hunian rumah susun juga akan diperluas ke Bandung.

“Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat, nanti dikombinasi juga untuk masyarakat berpenghasilan rendah, juga yang berpenghasilan menengah. Jadi ada kombinasi,” kata Ara.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *